Suryakumar Yadav Pertanyakan Keputusan Dicoret dari Tim T20 India: 'Saat Semuanya Baik, Mengapa Harus Berubah?'
Baca dalam 60 detik
- Mantan kapten India, Suryakumar Yadav, mengaku kecewa setelah dicoret dari skuad T20 hanya beberapa bulan pasca memimpin tim meraih gelar juara dunia.
- Di bawah kepemimpinan Yadav, India mencatat 42 kemenangan dalam 50 laga T20 dan menjadi tim pertama yang mempertahankan gelar Piala Dunia T20.
- Keputusan menunjuk Shreyas Iyer sebagai kapten baru memicu perdebatan, terlebih performa India justru menurun dengan kekalahan telak dari Inggris.

Mantan kapten tim nasional India, Suryakumar Yadav, secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya setelah dicoret dari skuad T20, hanya beberapa bulan setelah sukses mempertahankan gelar juara dunia. Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Aakash Chopra, pemain berusia 35 tahun itu mempertanyakan logika di balik pergantian kepemimpinan yang menurutnya terjadi di saat yang tidak tepat.
Yadav mengambil alih kapten pada 2024 dan langsung memberikan dampak signifikan. Di bawah komandonya, India memenangi 42 dari 50 pertandingan T20 internasional yang dimainkan, termasuk membawa tim menjadi yang pertama dalam sejarah mempertahankan gelar Piala Dunia T20. Namun, setelah final melawan Selandia Baru pada Maret lalu, ia tidak pernah lagi dipanggil membela tim nasional. Posisinya sebagai kapten digantikan oleh Shreyas Iyer.
"Saya tidak membenci keputusan itu, tapi saya kecewa. Kami tidak pernah kalah dalam satu seri pun selama dua tahun, memenangi Piala Asia dan Piala Dunia T20. Anda pasti ingin hal yang sama berlanjut. Ketika semuanya berjalan baik, mengapa harus ada perubahan?" ujar Yadav, seperti dikutip dari kanal YouTube Aakash Chopra.
Kekecewaan Yadav bukannya tanpa dasar. Sejak Iyer mengambil alih, performa India justru menurun drastis. Mereka kehilangan seri T20 pertama melawan Irlandia pada Juni, kemudian dihancurkan 4-0 oleh Inggris. Satu-satunya kemenangan seri yang diraih hanyalah saat mengalahkan Zimbabwe 3-0. Catatan ini kontras dengan era Yadav yang nyaris sempurna.
Secara individu, Yadav juga mengakui performanya tidak konsisten. Ia hanya mengumpulkan 242 run dalam sembilan pertandingan Piala Dunia dengan rata-rata 30,25, serta 270 run untuk Mumbai Indians di IPL musim ini. "Selama satu setengah bulan saya terus berpikir, bagaimana ini bisa terjadi? Kami baru saja memenangi Piala Dunia. Ya, IPL saya memang tidak sesuai harapan," tuturnya.
Kontroversi ini menarik untuk disimak, terutama bagi pengamat kriket di Indonesia yang mulai melirik olahraga ini. Meski kriket belum sepopuler sepak bola atau bulu tangkis di Tanah Air, perkembangan tim nasional India selalu menjadi sorotan karena basis penggemarnya yang besar di Asia Selatan. Keputusan mencoret kapten yang baru saja membawa tim juara dunia tentu menjadi pelajaran tentang dinamika manajemen tim profesional.
Menjelang tur melawan Hindia Barat yang dijadwalkan mulai 27 September, skuad India belum diumumkan. Publik menantikan apakah Yadav akan kembali dipanggil atau justru semakin terpinggirkan. Sementara itu, kritik terhadap kepemimpinan Iyer semakin menguat, terutama setelah rentetan hasil buruk.
Pertanyaan besarnya kini: apakah keputusan ini murni berdasarkan performa, atau ada faktor lain di balik layar? Dan akankah India mampu bangkit kembali di bawah kapten baru, atau justru menyesali keputusan yang diambil terlalu cepat? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: kasus ini akan terus menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta kriket dunia.



