Nkunku Kembali ke Leipzig: Milan Restui Kepergian Eks Chelsea dengan Nilai Transfer Mencapai €32 Juta
Baca dalam 60 detik
- Milan secara resmi mengizinkan Christopher Nkunku menjalani tes medis di RB Leipzig, menandai langkah awal kepulangannya ke Bundesliga.
- Kesepakatan pinjaman dengan opsi pembelian senilai total hingga €32 juta menjadi solusi bagi Milan untuk melepas pemain yang tak masuk rencana Ruben Amorim.
- Keputusan ini bagian dari perombakan besar skuad Milan musim panas ini, dengan empat pemain utama lainnya juga terpinggirkan.

AC Milan akhirnya memberi lampu hijau bagi Christopher Nkunku untuk terbang ke Jerman menjalani tes medis bersama RB Leipzig. Keputusan ini mengakhiri spekulasi panjang mengenai masa depan pemain Prancis tersebut, yang hanya bertahan semusim di San Siro setelah diboyong dari Chelsea dengan nilai transfer mencapai €37 juta plus bonus.
Menurut laporan Sky Sport Italia dan jurnalis ternama Gianluca Di Marzio, kesepakatan antara kedua klub telah tercapai dengan skema pinjaman selama satu musim senilai €4 juta, disertai opsi pembelian permanen sebesar €28 juta. Total paket transfer ini bisa mencapai angka €32 juta, menjadikannya salah satu keputusan bisnis penting bagi Milan dalam upaya merampingkan skuad.
Nkunku bukanlah nama asing di Leipzig. Sebelum pindah ke Chelsea pada 2023, ia menghabiskan empat musim produktif di klub Bundesliga tersebut, mencetak banyak gol dan menjadi salah satu bintang liga. Kembalinya ia ke Sachsen dipandang sebagai langkah saling menguntungkan: Leipzig mendapatkan pemain berpengalaman untuk memperkuat lini serang, sementara Milan berhasil mengurangi beban gaji dan mendapatkan dana segar untuk belanja pemain baru.
Keputusan Milan melepas Nkunku tak lepas dari perubahan besar di tubuh tim. Kedatangan pelatih anyar Ruben Amorim menggantikan Massimiliano Allegri yang dipecat sehari setelah musim 2025-26 berakhir, membawa angin perubahan dalam perencanaan tim. Amorim dengan tegas mencoret Nkunku dari rencana musim depan, bersama tiga pemain lain: Fikayo Tomori, Youssouf Fofana, dan Santiago Gimenez. Keempatnya bahkan tidak diberi nomor punggung untuk musim 2026-27 dan absen saat Milan menang 2-1 atas Torino di laga pembuka.
Bagi pengamat sepak bola Italia, langkah ini menunjukkan pragmatisme Milan dalam mengelola keuangan klub. Dengan kegagalan Nkunku memenuhi ekspektasi di Serie A—hanya mencetak tujuh gol—klub memilih memotong kerugian lebih awal daripada mempertahankan pemain yang tidak cocok dengan filosofi Amorim. Di sisi lain, Leipzig melihat peluang emas untuk mendapatkan kembali pemain yang pernah menjadi ikon mereka, dengan harga yang lebih rendah dari nilai pasarnya saat ini.
Konteks ini juga relevan bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti perkembangan Liga Italia dan Bundesliga. Perpindahan pemain sebesar ini kerap menjadi sorotan karena memengaruhi persaingan di kedua liga. Bagi para pengamat transfer, keputusan Milan ini bisa menjadi sinyal bahwa klub-klub Eropa semakin berhati-hati dalam membelanjakan uang, lebih memilih skema pinjaman dengan opsi beli untuk mengurangi risiko.
Nkunku dijadwalkan menjalani tes medis pada Selasa (waktu setempat). Jika semua berjalan lancar, ia akan segera diumumkan sebagai pemain anyar Leipzig untuk musim 2026-27. Pertanyaan besarnya kini: mampukah Nkunku mengembalikan performa terbaiknya di klub yang membesarkan namanya, atau justru kegagalan di Milan menjadi preseden buruk bagi kariernya? Jawabannya akan menentukan apakah langkah ini merupakan keputusan tepat bagi semua pihak.


