Ollie Watkins Resmi Hijrah ke Al-Hilal: Rekor 91 Gol Aston Villa Berakhir di Liga Arab Saudi
Baca dalam 60 detik
- Penyerang Timnas Inggris, Ollie Watkins, resmi bergabung dengan Al-Hilal dengan nilai transfer ยฃ51 juta, menandai kepergian besar lainnya dari Aston Villa di bursa musim panas ini.
- Kepindahan ini mengikuti tren pemain bintang Eropa yang memilih liga kaya di Timur Tengah, dengan Watkins bergabung bersama Crysencio Summerville di klub asal Riyadh tersebut.
- Bursa transfer Liga Arab Saudi diprediksi akan terus menjadi pesaing serius bagi liga-liga top Eropa, menarik pemain di puncak karier dengan tawaran finansial yang menggiurkan.

Ollie Watkins secara resmi meninggalkan Aston Villa dan bergabung dengan raksasa Liga Pro Saudi, Al-Hilal, dalam kesepakatan senilai ยฃ51 juta. Penyerang berusia 30 tahun yang juga menjadi pencetak gol terbanyak Premier League sepanjang sejarah Villa dengan 91 gol ini menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun di klub yang bermarkas di Riyadh tersebut.
Kepergian Watkins menjadi pukulan telak bagi Aston Villa yang musim lalu tampil impresif di bawah asuhan Unai Emery. Selama enam tahun membela The Villans, Watkins tidak hanya menjadi mesin gol, tetapi juga ikon kebangkitan klub yang kini rutin bersaing di papan atas dan berhasil meraih trofi Liga Europaโgelar Eropa pertama mereka dalam 44 tahun. Namun, bursa transfer musim panas ini menjadi ujian berat bagi Emery, yang harus kehilangan sejumlah pemain kunci seperti Morgan Rogers, Ezri Konsa, Youri Tielemans, dan Lucas Digne.
Kepindahan Watkins ke Al-Hilal menegaskan daya tarik finansial Liga Arab Saudi yang kian agresif merekrut pemain papan atas Eropa. Di klub barunya, ia akan bersatu dengan winger asal Belanda, Crysencio Summerville, yang juga baru bergabung setelah West Ham terdegradasi. Langkah ini sejalan dengan strategi liga yang dipimpin oleh klub-klub seperti Al-Hilal untuk menghadirkan nama-nama besar demi meningkatkan daya saing dan popularitas kompetisi.
Dalam pernyataan perpisahannya, Watkins menegaskan bahwa ia tidak pernah membayangkan kariernya di Villa berakhir dengan cara seperti ini. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para pendukung, rekan setim, serta pelatih yang pernah membimbingnya, termasuk Dean Smith, Steven Gerrard, dan terutama Unai Emery. Watkins juga mengenang momen-momen tak terlupakan, seperti kemenangan 7-2 atas Liverpool, malam-malam Liga Champions di Villa Park, hingga final Liga Europa di Istanbul yang membawa Villa meraih trofi.
Kepergian Watkins juga menyoroti dinamika transfer yang semakin kompleks di Eropa. Di satu sisi, klub-klub seperti Villa harus beradaptasi dengan kehilangan pemain bintang, sementara di sisi lain, mereka mendapatkan dana segar yang bisa digunakan untuk membangun skuad yang lebih solid. Bagi Al-Hilal, kedatangan Watkins adalah pernyataan ambisi untuk terus bersaing di level tertinggi, baik di kompetisi domestik maupun Asia.
Fenomena ini juga relevan bagi pengamat sepak bola Indonesia. Liga Arab Saudi kini menjadi alternatif menarik bagi pemain Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk mengembangkan karier di level yang lebih tinggi. Dengan semakin banyaknya pemain top Eropa yang merapat, level kompetisi di sana dipastikan meningkat, yang pada akhirnya bisa menjadi batu loncatan bagi pemain Asia untuk tampil di panggung dunia.
Pertanyaan besarnya kini: bagaimana Aston Villa akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Watkins? Apakah mereka akan merekrut pengganti yang sepadan, atau justru memanfaatkan dana segar untuk memperkuat lini lain? Sementara itu, Al-Hilal terus menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tempat pensiun pemain, melainkan destinasi serius bagi pemain yang masih berada di puncak performa.



