Joe Root Tenang di Tengah Krisis LBW: '14.000 Run Itu Bukan Kebetulan'
Baca dalam 60 detik
- Kapten Inggris Joe Root mengaku tak khawatir dengan rentetan kegagalan di musim panas ini, meski rata-ratanya hanya 29,44.
- Dari sembilan kali terkena LBW dalam 12 inning terakhir, semuanya berasal dari bowler pace medium, bukan kecepatan tinggi.
- Root menegaskan akan terus beradaptasi dan percaya diri bisa melewati masa sulit ini, didukung mantan kapten Michael Vaughan.

Joe Root, kapten tim kriket Inggris sekaligus pencetak run terbanyak sepanjang masa negaranya, menanggapi dingin rentetan performa kurang meyakinkan di musim panas ini. Dengan nada tenang, ia menegaskan bahwa raihan 14.208 run dalam karier Test-nya adalah bukti kapasitasnya untuk bangkit dari keterpurukan. "Ada alasan mengapa saya punya 14.000 run dan bermain selama 15 tahun di level ini," ujarnya, merespons kritik yang mulai mengarah padanya.
Musim ini, Root baru dua kali menembus angka 50, dengan rata-rata 29,44โterendah kedua sepanjang karier internasionalnya selama 14 tahun. Yang lebih memprihatinkan, ia tercatat terkena leg before wicket (LBW) sembilan kali dalam tujuh Test terakhir, tujuh di antaranya terjadi di musim panas ini. Pola ini memicu pertanyaan tentang kerentanannya terhadap bola yang bergerak, terutama dari bowler pace medium.
Menariknya, analisis menunjukkan bahwa dari sembilan dismissal LBW tersebut, tidak satu pun berasal dari bowler dengan kecepatan tinggi. Semuanya justru datang dari pelempar dengan kecepatan maksimum sekitar 84 mph, yang memanfaatkan gerakan bola ke dalam dari sisi luar off stump. Fenomena ini mengindikasikan masalah teknis spesifik yang dihadapi Root, bukan sekadar ketidakberuntungan.
Root sendiri enggan larut dalam kekhawatiran. Ia menunjuk pada kondisi bola yang "berdeviasi lebih dari sebelumnya" di Inggris musim ini, serta mengakui bahwa setidaknya empat keputusan umpire's call bisa saja berakhir berbeda. "Saya sudah bermain lama dan selalu menemukan cara untuk memecahkan masalah. Saya tidak melihat ini berbeda," tegasnya kepada BBC. Ia menambahkan bahwa frustrasi itu wajar, tetapi yang terpenting adalah tetap realistis dan fokus pada perbaikan diri.
Komentar pedas David Warner tahun lalu tentang "surfboard di kaki depan" kini tampak relevan. Namun, data menunjukkan bahwa sebelum Desember 2022, Root hanya tiga kali LBW dalam rentang waktu yang panjang. Masalah ini mulai mencuat setelah ia terjebak oleh Jhye Richardson di Boxing Day Test, dan sejak itu pola LBW-nya menjadi perhatian. Meski begitu, mantan kapten Inggris Michael Vaughan yakin Root akan mengatasinya. "Dia selalu mengatasi masalah, dan saya yakin dia akan mengatasi ini," kata Vaughan.
Di tengah sorotan terhadap performa individu Root, Inggris justru sukses mengunci kemenangan seri atas Pakistan di Lord's. Kemenangan 194 run pada Test kedua itu menjadi yang pertama bagi Inggris sejak 2024, sekaligus kemenangan kedua Root sebagai kapten di periode keduanya. Namun, euforia itu sedikit terusik oleh kontroversi yang melibatkan bowler Brydon Carse, yang dicoret dari skuad akibat insiden di luar klub malam di Derby. Root mengaku "kesal" harus kembali berurusan dengan masalah disiplin pemain, dan ia telah mengingatkan skuadnya untuk tidak mengulangi kesalahan serupa.
Menanggapi kemenangan tersebut, Root menekankan pentingnya merayakan dengan bijak. "Menang di Test itu sulit, menang seri juga sulit. Nikmati dan rayakan, tapi dengan cara yang dewasa," katanya. Vaughan bahkan menyarankan para pemain untuk "tinggal di rumah" dan menghindari pesta berlebihan, mengingat sorotan media yang tajam. "Kalian sudah memenangkan seri yang bagus, cukup rayakan dengan tenang," ujarnya.
Bagi pengamat kriket Indonesia, kisah Root ini menjadi pelajaran tentang ketahanan mental dan adaptasi teknis di level tertinggi. Meski performa sedang menurun, konsistensi jangka panjang dan kemampuan untuk introspeksi adalah kunci kebangkitan. Pertanyaannya, akankah Root mampu memutus pola LBW-nya sebelum Ashes mendatang? Atau justru tekanan akan semakin besar seiring bertambahnya usia? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: karier Root belum berakhir.



