Lucy Davis Tampil Perdana di Depan Publik Usai Umumkan Kanker Payudara Stadium Empat, Sang Ayah Beri Dukungan
Baca dalam 60 detik
- Aktris The Office, Lucy Davis, menghadiri konvensi di London didampingi sang ayah, Jasper Carrott, sebagai penampilan publik pertamanya setelah mengumumkan diagnosis kanker payudara stadium empat.
- Davis bergabung dengan Simon Pegg dan Edgar Wright dalam panel peringatan film Shaun of the Dead, sambil berbagi pesan tentang harapan dan pentingnya dukungan komunitas.
- Kisah Davis menyoroti realitas hidup dengan penyakit kronis di industri hiburan, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya deteksi dini dan dukungan keluarga.

Lucy Davis, aktris yang dikenal lewat perannya sebagai Dawn Tinsley dalam serial komedi The Office, kembali tampil di hadapan publik untuk pertama kalinya sejak mengumumkan diagnosis kanker payudara stadium empat yang tidak dapat disembuhkan. Penampilan tersebut berlangsung di konvensi For the Love of Fantasy and Sci-Fi di ExCeL London, Sabtu (22/8/2026), hanya 11 hari setelah ia membagikan kabar kesehatannya. Kehadirannya menjadi momen emosional, terlebih sang ayah, komedian Jasper Carrott, terlihat mengawasi dari belakang panggung.
Dalam acara yang merayakan film komedi zombie Shaun of the Dead (2004), Davis bergabung dengan rekan mainnya, Simon Pegg, dan sutradara Edgar Wright. Ia berperan sebagai Dianne dalam film tersebut. Menurut laporan Daily Mail, Davis yang kini berusia 53 tahun berjalan perlahan menuju panggung karena rasa sakit akibat penyakitnya kerap menyulitkan dirinya untuk berdiri dan berjalan, bahkan kadang membutuhkan kursi roda. Kanker yang dideritanya telah menyebar ke tulang, termasuk tulang belakang, pinggul kanan, dan rusuk.
Di tengah keterbatasan fisiknya, Davis menyampaikan pesan yang menyentuh kepada para penggemar yang hadir. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan komunitas yang ia rasakan. “Ini seperti keluarga kedua yang tak pernah Anda tahu Anda miliki. Semua orang seperti komunitas, ramah, mendukung kami, tetapi kalian dan satu sama lain. Jadi saya cukup berharap tentang itu, sejujurnya,” ujarnya. “Kita butuh sedikit lebih banyak kebaikan di dunia ini, dan kita mendapatkannya di sini. Jadi saya bersyukur untuk kalian.”
Davis juga memberikan nasihat bagi mereka yang bercita-cita berkarier di industri film. Ia menegaskan agar tidak membiarkan siapa pun membatasi impian. “Jangan biarkan siapa pun memberi tahu Anda bahwa Anda tidak bisa melakukan atau menjadi apa pun yang Anda inginkan,” katanya. “Kita semua tumbuh dengan kebohongan dari dunia yang memberi tahu kita bahwa kita memiliki keterbatasan, dan tidak ada satu pun dari kita yang memilikinya. Satu-satunya keterbatasan kita adalah hal-hal yang kita pikir membatasi kita. Anda bisa melakukan apa saja dan menjadi siapa saja, dan jangan minta maaf untuk itu.”
Karier Davis membentang luas, dari peran sebagai resepsionis di The Office (2001–2003), Etta Candy di Wonder Woman, Hilda Spellman di Chilling Adventures of Sabrina, hingga Shaun of the Dead. Pada 11 Agustus lalu, ia mengumumkan bahwa ia telah didiagnosis menderita kanker payudara stadium empat 18 bulan sebelumnya. Penyakitnya telah menyebar ke tulang dan dianggap terlalu lanjut untuk kemoterapi. Dalam unggahan Instagram-nya, Davis mengisahkan awal mula ia menemukan benjolan kecil yang hampir tidak ia perhatikan. “Benjolan awal yang saya rasakan, bukanlah ‘benjolan’ seperti itu; melainkan semacam titik keras. Sangat kecil. Saya hampir tidak memeriksakannya. Jadi saya rasa saya ingin mengatakan jangan abaikan apa pun – periksakan semuanya,” tulisnya.
Davis menegaskan bahwa humor menjadi bagian penting dalam menghadapi penyakitnya. Ia justru meminta keluarga dan teman-temannya untuk terus menggodanya, bukan memperlakukannya secara berbeda. “Tidak ada yang membuat Anda merasa lebih sakit daripada diperlakukan seolah-olah Anda sakit,” katanya. Ia juga mengaku tidak takut menghadapi masa depan. “Saya tidak takut dengan apa pun yang terjadi selanjutnya. Saya merasa damai dengan itu,” ujarnya.
Respons publik terhadap pengumumannya di luar dugaan. Davis menulis di Instagram bahwa ia “sama sekali tidak tahu” unggahannya akan mendapat perhatian sebesar itu, dan berterima kasih atas “kebaikan dan dukungan yang luar biasa”. Ia menyertakan video lawas saat ia belajar bermain skateboard dengan Malachi Barton di lokasi syuting komedi Disney Channel The Villains of Valley View, di mana ia berperan sebagai Eva Madden.
Kisah Davis juga mengingatkan pada perjuangan kesehatannya di masa lalu. Pada 1997, ia menjalani transplantasi ginjal setelah ibunya mendonorkan organ, dan sempat dirawat karena gagal ginjal sebelum pulih. Ia juga pernah berbicara terbuka tentang diabetes dan bulimia yang pernah dialaminya. Pernikahannya dengan aktor Owain Yeoman, yang dikenal lewat The Mentalist, berakhir dengan perceraian.
Di Indonesia, berita tentang Lucy Davis menyoroti pentingnya kesadaran akan kesehatan payudara. Deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan mamografi secara rutin dapat menyelamatkan nyawa. Dukungan keluarga dan komunitas, seperti yang ditunjukkan Jasper Carrott dan rekan-rekan Davis, juga memainkan peran krusial dalam perjalanan pasien kanker. Kisah Davis menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap industri hiburan, ada manusia yang berjuang melawan penyakit, dan keberanian untuk berbagi cerita dapat menginspirasi banyak orang.
Ke depan, publik akan terus mengikuti perjalanan Davis. Pertanyaannya, bagaimana industri hiburan dan masyarakat dapat lebih mendukung para pekerja kreatif yang menghadapi penyakit kronis? Akankah keterbukaan Davis mendorong lebih banyak figur publik untuk berbicara tentang kesehatan mereka, sehingga mengurangi stigma dan meningkatkan kesadaran? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: keberanian Davis telah meninggalkan jejak yang mendalam.



