Kemenangan Tipis di Pittodrie: Titik Balik McInnes di Rangers?
Baca dalam 60 detik
- Rangers mengamankan tiga poin perdana di Liga Primer Skotlandia musim ini lewat penalti Lawrence Shankland, meredakan tekanan pada manajer Derek McInnes.
- Kemenangan ini datang setelah kekalahan memalukan di Liga Conference, namun performa tim masih jauh dari kata konsisten, memicu perdebatan di kalangan pengamat.
- Fokus berikutnya adalah perekrutan striker baru untuk menggantikan Youssef Chermiti yang cedera, dengan target potensial Kevin Kelsy dari Portland Timbers.

Setelah melalui serangkaian hasil buruk yang mengancam posisinya, Derek McInnes akhirnya bisa bernapas lega. Kemenangan 1-0 atas Aberdeen di Pittodrie, Minggu lalu, menjadi suntikan moral berharga bagi Rangers di Liga Primer Skotlandia. Gol penalti Lawrence Shankland pada babak kedua tidak hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga memberi sinyal bahwa masa depan McInnes di Ibrox mungkin belum berakhir.
Sebelum laga ini, Rangers hanya meraih dua kemenangan dari tujuh pertandingan, dan kekalahan memalukan dari Jablonec di babak kualifikasi Liga Conference semakin memperbesar tekanan. McInnes, yang pernah menghabiskan delapan tahun sebagai manajer Aberdeen, kembali ke tempat lamanya dengan beban berat. Namun, ia menilai penampilan timnya kali ini jauh lebih baik, meski belum sempurna. "Untuk pertama kalinya musim ini, saya benar-benar menikmati menonton tim ini," ujarnya kepada BBC Scotland.
Kemenangan ini pun memicu perdebatan di kalangan pengamat. Chris Sutton, mantan striker Celtic, menyebut penampilan Rangers sebagai "bitty" atau tidak konsisten, namun ia mempertanyakan apakah ini bisa menjadi titik balik bagi McInnes. Sementara itu, Kris Boyd, mantan striker Rangers, memilih untuk tidak berlebihan. "Yang terpenting adalah tiga poin," katanya di Sky Sports. Senada dengan itu, McInnes menegaskan bahwa ia akan menerima kemenangan apa pun setelah kekalahan telak di Eropa.
Di tengah sorotan terhadap performa tim, McInnes memberikan pujian khusus kepada Kim Min-su, pemain muda asal Korea Selatan yang menjalani debutnya dengan impresif. Pemain berusia 20 tahun yang direkrut dengan biaya dilaporkan mencapai ยฃ8,5 juta ini dianggap memberikan kualitas yang sangat dibutuhkan di lini serang. Namun, Kris Boyd justru menyoroti masalah lain: keputusan untuk tidak memainkan Nicolas Raskin, gelandang Belgia yang dikabarkan akan hengkang. Boyd menilai Raskin adalah gelandang terbaik Rangers dan mempertanyakan kebijakan transfer klub yang memiliki skuad terlalu gemuk.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini menarik untuk dicermati. Bagaimana sebuah klub sebesar Rangers bisa berada dalam tekanan besar meski baru tiga pekan musim berjalan? Ini mengingatkan pada dinamika klub-klub besar di Liga 1 Indonesia, di mana ekspektasi tinggi sering kali membuat kursi pelatih tidak aman. Namun, McInnes tampaknya masih punya kepercayaan dari manajemen, terbukti dari rencananya untuk segera mendatangkan pemain baru. Ia mengisyaratkan bahwa perekrutan striker anyar akan segera diumumkan, menyusul cedera jangka panjang Youssef Chermiti.
McInnes menegaskan bahwa timnya masih berusaha bereaksi terhadap situasi Chermiti. "Kami cukup dekat untuk mendapatkan target kami sebelum pertandingan hari Rabu melawan Falkirk," katanya. Jika transfer ini terwujud, ini akan menjadi sinyal bahwa Rangers tidak tinggal diam di bursa transfer. Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah kemenangan ini benar-benar menjadi awal dari kebangkitan, atau hanya secercah harapan di tengah badai? Dengan jadwal padat dan persaingan ketat di Liga Primer Skotlandia, McInnes harus segera membuktikan bahwa ia mampu membawa Rangers kembali ke jalur juara.



