Hat-trick Ebnoutalib Warnai Debut Hütter: Jalan Menuju Panggilan Klopp Terbuka?
Baca dalam 60 detik
- Ebnoutalib mencetak tiga gol untuk Frankfurt, tetapi timnya hanya bermain imbang 3-3 melawan Union Berlin di laga perdana Bundesliga.
- Penampilan impresif ini menegaskan kebangkitan sang striker setelah cedera, sekaligus membuka peluangnya untuk dilirik pelatih timnas Jerman, Jürgen Klopp.
- Konsistensi Ebnoutalib akan menjadi kunci dalam persaingan memperebutkan tempat di skuad Die Mannschaft yang sedang dalam masa transisi.

Frankfurt—Younes Ebnoutalib menjadi bintang di laga pembuka Bundesliga meski Eintracht Frankfurt hanya bermain imbang 3-3 melawan Union Berlin di Stadion An der Alten Försterei, akhir pekan lalu. Tiga gol yang dicetak pemain berusia 22 tahun itu tidak hanya menyelamatkan timnya dari kekalahan, tetapi juga mengirim sinyal kuat kepada pelatih timnas Jerman, Jürgen Klopp, yang sedang memantau talenta-talenta muda.
Pertandingan yang berlangsung sengit itu memperlihatkan ketangguhan mental Frankfurt. Tertinggal lebih dulu lewat gol debutan Emmanuel Latte Lath, tim asuhan Adi Hütter berbalik unggul 3-1 sebelum akhirnya kehilangan keunggulan di menit akhir injury time. Meski hasil akhir mengecewakan, kembalinya Hütter ke kursi pelatih untuk periode kedua diwarnai performa menjanjikan dari lini serang, terutama aksi Ebnoutalib yang menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Union.
Ketiga gol Ebnoutalib lahir dari naluri tajam seorang penyerang haus gol. Gol pertamanya adalah eksekusi jarak dekat khas pemain predator, disusul gol kedua hanya 51 detik kemudian memanfaatkan kesalahan Leopold Querfeld. Gol penutupnya di babak kedua, sebuah voli klinis dari dalam kotak penalti, tidak hanya nyaris memastikan tiga poin bagi Frankfurt, tetapi juga mengukuhkan namanya dalam catatan sejarah klub. Ia menjadi pemain Eintracht pertama yang mencetak hat-trick di Bundesliga sejak Luka Jović membukukan lima gol melawan Fortuna Düsseldorf pada Oktober 2018.
Bagi pengamat sepak bola Jerman, performa Ebnoutalib bukanlah kejutan besar. Sebelum pindah ke Frankfurt pada Januari lalu, ia telah mencetak 12 gol dalam 17 laga Bundesliga 2 bersama Elversberg. Cedera ligamen sempat menghentikan lajunya, membuatnya absen dalam sembilan pertandingan pada paruh kedua musim lalu. Kini, dengan kondisi fisik yang prima, ia kembali menunjukkan kualitas yang membuat Frankfurt berani merekrutnya. Total koleksinya musim ini sudah empat gol, termasuk satu gol saat Frankfurt menghancurkan Tönis 11-0 di putaran pertama DFB Cup.
Klopp, yang baru mengambil alih kursi pelatih timnas Jerman, tengah membangun era baru dengan memberi kesempatan kepada banyak pemain. Sebelum laga Bayern Munich melawan Stuttgart, Klopp mengungkapkan bahwa ia telah menghubungi Dženan Pejčinović, striker Wolfsburg yang juga sedang dalam performa impresif. Jika Pejčinović masuk dalam radar, maka tidak ada alasan bagi Ebnoutalib untuk tidak diperhitungkan. Apalagi, pemain kelahiran Frankfurt ini pernah membela tim U-15 Maroko, namun masih memungkinkan untuk membela negara kelahirannya.
Bagi publik Indonesia, perkembangan ini menarik untuk disimak. Bundesliga memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, dan cerita kebangkitan pemain muda seperti Ebnoutalib sering kali menjadi inspirasi. Selain itu, dengan semakin banyaknya pemain Asia Tenggara yang merumput di Eropa, performa konsisten di liga top seperti Bundesliga bisa membuka pintu bagi talenta Indonesia untuk lebih dilirik klub-klub Eropa. Namun, yang lebih penting, persaingan ketat di timnas Jerman menunjukkan bahwa tidak ada jaminan tempat bagi siapa pun, terlepas dari seberapa gemilang performa di klub.
Ebnoutalib sendiri mengaku tidak menyangka bisa mencetak tiga gol. "Tiga gol selalu menyenangkan, tapi sayang hanya cukup untuk satu poin. Kami semua berjuang keras. Union punya banyak pemain tinggi, jadi sulit saat mereka memainkan bola panjang. Saya senang dan berterima kasih kepada tim; saya ingin membantu. Saya selalu menetapkan target, saya selalu ingin bermain baik, tapi saya benar-benar tidak menyangka bisa mencetak tiga gol," ujarnya usai laga, seperti dikutip dari laman resmi Bundesliga.
Pertanyaan besarnya sekarang: akankah Ebnoutalib mampu mempertahankan performa ini sepanjang musim? Jika ya, bukan tidak mungkin ia akan segera menerima panggilan dari Klopp. Namun, konsistensi adalah kunci, dan banyak pemain yang sempat bersinar di awal musim justru meredup seiring berjalannya waktu. Akankah Ebnoutalib menjadi pengecualian, atau hanya akan menjadi kilatan sesaat di Bundesliga? Waktu yang akan menjawab.



