Empat Gol Messi Bawa Inter Miami Hancurkan Montreal: Pujian Pelatih Interim yang Tak Terkira
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi mencetak empat gol dan satu assist saat Inter Miami menang telak 7-1 atas CF Montreal, mengakhiri lima laga tanpa kemenangan.
- Pelatih interim Guillermo Hoyos dan rekan setim Casemiro memuji performa Messi yang disebut melampaui kata-kata, menegaskan statusnya sebagai pemain terbaik.
- Dengan 18 gol, Messi memuncaki daftar pencetak gol MLS musim ini, menambah daftar panjang rekor dalam kariernya.

Lionel Messi kembali membuktikan kelasnya dengan mencetak empat gol dalam satu pertandingan Major League Soccer (MLS) untuk pertama kalinya, membawa Inter Miami menumbangkan CF Montreal dengan skor telak 7-1. Kemenangan ini tak hanya memutus tren negatif lima laga tanpa kemenangan, tetapi juga menegaskan dominasi Messi di kompetisi yang kini diperkuatnya.
Pertandingan yang berlangsung pada Sabtu (30/8) itu menjadi panggung bagi Messi untuk menunjukkan bahwa usia 39 tahun bukan halangan. Empat golnya dicetak pada momen krusial: memulihkan keunggulan Miami menjelang turun minum, menambah keunggulan pada menit ke-52, melengkapi hat-trick di menit ke-83, dan menutup pesta dengan tendangan bebas di masa injury time. Satu assist juga disumbangkan pemain asal Argentina tersebut, menjadikannya kontributor langsung bagi lima dari tujuh gol timnya.
Bagi Inter Miami, hasil ini adalah pelepas dahaga setelah rentetan hasil buruk. Sebelum laga ini, tim asuhan Guillermo Hoyos itu gagal meraih kemenangan dalam lima pertandingan beruntun di semua kompetisi. Kemenangan telak ini pun menjadi sinyal kebangkitan sekaligus peringatan bagi lawan-lawannya di MLS.
Pelatih interim Guillermo Hoyos, yang juga berasal dari Argentina, mengaku kehabisan kata-kata untuk menggambarkan penampilan Messi. "Tidak ada kata yang bisa menggambarkan keindahan sepak bola seperti ini. Begitu banyak hal terjadi sehingga kata-kata tidak cukup," ujarnya. "Dia terus mencari gol, permainan, umpan; saya tidak berpikir dia pemain biasa. Menganalisisnya, baik sebagai pemain maupun pribadi, begitu dalam hingga kita kehabisan kata-kata."
Rekan setim Messi, Casemiro, yang bergabung dengan Inter Miami pada Juli setelah kontraknya di Manchester United berakhir, juga memberikan pujian tinggi. "Itulah artinya memiliki Messi di tim. Kita harus menikmati momen-momen ini karena dia adalah orang dan pemain yang membuat sejarah," kata gelandang Brasil itu kepada Apple TV. Casemiro, yang selama bertahun-tahun menjadi rival Messi saat membela Real Madrid melawan Barcelona, kini justru berada di tim yang sama. "Kita lihat hari ini bahwa kita harus menikmatinya, terus mendukung dan bersaing dengannya karena dia tetap yang terbaik. Dia membuktikannya di Piala Dunia. Kita harus menikmatinya karena dengan dia, kita jauh lebih kuat," tambahnya.
Bagi pengamat sepak bola, penampilan Messi ini menegaskan bahwa kualitasnya tidak luntur meski usianya sudah kepala empat. Kepindahannya ke MLS memang sempat dianggap sebagai 'pensiun' dari panggung Eropa, tetapi statistik dan performanya justru menunjukkan sebaliknya. Dengan 18 gol dari 19 penampilan, Messi tidak hanya memimpin daftar pencetak gol, tetapi juga menjadi pusat permainan Inter Miami.
Di Indonesia, fenomena Messi selalu menarik perhatian besar. Penggemar sepak bola Tanah Air yang selama ini mengikuti kariernya di Barcelona, Paris Saint-Germain, dan tim nasional Argentina, kini bisa menyaksikan aksinya di MLS melalui siaran langsung. Kehadiran Messi di liga yang relatif baru berkembang seperti MLS juga menjadi pelajaran bagi kompetisi domestik Indonesia tentang bagaimana seorang bintang global bisa mengangkat popularitas liga. Hal ini sejalan dengan upaya PSSI dan klub-klub Indonesia yang mulai mendatangkan pemain asing ternama untuk meningkatkan daya saing dan minat penonton.
Messi, yang memenangkan Piala Dunia 2022 dan membawa Argentina ke final Piala Dunia 2026 (kalah dari Spanyol), menunjukkan bahwa ambisinya belum padam. Pertanyaannya, mampukah ia membawa Inter Miami meraih gelar MLS musim ini? Dengan performa seperti ini, bukan tidak mungkin Miami menjadi kandidat kuat juara. Namun, konsistensi dan dukungan rekan setim akan menjadi kunci. Satu hal yang pasti: setiap penampilan Messi kini adalah sejarah yang patut dinikmati.



