Drama VAR Warnai Imbangnya Lyon vs Le Havre: Gol Dianulir di Menit Akhir
Baca dalam 60 detik
- Lyon dan Le Havre bermain imbang 1-1 di Ligue 1, dengan dua gol dianulir VAR, termasuk gol kemenangan Le Havre di masa injury time.
- Hasil ini membuat Lyon gagal meraih kemenangan perdana di kandang musim ini, sementara Le Havre membawa pulang satu poin berharga.
- Keputusan VAR kembali menjadi sorotan, memicu perdebatan tentang akurasi teknologi dalam sepak bola modern.

Laga pekan ketiga Ligue 1 antara Olympique Lyonnais dan Le Havre AC di Groupama Stadium, Sabtu (29/8) malam WIB, berakhir dengan skor 1-1. Namun, pertandingan ini jauh dari kata biasa: dua gol dianulir melalui tinjauan VAR, termasuk gol kemenangan Le Havre di masa injury time yang memicu kontroversi.
Babak pertama didominasi Lyon, yang tampil percaya diri di hadapan pendukungnya sendiri. Namun, penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat skor tetap 0-0 hingga turun minum. Pada menit ke-62, Corentin Tolisso berhasil membobol gawang Le Havre, tetapi wasit menganulir gol tersebut setelah VAR mendeteksi posisi offside. Keputusan ini sontak memancing kekecewaan para pemain dan suporter tuan rumah.
Le Havre, yang tampil bertahan, justru mampu unggul lebih dulu pada menit ke-74 melalui Ally Samatta. Memanfaatkan umpan terobosan dari Fode Doucoure yang baru masuk sebagai pemain pengganti, Samatta melepaskan tembakan dingin yang tak mampu dihalau kiper Lyon. Tertinggal satu gol, Lyon meningkatkan intensitas serangan. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-87 ketika Lois Openda mencetak gol penyeimbang, memanfaatkan kemelut di depan gawang Le Havre.
Drama puncak terjadi di masa injury time. Sota Nakamura, gelandang asal Jepang milik Le Havre, berhasil mencetak gol yang sempat membuat pendukung tim tamu bersorak. Namun, setelah tinjauan VAR, wasit memutuskan gol tersebut tidak sah karena terjadi handball dalam prosesnya. Keputusan ini membuat pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1, meskipun Lyon terus menekan hingga peluit akhir.
Hasil ini menjadi pukulan bagi Lyon yang berharap meraih kemenangan perdana di kandang pada musim ini. Sementara itu, Le Havre, yang baru promosi ke Ligue 1, berhasil membawa pulang satu poin berharga dari markas tim besar. Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pertandingan ini kembali menggarisbawahi peran vital VAR dalam menentukan hasil pertandingan, sebuah teknologi yang juga mulai diadopsi di kompetisi domestik Indonesia.
Di laga lain, sejumlah tim tamu meraih hasil positif. Angers menang 3-1 atas Auxerre, Troyes mengalahkan Lorient 2-1, dan Toulouse bermain imbang 2-2 melawan Brest. Sebelumnya, Strasbourg mengejutkan Lens dengan kemenangan 2-1 berkat dua gol Gessime Yassine, sementara Paris Saint-Germain harus puas berbagi angka dengan Lille setelah tertinggal dua gol lebih dulu.
Kontroversi VAR dalam laga ini menambah daftar panjang perdebatan tentang penggunaan teknologi di sepak bola. Meski bertujuan meminimalisir kesalahan wasit, keputusan VAR kerap kali menjadi sorotan karena dianggap terlalu lama atau bahkan kontroversial. Di Indonesia, penerapan VAR di Liga 1 telah direncanakan, dan momen seperti ini menjadi pelajaran penting bagi para pemangku kepentingan.
Ke depan, Lyon perlu segera memperbaiki efektivitas serangan mereka jika ingin bersaing di papan atas. Sementara Le Havre, dengan semangat juang tinggi, bisa menjadi kuda hitam musim ini. Pertanyaan yang muncul: akankah VAR terus menjadi pusat perhatian, atau justru menjadi solusi yang diterima semua pihak?



