Regulator Filipina Siap Perketat Modal Perusahaan Sekuritas: Reformasi Pasar Modal Makin Agresif
Baca dalam 60 detik
- Otoritas jasa keuangan Filipina berencana menaikkan ambang batas modal minimum bagi pialang saham, yang terakhir ditetapkan seperempat abad lalu.
- Langkah ini merupakan bagian dari agenda reformasi yang lebih luas untuk meningkatkan kepercayaan investor dan daya saing pasar modal di kawasan.
- Kebijakan tersebut berpotensi memicu konsolidasi industri sekuritas dan menjadi perhatian bagi pelaku pasar di Indonesia yang tengah menggenjot literasi investasi.

Otoritas regulator pasar modal Filipina, Securities and Exchange Commission (SEC), tengah mengkaji ulang ketentuan modal minimum bagi perusahaan pialang saham. Rencana ini muncul di tengah dorongan untuk memperkuat integritas pasar dan mengejar ketertinggalan dari negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
Ketua SEC Filipina, Francis Lim, dalam keterangan persnya Senin lalu mengungkapkan bahwa ambang modal yang berlaku saat ini, yakni 100 juta peso atau sekitar 1,6 juta dolar AS, sudah berusia 25 tahun dan dinilai tidak lagi relevan dengan dinamika industri. Banyak pialang yang masih beroperasi dengan modal jauh di bawah ketentuan, bahkan ada yang hanya bermodal 30 juta peso. Menurut Lim, temuan di lapangan menunjukkan bahwa pelaku pasar yang bermasalah kerap kali memiliki struktur permodalan yang lemah.
โMenjadi pialang itu bukan sekadar jual-beli efek. Mereka harus berkontribusi dalam pengembangan pasar, termasuk lewat edukasi investor dan kepatuhan regulasi,โ ujar Lim, menegaskan bahwa modal menjadi fondasi penting bagi peran tersebut. Pernyataan ini sekaligus mengisyaratkan bahwa SEC tidak hanya fokus pada penegakan aturan, tetapi juga pada kualitas pelaku industri.
Langkah ini merupakan bagian dari gelombang reformasi yang digencarkan SEC di bawah kepemimpinan Lim, yang ditunjuk langsung oleh Presiden Ferdinand Marcos Jr. tahun lalu. Sebelumnya, SEC telah memperkenalkan sejumlah aturan yang membuka jalan bagi rencana pencatatan saham perdana (IPO) Mynt Inc., induk dari dompet digital GCash, serta unit pusat data PLDT Inc. melalui skema real estate investment trust (REIT).
Namun, tidak semua kebijakan berjalan mulus. Penerapan batas masa jabatan bagi direktur pialang di Bursa Efek Filipina (PSE) memicu gugatan hukum. SEC juga telah mengajukan tuntutan pidana terhadap Villar Land Holdings Corp., milik taipan Manuel Villar, atas dugaan manipulasi pasar, insider trading, dan keterbukaan informasi yang menyesatkan. Pihak Villar membantah semua tuduhan tersebut.
โSaya tidak ingin ada rasa memiliki yang berlebihan di pasar modal ini; semua pihak harus berkontribusi,โ tegas Lim. Pernyataan ini mencerminkan sikap tegas regulator dalam menciptakan ekosistem pasar yang adil dan akuntabel.
Bagi Indonesia, langkah SEC Filipina ini menjadi cermin bahwa penguatan regulasi pasar modal adalah keniscayaan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri tengah gencar mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, termasuk melalui penyesuaian aturan modal bagi perusahaan efek. Meski demikian, kebijakan serupa di Indonesia perlu mempertimbangkan kesiapan industri, terutama pialang skala kecil-menengah yang mendominasi lanskap pasar.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah bagaimana SEC Filipina menyeimbangkan antara ambisi reformasi dan resistensi dari pelaku pasar. Lim sendiri mengaku masih mendalami kajian dan belum memberikan kepastian waktu. โKami masih mempelajari. Saat kami bertindak, kami lakukan dengan hati-hati, agar jika digugat, kami punya pembelaan yang kuat,โ ujarnya. Sikap ini menunjukkan bahwa regulator tidak ingin terburu-buru, tetapi juga tidak akan mundur dari komitmennya.



