Duka Manchester United: Anak Polisi Korban Kecelakaan A66 Jadi Maskot Laga vs Ipswich
Baca dalam 60 detik
- Dua putra PC Matthew Blades akan menemani skuad Manchester United saat menghadapi Ipswich Town di Old Trafford, Minggu (24/11).
- Kecelakaan maut di A66 dekat Middlesbrough pada 22 Agustus lalu menewaskan dua polisi dan lima penumpang kendaraan lain; penyelidikan kini mencatat 24 penangkapan.
- Penghormatan untuk Blades dan rekannya, PC Tom Clough, juga digelar di sejumlah pertandingan sepak bola Inggris, termasuk Middlesbrough dan klub amatir Seaton Carew.

Duka mendalam menyelimuti Old Trafford akhir pekan ini. Manchester United mengumumkan bahwa dua putra dari PC Matthew Blades, polisi yang tewas dalam kecelakaan beruntun di Teesside, akan menjadi maskot yang menemani para pemain saat menjamu Ipswich Town dalam lanjutan Premier League, Minggu (24/11). Keputusan ini menjadi bagian dari penghormatan terakhir klub kepada salah satu pendukung setianya yang gugur dalam tugas.
PC Matthew Blades, yang oleh Manchester United dijuluki "proud Red" alias pendukung sejati, dikenal sebagai wajah yang kerap hadir di tribun Old Trafford. Dalam program pertandingan edisi Minggu, klub menyampaikan belasungkawa mendalam. "Matthew adalah pendukung setia, pria berkeluarga, dan polisi yang mengabdikan hidupnya untuk menolong sesama," tulis klub dalam pernyataan resmi yang dikutip BBC. Istri Blades dijadwalkan hadir langsung di stadion bersama anak-anak mereka, menyaksikan momen emosional saat kedua putranya berjalan menggandeng tangan para pemain.
Kecelakaan yang merenggut nyawa Blades terjadi pada 22 Agustus dini hari di jalan A66 dekat Middlesbrough. Mobil patroli yang dikendarainya bersama rekannya, PC Tom Clough, bertabrakan head-on dengan kendaraan Passat yang melaju melawan arah. Benturan keras itu tak hanya menewaskan kedua polisi, tetapi juga lima orang di dalam mobil lawan: Michael Robert Cahill (23), Jacob Matusiak (23), Makai Saddington (18), Theo Rae (17), dan Cole Robert Worthy (17). Total tujuh korban jiwa dalam satu insiden yang mengguncang publik Inggris.
Investigasi atas tragedi ini masih berjalan. Pekan ini, pihak kepolisian kembali menahan 17 orang, sehingga total penangkapan terkait kasus ini mencapai 24 orang. Angka ini mengindikasikan adanya dugaan jaringan atau keterlibatan lebih luas dalam peristiwa yang oleh otoritas setempat disebut sebagai salah satu kecelakaan paling memilukan di kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Penghormatan untuk kedua polisi tak hanya datang dari Manchester United. Sehari sebelumnya, pada Sabtu (23/11), Middlesbrough menggelar tepuk tangan meriah selama satu menit sebelum laga Championship melawan West Brom di Riverside Stadium. Wajah Blades dan Clough ditampilkan di layar raksasa stadion. Di level akar rumput, Seaton Carew FCโklub tempat Blades pernah menjadi pelatih juniorโjuga mengheningkan cipta sebelum pertandingan mereka melawan FC Hartlepool. Hal ini menunjukkan betapa luasnya jejak pengabdian Blades, baik sebagai aparat penegak hukum maupun pembina sepak bola usia muda.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, kabar ini mungkin terasa jauh, tetapi menyimpan pesan universal tentang ikatan emosional antara klub dan pendukungnya. Manchester United, sebagai salah satu klub dengan basis penggemar terbesar di Tanah Air, kerap menjadi contoh bagaimana klub memperlakukan loyalitas. Tradisi mengangkat keluarga korban sebagai maskot adalah bentuk apresiasi yang jarang terjadi di liga-liga Asia, termasuk Indonesia, di mana penghormatan serupa biasanya hanya berhenti pada seremoni doa bersama atau tepuk tangan.
Kepergian PC Blades juga menyoroti risiko besar yang dihadapi aparat kepolisian di jalan raya. Di Indonesia, kecelakaan yang melibatkan kendaraan patroli kerap terjadi, namun jarang mendapat sorotan sebesar ini. Kasus A66 bisa menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan berkendara dan perlindungan bagi petugas yang bertugas di lapangan.
Ke depan, pertanyaan yang menggantung adalah bagaimana investigasi akan mengungkap motif di balik kendaraan yang melawan arah tersebut. Apakah murni kelalaian atau ada unsur kesengajaan? Publik Inggris menanti jawaban, sementara keluarga korban berharap keadilan dapat ditegakkan. Di tengah duka, semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh klub, komunitas, dan aparat menjadi pelipur yang tak ternilai.



