Man City Kunci Transfer Allan Elias dari Palmeiras: Rp 700 Miliar untuk Sayap Masa Depan
Baca dalam 60 detik
- Manchester City mencapai kesepakatan dengan Palmeiras untuk merekrut winger Allan Elias senilai hingga Rp 700 miliar.
- Kedatangan pemain 22 tahun itu menjadi pengganti Savinho yang santer dikaitkan dengan Tottenham Hotspur.
- City juga masih bernegosiasi melepas Omar Marmoush ke Spurs, berpotensi mengubah lini serang mereka.

Manchester City bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini dengan mengunci kesepakatan untuk mendatangkan winger asal Brasil, Allan Elias, dari Palmeiras. Nilai transfernya mencapai angka fantastis, sekitar ยฃ34,2 juta atau setara Rp 700 miliar, menjadikannya salah satu pembelian termahal klub asal Manchester tersebut untuk posisi sayap.
Pemain berusia 22 tahun itu diproyeksikan menjadi penerus Savinho, rekan senegaranya yang dikabarkan akan hengkang ke Tottenham Hotspur. Langkah ini menunjukkan strategi City yang tidak hanya fokus pada hasil instan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk regenerasi skuad. Allan, yang baru menembus tim utama Palmeiras pada 2025, dianggap memiliki potensi besar untuk berkembang di bawah arahan Pep Guardiola.
Kesepakatan antara kedua klub mencakup biaya tetap sebesar ยฃ32 juta plus tambahan ยฃ2,2 juta yang bergantung pada pencapaian tertentu. Proses medical check-up dijadwalkan dalam beberapa hari ke depan, menandakan transaksi ini hampir rampung. Namun, City belum berhenti berbelanja; mereka juga masih dalam pembicaraan lanjutan untuk melepas penyerang asal Mesir, Omar Marmoush, ke Spurs. Sumber internal menyebut peluang kesepakatan tersebut cukup besar sebelum tenggat 1 September.
Selain Marmoush, gelandang Nico Gonzalez juga berpotensi meninggalkan Etihad Stadium. Newcastle United dikabarkan sangat berminat memboyong pemain asal Spanyol itu. Jika kedua transfer ini terealisasi, City akan mengalami perombakan signifikan di lini tengah dan depan, sekaligus meraup dana segar yang bisa digunakan untuk belanja pemain lain.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan City di bursa transfer ini menarik untuk disimak. Klub-klub Eropa semakin agresif merekrut talenta muda dari Amerika Selatan, dan hal ini berdampak pada persaingan di liga-liga top. Selain itu, dengan semakin banyaknya pemain Asia Tenggara yang merumput di Eropa, seperti pemain Timnas Indonesia yang kini mulai dilirik klub-klub Eropa, strategi City dalam membangun skuad muda bisa menjadi referensi bagi pengembangan sepak bola nasional.
Menurut analis sepak bola Eropa, keputusan City untuk merekrut Allan Elias menunjukkan pergeseran strategi dari membeli pemain bintang berusia matang menjadi investasi pada talenta muda yang masih bisa diasah. Ini sejalan dengan model multi-klub yang mereka kembangkan, di mana pemain muda bisa dipinjamkan ke klub satelit untuk mendapatkan menit bermain. Langkah ini juga menjadi jawaban atas kritik bahwa City hanya mengandalkan kekuatan finansial tanpa membangun fondasi jangka panjang.
Di sisi lain, Tottenham yang tengah membangun ulang skuad di bawah pelatih baru, Ange Postecoglou, terlihat serius mendatangkan pemain-pemain berkualitas dari City. Setelah sukses meminjam dan membeli pemain seperti Giovani Lo Celso, Spurs kini membidik Savinho dan Marmoush. Jika kedua transfer ini sukses, Spurs akan memiliki lini serang yang lebih tajam dan muda, siap bersaing di papan atas Premier League.
Namun, ada satu pertanyaan yang menggantung: apakah Allan Elias mampu langsung beradaptasi dengan kerasnya Premier League? Pengalaman Savinho di City musim lalu menunjukkan bahwa adaptasi tidak selalu mulus. Jika Allan gagal bersinar, City bisa menghadapi masalah di sisi sayap, terutama jika Savinho benar-benar hengkang. Apakah Guardiola punya rencana cadangan yang matang, atau ini adalah perjudian yang terlalu berisiko? Hanya waktu yang akan membuktikan.



