Manchester United Incar Bek Kiri Anyar: Bradley Locko, Kandidat Kejutan Pengganti Luke Shaw
Baca dalam 60 detik
- Setan Merah dikabarkan mempertimbangkan Bradley Locko sebagai solusi jangka pendek di pos bek kiri, menyusul cedera berkepanjangan Luke Shaw.
- Locko, pemain Stade Brestois berusia 24 tahun, dinilai memiliki profil menyerang dan bertahan yang menjanjikan, mirip dengan Patrice Evra.
- Keputusan transfer ini akan menjadi ujian bagi kebijakan rekrutmen INEOS yang cenderung berhati-hati dalam belanja pemain.

Manchester United kembali dihadapkan pada persoalan klasik di sektor bek kiri. Dengan Luke Shaw yang terus dilanda cedera dan performa yang tak konsisten, manajemen klub disebut tengah menjajaki opsi mengejutkan: mendatangkan Bradley Locko dari Stade Brestois sebelum bursa transfer ditutup. Langkah ini muncul di tengah kesulitan finansial yang membatasi gerak United di pasar pemain.
Shaw, yang kini memasuki musim ke-13 di Old Trafford, memang pernah menunjukkan kelasnya, tetapi masalah kebugaran yang berulang membuatnya jarang tersedia. Musim lalu ia tampil penuh dalam 38 laga liga, namun musim sebelumnya United harus memutar otak dengan menempatkan Sofyan Amrabat atau Victor Lindelof di posisi yang bukan naturalnya. Situasi ini diperparah dengan kegagalan Erik ten Hag yang sempat meminjam Sergio Reguilรณn, yang hanya bertahan enam bulan, serta Alvaro Carreras yang kini bersinar di Real Madrid justru tidak diberi kesempatan.
Dalam upaya mencari solusi, INEOS, pemilik baru United, sebenarnya menginginkan Lewis Hall dari Newcastle United. Namun, negosiasi diprediksi baru bisa terwujud setahun lagi. Karena itu, Locko menjadi alternatif yang lebih realistis untuk kebutuhan jangka pendek. Pemain Prancis berusia 24 tahun itu dikabarkan terbuka untuk bergabung, dengan kontraknya yang tersisa satu tahun di Brest.
Locko mungkin belum setenar nama-nama lain, tetapi jejaknya di Ligue 1 patut diperhitungkan. Pada musim 2023/24, ia mencatatkan tiga assist dalam 33 penampilan liga, membantu Brest menjaga 14 clean sheet. Statistik defensifnya juga impresif: rata-rata 4,1 tekel dan intersep per laga, plus 6,5 recoveries bola. Di sisi ofensif, ia mampu melakukan 1,7 dribel sukses per pertandingan, kontras dengan rata-rata Shaw yang hanya 0,3 musim lalu.
Perbandingan dengan Patrice Evra pun mencuat. Evra, yang direkrut dari Monaco pada 2006 dengan harga 5,5 juta poundsterling, awalnya kesulitan beradaptasi, tetapi kemudian menjadi legenda dengan lima gelar Premier League. Locko, yang juga berposisi sebagai bek sayap, memiliki gaya bermain agresif dan tenang dalam bertahan, mirip dengan pendahulunya itu. Ia juga pernah masuk skuad Timnas Prancis U-23 asuhan Thierry Henry untuk Olimpiade 2024.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub besar Eropa mulai melirik pemain dari liga-liga non-unggulan. Jika Locko sukses di United, hal ini bisa membuka peluang lebih besar bagi pemain Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk dilirik klub Eropa. Namun, tetap perlu diingat bahwa adaptasi dengan Premier League tidak mudah, seperti yang dialami banyak pemain asing sebelumnya.
Keputusan akhir akan menjadi sinyal penting bagi arah kebijakan transfer United di bawah INEOS. Apakah mereka berani mengambil risiko dengan pemain yang relatif belum terbukti, atau tetap menunggu target utama? Yang jelas, masalah bek kiri bukanlah perkara sepele, dan United tidak boleh mengulang kesalahan yang sama. Pertanyaannya, sanggupkah Locko menjadi jawaban, atau justru menjadi nama lain yang tenggelam dalam daftar panjang eksperimen yang gagal?



