Saham Kripto Melonjak: Intervensi Treasury AS dan Dukungan Trump Picu Reli Bitcoin
Baca dalam 60 detik
- Lonjakan harga aset kripto terjadi setelah Treasury AS menggandakan pembelian kembali obligasi jangka panjang, meredakan kekhawatiran imbal hasil.
- Tekanan politik dari Gedung Putih untuk mengesahkan Clarity Act menjadi katalis utama, meskipun masih ada hambatan bipartisan terkait konflik kepentingan.
- Reli ini dipandang sebagai sinyal positif jangka pendek, namun volatilitas pasar dan ketidakpastian regulasi tetap menjadi risiko bagi investor.

Saham-saham terkait kripto dan harga aset digital mencatat kenaikan signifikan pada Kamis, sehari setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan langkah untuk menopang pasar obligasi jangka panjang. Keputusan ini, ditambah dorongan langsung dari Presiden Donald Trump agar Kongres segera mengesahkan aturan main industri aset digital, berhasil mengerek sentimen risiko di pasar global.
Intervensi Treasury yang menggandakan ukuran pembelian kembali (buyback) obligasi berdurasi panjang ini merupakan respons atas aksi jual besar-besaran yang mendorong imbal hasil obligasi 30 tahun ke level tertinggi sejak 2007. Padahal, imbal hasil yang tinggi biasanya menjadi tekanan bagi aset berisiko seperti kripto karena meningkatkan daya tarik investasi yang lebih aman. Meski intervensi tersebut relatif kecil dan hanya memberikan efek jangka pendek bagi pasar obligasi, analis menilai langkah ini tetap menjadi sinyal positif bagi pasar kripto.
Bitcoin, mata uang kripto terbesar, tercatat melonjak 3,48 persen ke level US$71.505, menembus angka psikologis US$70.000 untuk pertama kalinya sejak Juni. Namun, perlu dicatat bahwa aset ini masih kehilangan sekitar 18 persen nilainya sepanjang tahun ini dan terpaut 43 persen dari rekor tertingginya pada Oktober lalu. Ether juga menguat 2,46 persen ke US$2.272, level tertingginya dalam tiga bulan terakhir.
Di bursa saham, Coinbase Global naik 6,05 persen, Strategy (perusahaan yang dikenal sebagai pemegang bitcoin terbesar) menguat 4 persen, dan produsen mesin penambang bitcoin Canaan melonjak 10,37 persen. Penerbit stablecoin Circle dan platform trading Robinhood masing-masing naik 3,8 persen dan 0,42 persen. Reli ini dipicu oleh aksi tutup posisi jual (short-covering) setelah perdagangan yang sempit dalam beberapa pekan terakhir, seperti diungkapkan Alex Kuptsikevich, analis pasar utama di broker FxPro.
Faktor politik juga menjadi pendorong utama. Trump, yang berjanji menjadikan AS sebagai "ibu kota kripto dunia", mendesak anggota parlemen dalam acara di Gedung Putih bersama para eksekutif kripto untuk mengesahkan "versi yang adil" dari Clarity Act, sebuah rancangan undang-undang yang mandek di Senat. Analis dari U.S. Tiger Securities, Bo Pei, menilai komentar Trump ini "positif secara inkremental" karena menunjukkan tekanan langsung dari Gedung Putih kepada Kongres untuk menyelesaikan legislasi tersebut.
Clarity Act, jika disahkan, akan mendefinisikan apakah kripto tergolong sekuritas atau komoditas, sekaligus memperjelas yurisdiksi antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Tanpa legislasi yang jelas, aturan yang ada dianggap rentan terhadap perubahan politik dan tantangan hukum. Namun, banyak anggota Partai Demokrat dan sebagian Republikan menolak mendukung RUU tersebut tanpa klausul kuat yang melarang pejabat politik, termasuk Trump, mengambil keuntungan dari proyek kripto mereka sendiri. Trump sendiri mengungkapkan pendapatan lebih dari US$1,4 miliar dari ventura kripto keluarganya pada 2025.
Bagi pasar Indonesia, pergerakan ini patut dicermati. Meski regulasi aset kripto di dalam negeri sudah diatur oleh Bappebti, dinamika di AS sering kali menjadi acuan harga global. Kenaikan bitcoin berpotensi meningkatkan minat investor ritel Tanah Air, tetapi juga membawa risiko volatilitas yang tinggi. Pengamat pasar lokal mengingatkan agar investor tidak terjebak euforia jangka pendek, mengingat fundamental regulasi di AS masih belum pasti.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah momentum ini dapat bertahan. Intervensi Treasury hanya bersifat sementara, dan nasib Clarity Act di Senat masih menggantung. Jika legislasi gagal, bukan tidak mungkin reli ini akan meredup. Sebaliknya, jika berhasil disahkan, industri kripto bisa memasuki era baru dengan kepastian hukum yang lebih kuat. Investor kini menanti langkah Kongres AS dalam beberapa pekan ke depan.



