Roma Hancurkan Fiorentina 4-0: Malen Hat-trick, Dybala Tiga Assist
Baca dalam 60 detik
- Donyell Malen mencetak hat-trick dan Paulo Dybala menyumbang tiga assist saat AS Roma menang telak 4-0 atas Fiorentina di pekan pembuka Serie A.
- Kemenangan ini menjadi debut yang buruk bagi pelatih anyar Fiorentina, Fabio Grosso, yang baru menggantikan Paolo Vanoli pada musim panas ini.
- Hasil ini menempatkan Roma di jajaran tim yang meraih tiga poin penuh pada matchday pertama, sementara Fiorentina harus segera berbenah.

AS Roma memulai musim Serie A 2025/2026 dengan cara yang spektakuler. Menjamu Fiorentina di Stadio Olimpico, Senin (25/8) malam WIB, tim asuhan Gian Piero Gasperini menang telak 4-0. Donyell Malen menjadi bintang dengan mencetak hat-trick, sementara Paulo Dybala tampil impresif dengan tiga assist. Kemenangan ini langsung menempatkan Roma di papan atas klasemen sementara, sekaligus menjadi sinyal kuat bagi para pesaing scudetto.
Laga ini menjadi ujian perdana bagi Fabio Grosso, pelatih anyar Fiorentina yang ditunjuk menggantikan Paolo Vanoli pada bursa musim panas. Meski Vanoli berhasil membawa Viola bertahan di Serie A musim lalu, manajemen klub memilih berganti arah dengan mendatangkan eks bek timnas Italia tersebut. Namun, debut Grosso berjalan pahit. Timnya tampil tanpa perlawanan berarti dan harus pulang dengan kepala tertunduk.
Sejak menit awal, Roma sudah menunjukkan agresivitasnya. Formasi 3-4-2-1 racikan Gasperini langsung menekan pertahanan Fiorentina yang mengandalkan skema 4-3-2-1. Dybala dan Rodrigo Mora bergerak bebas di belakang Malen, menciptakan kebuntuan bagi lini belakang Viola. Fiorentina yang mengandalkan Franco Mastantuono sebagai motor serangan kesulitan mengembangkan permainan. Sepanjang babak pertama, mereka hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran.
Gol pembuka Roma lahir pada menit ke-27. Dybala memberikan umpan terobosan kepada Malen yang dengan tenang menaklukkan David de Gea. Keunggulan tersebut menggandakan pada menit ke-52, kali ini Malen menerima bola dari Dybala, lalu melepaskan tembakan keras ke pojok atas gawang. Hat-trick pemain asal Belanda itu tercipta pada menit ke-60 setelah Dybala kembali menjadi penyuplai assist. Grosso mencoba mengubah keadaan dengan memasukkan Moise Kean dan dua pemain muda pada menit ke-63, tetapi upaya itu tidak membuahkan hasil. Roma menutup pesta lewat gol Nicolo Pisilli di menit-menit akhir.
Kekalahan telak ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Fabio Grosso. Ia dituntut segera membenahi organisasi permainan, terutama di lini tengah yang dikuasai penuh oleh Roma. Sementara itu, bagi Gian Piero Gasperini, kemenangan ini membuktikan bahwa racikannya mampu bersaing di papan atas. Kedalaman skuad yang dimiliki Roma, dengan kehadiran pemain seperti Dybala dan Malen, menjadi modal berharga untuk menghadapi jadwal padat musim ini.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena memperlihatkan bagaimana tim-tim besar Eropa beradaptasi dengan perubahan pelatih dan strategi. Fiorentina, yang sempat dikaitkan dengan pemain naturalisasi asal Indonesia, juga menjadi sorotan. Namun, performa buruk mereka pada laga pembuka ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi para pemain yang memperkuat timnas Indonesia jika ingin berkarier di liga sekelas Serie A.
Dengan hasil ini, Roma bergabung dengan delapan tim lain yang meraih kemenangan pada pekan pertama. Hanya satu pertandingan yang berakhir imbang, yaitu antara Como dan Udinese. Pertanyaan besarnya, akankah Roma mampu mempertahankan performa ini dan menjadi kandidat kuat scudetto? Atau justru Fiorentina yang akan bangkit dan membuktikan bahwa kekalahan ini hanyalah sebuah kebetulan? Musim masih panjang, dan semua akan terjawab seiring berjalannya kompetisi.



