Al-Hilal Boyong Ollie Watkins dari Aston Villa: Rekor 91 Gol Premier League Berakhir
Baca dalam 60 detik
- Klub Arab Saudi, Al-Hilal, resmi mengontrak penyerang timnas Inggris Ollie Watkins selama tiga musim.
- Kepergian Watkins menambah daftar panjang pemain inti Aston Villa yang hengkang di bursa musim panas ini.
- Kedatangan Watkins memperkuat tren migrasi bintang Eropa ke Liga Pro Saudi yang kian agresif.

Al-Hilal, raksasa Liga Pro Saudi, resmi mengumumkan perekrutan penyerang timnas Inggris Ollie Watkins dari Aston Villa pada Minggu (30/8). Kepindahan ini menandai berakhirnya pengabdian enam tahun sang pemain di klub Midlands tersebut, sekaligus mengukuhkan posisi Al-Hilal sebagai salah satu destinasi baru bagi bintang-bintang Eropa.
Meski nilai transfer tidak diungkapkan secara resmi, media Inggris melaporkan Al-Hilal menebus Watkins dengan mahar sekitar 51 juta poundsterling atau setara 69 juta dolar AS. Kontrak berdurasi tiga tahun disodorkan kepada pemain berusia 30 tahun yang masih memiliki sisa kontrak dua tahun bersama Villa. Angka tersebut menjadi bukti betapa seriusnya klub-klub Saudi dalam memburu pemain papan atas Eropa, sejalan dengan ambisi mereka membangun kompetisi yang lebih kompetitif.
Watkins datang dengan reputasi sebagai mesin gol. Pada musim lalu, ia mencetak 21 gol di semua kompetisi, termasuk lima gol di Liga Europa yang mengantarkan Aston Villa meraih trofi Eropa perdana mereka di era kepelatihan Unai Emery. Sejak direkrut dari Brentford dengan nilai 28 juta poundsterling pada 2020, Watkins telah mengoleksi 91 gol di Premier League, sebuah rekor klub, dan total 108 gol di semua ajang.
Namun, kepergiannya sebenarnya sudah tercium sebelum jendela transfer ditutup. Pelatih Unai Emery mengungkapkan bahwa Watkins sempat meminta maaf karena membuat dirinya tidak tersedia untuk laga pembuka Premier League. Sikap tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sang striker telah memutuskan untuk pindah, meskipun harus mengorbankan statusnya sebagai ikon klub.
Kepergian Watkins bukanlah kasus terisolasi. Aston Villa kehilangan sejumlah pilar penting di bursa transfer musim panas ini, seperti Morgan Rogers dan Emi Martinez yang pindah ke Chelsea, Ezri Konsa ke Arsenal, serta Youri Tielemans ke Manchester United. Fenomena ini menandai perombakan besar-besaran di tubuh Villa, yang tampaknya sedang membangun ulang skuad dengan wajah baru.
Bagi sepak bola Indonesia, fenomena ini menarik untuk dicermati. Liga Pro Saudi semakin menjadi magnet bagi pemain top Eropa, seiring dengan meningkatnya investasi negara-negara Teluk dalam olahraga. Hal ini bisa berdampak pada persaingan di level Asia, termasuk di ajang Liga Champions Asia yang kerap diikuti wakil Indonesia. Jika klub-klub Saudi terus diperkuat pemain sekelas Watkins, level kompetisi di Asia dipastikan naik kelas, dan tim-tim dari Asia Tenggara harus bekerja ekstra keras untuk bisa bersaing.
Selain itu, migrasi pemain Inggris ke Saudi juga membuka peluang bagi pasar Asia Tenggara untuk menjadi alternatif destinasi pemain Eropa yang ingin mencari pengalaman baru, meski dengan daya tarik finansial yang berbeda. Namun, yang jelas, keputusan Watkins untuk hengkang di usia 30 tahun menunjukkan bahwa pemain top tidak lagi ragu meninggalkan liga Eropa demi tantangan baru di Timur Tengah.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah bagaimana Aston Villa akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Watkins. Apakah mereka akan merekrut pengganti yang setara, atau justru memanfaatkan dana segar dari penjualan ini untuk membangun skuad yang lebih muda dan potensial? Sementara itu, Al-Hilal kini memiliki lini depan yang makin menakutkan, dan semua mata akan tertuju pada performa Watkins di kompetisi yang sarat akan tekanan.



