Ipoh Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Parade Hari Nasional: 8 Ruas Jalan Ditutup Bergilir
Baca dalam 60 detik
- Penutupan jalan di pusat kota Ipoh akan berlangsung 28โ31 Agustus untuk gladi resik dan puncak perayaan Hari Nasional tingkat negara bagian.
- Delapan ruas jalan utama, termasuk kawasan Little India dan depan Balai Kota, akan ditutup mulai pukul 06.00 waktu setempat.
- Polisi setempat mengimbau pengendara memakai jalur alternatif guna menghindari kemacetan selama empat hari tersebut.

Pemerintah kota Ipoh, Malaysia, memastikan sejumlah ruas jalan di pusat kota akan ditutup secara bertahap mulai Jumat (28/8) hingga Senin (31/8) mendatang. Langkah ini diambil untuk mendukung gladi resik serta puncak perayaan Hari Nasional tingkat negara bagian yang digelar di sepanjang Jalan Panglima Bukit Gantang Wahab, tepat di depan Balai Kota Ipoh.
Kepala Polisi Distrik Ipoh, Asisten Komisaris Muhammad Najib Hamzah, menjelaskan penutupan jalan akan dimulai pukul 06.00 waktu setempat pada hari-hari yang terdampak. Menurutnya, rekayasa lalu lintas ini diperlukan demi kelancaran jalannya acara yang melibatkan parade besar dan pengawalan pasukan kehormatan utama.
"Untuk memastikan program berjalan lancar, kami akan memberlakukan penutupan jalan penuh dan pengalihan arus. Pengendara kami minta merencanakan perjalanan dan memilih rute alternatif agar terhindar dari kemacetan," ujar Najib dalam pernyataan resmi, Senin (24/8).
Sejumlah ruas jalan yang terdampak meliputi Ipoh Padang, Jalan Sultan Idris Shah, Jalan Sultan Iskandar Shah, Jalan Tun Sambanthan (kawasan Little India), Jalan Tan Sri Tajudin Ali, Bulatan Bahagia (Medan Kidd), Jalan Panglima Bukit Gantang Wahab, dan Jalan SP Seenivasagam. Penutupan dan pengalihan arus akan berlaku selama gladi resik pada Jumat (28/8) dan Sabtu (29/8), serta pada hari puncak perayaan, Senin (31/8).
Selain itu, gladi resik untuk parade Pasukan Kehormatan Utama juga akan menutup jalan di depan Balai Kota pada Jumat (28/8) dan Minggu (30/8), mulai pukul 06.00 hingga acara selesai. Polisi memperkirakan kepadatan kendaraan akan meningkat signifikan di sekitar lokasi, terutama pada jam-jam awal penutupan.
Bagi warga Indonesia yang kerap melintasi perbatasan atau berencana berkunjung ke Malaysia, situasi ini menjadi pengingat pentingnya memantau informasi lalu lintas sebelum bepergian. Meski perayaan Hari Nasional Malaysia tidak berdampak langsung pada wilayah Indonesia, pola rekayasa lalu lintas serupa sering kali diterapkan di kota-kota besar Indonesia saat acara kenegaraan, seperti upacara 17 Agustus di Jakarta. Pengalaman Ipoh ini bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya koordinasi antara aparat dan masyarakat dalam mengelola mobilitas saat hajatan besar.
Menurut pengamat transportasi perkotaan, penutupan jalan yang terencana dengan baik justru dapat mengurangi kekacauan dibandingkan pengalihan arus yang mendadak. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada sosialisasi yang masif dan kesiapan jalur alternatif. Di Ipoh, polisi telah mengumumkan penutupan sejak empat hari sebelumnya, memberi waktu bagi warga untuk menyesuaikan rute.
Ke depan, warga Ipoh dan sekitarnya perlu bersabar selama empat hari ke depan. Pertanyaannya, apakah rekayasa lalu lintas ini akan berjalan mulus tanpa insiden? Semua mata tertuju pada koordinasi lapangan dan kepatuhan pengendara terhadap arahan petugas.



