Uji Mental Wallabies di Argentina: Ben Donaldson Sebut Kemenangan Kunci Kepercayaan Diri Jelang Piala Dunia 2027
Baca dalam 60 detik
- Australia menjalani dua laga tandang melawan Argentina dalam rentang dua pekan, yang dinilai krusial untuk membangun kepercayaan diri tim.
- Pelatih baru Les Kiss mulai menerapkan gaya bermain lebih direct, dengan keseimbangan antara serangan lebar dan penetrasi tengah.
- Hasil positif di Argentina akan menjadi modal penting bagi Wallabies menuju Piala Dunia 2027 yang mereka gelar sendiri.

Buenos Aires โ Dua pertandingan tandang melawan Argentina dalam rentang waktu dua pekan dianggap sebagai ujian mental yang signifikan bagi Australia, terutama dengan semakin dekatnya Piala Dunia 2027 yang akan mereka gelar di kandang sendiri. Pemain belakang Ben Donaldson menegaskan bahwa setiap kemenangan di lingkungan yang tidak bersahabat akan menjadi suntikan kepercayaan diri yang sangat berharga bagi skuad Wallabies.
Australia akan menghadapi Los Pumas di San Salvador de Jujuy pada Sabtu ini, kemudian bertemu lagi di Mendoza sepekan kemudian. Laga ini merupakan bagian dari persiapan intensif menuju turnamen dunia yang akan dimulai pada 1 Oktober 2027, dengan pertandingan pembuka Australia melawan Hong Kong di Perth. Donaldson, yang baru berusia 27 tahun, menyampaikan bahwa setiap pertandingan memiliki bobot yang besar, terutama karena tahun depan akan menjadi tahun yang menentukan bagi tim.
โKami akan menghadapi tim Argentina yang kuat, dan kami telah memiliki banyak pertarungan hebat dengan mereka di masa lalu,โ ujar Donaldson dalam konferensi pers di Buenos Aires, Selasa (25/8). Ia menambahkan bahwa setiap laga tandang, khususnya di Argentina, selalu menjadi momen besar, namun tim harus fokus pada satu pertandingan pada satu waktu.
Sejauh ini, Australia telah memainkan lima test match pada tahun ini, dan masih ada sembilan pertandingan lagi hingga akhir November, ditambah sejumlah laga uji coba tambahan tahun depan. Bagi Donaldson, setiap kali mengenakan jersey kebanggaan, mereka harus memberikan yang terbaik, dan itu dimulai akhir pekan ini.
Laga melawan Argentina ini juga menjadi ajang ketiga bagi pelatih baru Les Kiss, yang mengambil alih kursi kepelatihan dari Joe Schmidt. Kiss langsung memberikan warna berbeda dengan menuntut serangan yang lebih langsung. Donaldson, yang turun dari bangku cadangan dan bermain sekitar 20 menit di kedua laga melawan Jepang, mengaku menikmati pendekatan baru ini. Ia menjelaskan bahwa tim sedang mencari keseimbangan antara bermain melebar dan menembus pertahanan lawan secara langsung.
โIni keseimbangan yang halus antara mencoba bermain dengan lebih lebar, melempar bola keluar, tetapi juga mencoba menembus mereka, langsung pada saat yang sama,โ kata Donaldson. Sebagai fly-half, ia mengaku lebih menyukai permainan yang lebih lebar karena memberi ruang bagi pemain belakang luar, namun ia juga memahami pentingnya bermain direct untuk memulai pertandingan.
Bagi pengamat rugby di Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Meski rugby bukan olahraga arus utama di Tanah Air, pertumbuhan komunitas rugby lokal mulai terlihat, dan keberhasilan tim-tim besar seperti Australia dalam membangun fondasi menuju Piala Dunia bisa menjadi inspirasi. Selain itu, dengan semakin dekatnya Piala Dunia 2027, ada peluang bagi penggemar Indonesia untuk menyaksikan turnamen tersebut secara langsung, mengingat Australia adalah negara tetangga yang relatif mudah dijangkau.
Pertanyaan yang kini mengemuka adalah apakah Les Kiss mampu mempertahankan momentum positif dan membawa Australia tampil konsisten di dua laga tandang yang berat ini. Jika berhasil, kepercayaan diri tim akan melonjak, tetapi jika gagal, tekanan akan semakin besar menjelang turnamen besar di rumah sendiri.



