Tottenham Terpuruk: Dua Kekalahan Beruntun di Kandang, Posisi Ange Postecoglou Kian Terancam
Baca dalam 60 detik
- Tottenham menelan kekalahan kedua beruntun di Stadion Tottenham Hotspur setelah ditaklukkan Newcastle 0-2, memperpanjang tren negatif mereka di Liga Inggris.
- Dua gol Newcastle dicetak oleh Anthony Elanga dan Yoane Wissa pada babak kedua, sementara kiper Aaron Ramsdale tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan krusial.
- Kekalahan ini menempatkan Spurs di bawah tekanan besar, dengan jadwal padat dan kritik terhadap konsistensi performa yang berpotensi memengaruhi posisi mereka di klasemen.

Tottenham Hotspur kembali menuai hasil buruk di kandang sendiri. Bertanding di Stadion Tottenham Hotspur, London, Minggu (25/8), Spurs takluk 0-2 dari Newcastle United. Ini menjadi kekalahan kedua beruntun di hadapan pendukungnya setelah pekan lalu dipermalukan Brentford dengan skor telak 0-3. Rentetan hasil negatif ini langsung memicu pertanyaan besar soal arah permainan tim asuhan Ange Postecoglou.
Pada laga kontra Newcastle, Spurs sebenarnya tampil cukup agresif sejak awal. Beberapa peluang sempat tercipta, termasuk tendangan Mathys Tel yang masih bisa dihalau kiper tamu, Aaron Ramsdale. Bek Jan Paul van Hecke juga nyaris mencetak gol lewat sundulan, namun lagi-lagi Ramsdale tampil sebagai tembok kokoh. Kegagalan memanfaatkan peluang di babak pertama menjadi titik balik yang menentukan jalannya pertandingan.
Memasuki babak kedua, Newcastle semakin percaya diri. Pada menit ke-62, umpan matang dari Amar Dedic berhasil dikonversi menjadi gol oleh Anthony Elanga. Sepuluh menit berselang, giliran Yoane Wissa yang memanfaatkan situasi di depan gawang Spurs untuk menggandakan keunggulan. Meski sempat mencoba memperkecil ketertinggalan lewat Omar Marmoush, upaya tersebut kembali gagal karena penyelamatan gemilang Ramsdale. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil ini menempatkan Tottenham dalam situasi yang tidak nyaman. Dua kekalahan beruntun di kandang jelas bukan modal ideal untuk membangun konsistensi di kompetisi seketat Premier League. Analis sepak bola menilai bahwa masalah utama Spurs bukan hanya di lini belakang, tetapi juga ketidakmampuan memanfaatkan peluang di depan gawang. Statistik menunjukkan bahwa penguasaan bola yang dominan tidak selalu berbanding lurus dengan kemenangan jika penyelesaian akhir buruk.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, performa Tottenham tentu menarik untuk disimak, terutama karena klub ini memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Banyak suporter Indonesia yang setia mengikuti perjalanan Spurs di Liga Inggris. Kekalahan beruntun ini bisa menjadi bahan diskusi hangat di media sosial, sekaligus menguji kesabaran para pendukung yang menuntut perbaikan cepat. Selain itu, hasil ini juga berdampak pada persaingan papan atas klasemen, di mana Tottenham berpotensi tertinggal dari rival-rivalnya jika tidak segera bangkit.
Postecoglou, yang dikenal dengan gaya bermain menyerang, kini menghadapi tekanan besar. Ia dituntut untuk segera menemukan solusi, baik dari sisi taktik maupun mental pemain. Jadwal ke depan tidak mudah, dengan sejumlah pertandingan melawan tim-tim kuat. Pertanyaannya, apakah ia mampu membalikkan keadaan sebelum posisinya semakin terancam? Atau justru kekalahan ini menjadi awal dari krisis yang lebih panjang? Publik sepak bola, termasuk di Indonesia, akan terus mengawasi langkah selanjutnya dari klub asal London Utara tersebut.



