Eric Dier Puji Harry Kane Usai Raih Pemain Terbaik Jerman: 'Kamu Layak Ballon d'Or'
Baca dalam 60 detik
- Harry Kane menjadi pemain Inggris pertama yang memenangkan penghargaan Pemain Terbaik Jerman versi majalah kicker, mengungguli rekan setimnya di Bayern Munich, Michael Olise.
- Surat terbuka dari Eric Dier mengungkap momen di pesawat menuju Perth saat Kane pertama kali membicarakan rencana pindah ke Bayern, yang akhirnya mengubah kariernya.
- Dengan 61 gol dalam 51 penampilan musim lalu dan enam gol di Piala Dunia 2026, Kane kini menjadi kandidat kuat Ballon d'Or, dan Dier menilai gelar itu pantas untuknya.

Harry Kane baru saja mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola Jerman sebagai pemain Inggris pertama yang meraih gelar Pemain Terbaik Jerman versi majalah kicker. Di balik prestasi tersebut, mantan rekan setimnya di Bayern Munich, Eric Dier, menulis surat terbuka yang menyentuh, mengungkap kisah persahabatan dan perjalanan karier yang tak terduga.
Kane, yang kini berusia 33 tahun, mengumpulkan 272 suara dalam pemungutan suara yang digelar akhir pekan lalu, jauh mengungguli penyerang Bayern lainnya, Michael Olise, yang hanya meraih 203 suara. Penghargaan ini menjadi puncak dari musim 2025/26 yang luar biasa, di mana Kane mencetak 61 gol dalam 51 penampilan klub. Namun, di balik angka-angka impresif itu, ada kisah personal yang diungkap Dier, yang kini membela Monaco.
Dalam surat yang dimuat di laman kicker, Dier mengenang percakapan di pesawat menuju Perth saat tur pramusim Tottenham Hotspur tiga tahun lalu. "Hei Harry, apakah kamu masih ingat perjalanan ke Perth? Sudah tiga tahun berlalu, tapi aku tidak pernah melupakannya," tulis Dier. Saat itu, Kane untuk pertama kalinya mengungkapkan bahwa Bayern ingin merekrutnya dan ia pun berminat pindah. "Kami berdua saat itu hanya bisa berkata bahwa kemungkinan besar itu akan terjadi, tapi kami tidak pernah membayangkan semuanya akan berjalan sesempurna ini," lanjut Dier.
Kepindahan Kane ke Bayern pada musim panas 2023 memang menjadi titik balik kariernya. Setelah bertahun-tahun haus gelar bersama Tottenham, Kane akhirnya merasakan trofi Bundesliga pada musim 2024/25. Dier, yang juga bagian dari skuad Bayern saat itu, menegaskan bahwa kesuksesan tersebut membawa dampak besar bagi Kane. "Betapa kerennya kita bisa merayakan bersama malam saat resmi dinobatkan sebagai juara," ujar Dier. Ia menambahkan, "Kami harus menunggu lebih lama dari yang kami inginkan, tapi aku yakin kita berdua sepakat bahwa banyak pelajaran berharga yang kami petik selama proses itu."
Performa Kane di Bayern tidak hanya gemilang di level klub, tetapi juga di pentas internasional. Pada Piala Dunia 2026, ia mencetak enam gol dan membawa Inggris finis di posisi ketiga. Kombinasi ini membuatnya menjadi kandidat kuat peraih Ballon d'Or. Dier, yang pernah bermain bersama Kane di Tottenham dan timnas Inggris, menilai penghargaan individu tertinggi itu layak disandang sahabatnya. "Kamu pantas mendapatkan semua kesuksesan yang kamu raih, dan semoga kamu memenangkan Ballon d'Or. Aku tidak mengatakan ini hanya karena aku temanmu. Statistik dan fakta berbicara sendiri, sama seperti hal-hal yang tidak terlihat di tabel Excel," tegas Dier.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pencapaian Kane ini menjadi cermin bagaimana seorang pemain bisa bertransformasi setelah pindah ke liga yang lebih kompetitif. Kepindahan pemain-pemain Asia Tenggara ke Eropa kerap menjadi sorotan, dan kisah Kane bisa menjadi inspirasi bahwa adaptasi dan kerja keras adalah kunci sukses. Namun, pertanyaan besarnya kini: akankah Ballon d'Or akhirnya jatuh ke tangan Kane setelah sekian lama didominasi oleh Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo? Dengan usia yang tak lagi muda, musim depan akan menjadi ujian terakhir baginya untuk membuktikan bahwa ia layak berada di jajaran legenda.


