Tottenham Darurat Striker: Savinho Butuh Partner, Mateta Masuk Radar
Baca dalam 60 detik
- Tottenham menelan kekalahan 0-3 dari Brentford di laga perdana Premier League, meski telah memecahkan rekor transfer untuk Mateus Fernandes dan Sandro Tonali.
- Savinho, rekrutan mahal senilai ยฃ85 juta, dianggap gagal total di Manchester City musim lalu, tetapi diyakini bisa bersinar jika didukung penyerang tengah yang tajam.
- Jean-Philippe Mateta dari Crystal Palace menjadi kandidat kuat untuk mengisi lini depan Spurs, dengan agennya yang telah menawarkan pemain ke sejumlah klub besar Inggris.

Kekalahan telak 0-3 dari Brentford pada laga perdana Premier League akhir pekan lalu menjadi alarm bagi Tottenham Hotspur. Meski telah memecahkan rekor transfer untuk Mateus Fernandes dan Sandro Tonali, The Lilywhites justru tampil tanpa daya di lini depan. Sorotan tajam kini mengarah pada kebutuhan mendesak akan seorang penyerang tengah yang mampu mengonversi peluang, terutama untuk mendukung duet anyar Savinho dan Omar Marmoush yang segera bergabung.
Manajer Roberto De Zerbi dihadapkan pada teka-teki besar: bagaimana mengoptimalkan potensi Savinho yang dibeli dengan harga fantastis ยฃ85 juta? Angka itu terasa janggal mengingat pemain Brasil tersebut hanya mencetak satu gol di liga sepanjang musim lalu. Namun, analisis menunjukkan bahwa minimnya menit bermain di Manchester City menjadi biang keladi. Savinho hanya tampil 36 kali dengan total 1.502 menit, bahkan starter hanya tujuh kali di Premier League. Situasi ini kontras dengan musim 2024/25 ketika ia bersinar, mencatatkan 11 assist dan masuk dalam 7 persen pemain sayap terbaik Eropa untuk dribel sukses per 90 menit.
Persoalan Tottenham tidak berhenti di situ. Richarlison, yang menjadi top skor dengan 12 gol musim lalu, tampil memprihatinkan saat melawan Brentford: hanya 17 sentuhan, tanpa tembakan, dan kehilangan bola pada gol kedua lawan. Dominic Solanke pun belum pulih dari cedera. Tanpa penyerang tengah yang haus gol, kreativitas Savinho dan Marmoush akan sia-sia. Karena itu, bursa transfer yang akan ditutup Senin depan menjadi penentu nasib Spurs musim ini.
Nama Jean-Philippe Mateta muncul sebagai solusi paling realistis. Menurut laporan TEAMtalk, agen pemain Crystal Palace itu telah menawarkan jasanya ke sejumlah klub, termasuk Tottenham, Manchester United, dan Aston Villa. Mateta, yang sempat gagal pindah ke AC Milan pada Januari, menunjukkan konsistensi dengan mencetak dua digit gol dalam tiga musim beruntun. Musim lalu ia membukukan 15 gol, dengan ekspektasi gol (xG) per 90 menit mencapai 0,59, hanya kalah dari Erling Haaland dan Enes Unal. Legenda Wayne Rooney bahkan menyebutnya sebagai salah satu striker terbaik Eropa.
Kombinasi Mateta dan Savinho berpotensi menjadi mimpi buruk bagi pertahanan lawan. Savinho, yang gemar memotong dari sayap kiri, akan mendapat target umpan yang cerdas dalam mencari ruang. Meski Mateta juga tercatat banyak membuang peluang (20 big chances missed), kemampuannya untuk selalu berada di posisi tepat adalah aset berharga. Pertanyaannya, akankah De Zerbi berani mengambil risiko mendatangkan Mateta di saat-saat terakhir bursa? Atau justru akan mengandalkan Marmoush yang lebih fleksibel? Keputusan ini akan menentukan apakah Spurs mampu bangkit dari keterpurukan atau kembali terpuruk di musim yang penuh harapan ini.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisruh Tottenham ini menarik untuk disimak. Bagaimana klub sebesar Spurs bisa salah urus lini depan, sementara klub-klub Asia Tenggara mulai serius membangun akademi? Pelajaran yang bisa diambil adalah pentingnya perencanaan rekrutmen yang matang, bukan sekadar membeli pemain mahal. Jika Tottenham gagal mendatangkan striker baru, mereka berisiko mengulang musim lalu yang penuh kekecewaan. Sebaliknya, jika Mateta datang, ia bisa menjadi katalis kebangkitan Spurs dan membuktikan bahwa investasi besar pada Savinho tidak sia-sia. Akankah De Zerbi berani mengambil keputusan berani di menit-menit akhir?



