Prabowo Perintahkan TNI Bentuk Tim Khusus untuk Jangkau Titik Karhutla di Sumsel
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo meminta Panglima TNI menguji coba Tim Alfa untuk operasi pemadaman karhutla di Sumatera Selatan.
- Dukungan tambahan meliputi helikopter water bombing, 20 ekskavator, serta 500 unit pompa dan selang untuk mempercepat penanganan.
- Panglima TNI menyiapkan personel freefall, paramotor, dan fast roping untuk menjangkau medan yang sulit diakses pasukan darat.

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan TNI untuk membentuk satuan tugas khusus guna memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, menyusul meluasnya titik api yang sulit dijangkau pasukan darat. Dalam rapat penanganan karhutla yang dipimpinnya di Palembang, Senin, Kepala Negara secara spesifik meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menguji coba pengerahan Tim Alfa di wilayah tersebut.
Instruksi ini muncul di tengah upaya pemerintah mempercepat pemadaman lahan yang masih terbakar seluas sekitar 1.900 hektare. Prabowo menegaskan bahwa seluruh sumber daya yang tersedia harus difokuskan untuk menuntaskan titik api, sembari meminta jajaran lapangan segera melaporkan kendala agar bantuan tambahan dapat dikirim dari pusat. "Usahakan yang sekarang ini 1.900 hektare ini bisa segera dipadamkan," ujarnya dalam rapat tersebut.
Untuk memperkuat operasi dari udara, Presiden juga meminta penambahan helikopter water bombing di Sumatera Selatan. Helikopter milik TNI yang masih dapat diterbangkan diminta segera dikerahkan. Di sisi lain, pemerintah menyiapkan dukungan logistik darat berupa 20 ekskavator untuk memperkuat kanal serta 500 unit pompa dan selang guna memanfaatkan sumber air dari sumur bor. Langkah ini dinilai penting karena keterbatasan akses air sering menjadi hambatan utama dalam pemadaman lahan gambut.
Menanggapi permintaan tersebut, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan kesiapannya membentuk tim yang terdiri atas personel freefall, paramotor, dan fast roping. Ketiga kemampuan ini dirancang untuk menembus medan berat seperti hutan lebat dan lahan gambut yang tidak bisa dilalui kendaraan darat. "Bisa, Pak. Nanti kita siapkan di sini untuk koordinasi tim freefall dan paramotor dan tim fast roping ke medan-medan yang sulit dijangkau oleh pasukan darat," kata Agus.
Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian kebijakan karhutla yang digencarkan pemerintah dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, Prabowo telah mendorong penggunaan metode "ubi bombing"โpenyebaran bibit ubi dari udara untuk rehabilitasi lahan pasca-kebakaranโserta menyiapkan 1.000 perwira TNI untuk pencegahan di daerah rawan. Instruksi pembuatan sumur bor di setiap hotspot juga telah dikeluarkan, menunjukkan pendekatan yang lebih terstruktur dalam menangani bencana tahunan ini.
Bagi Indonesia, karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga ekonomi dan kesehatan. Asap dari kebakaran lahan kerap menyebabkan kerugian miliaran rupiah, mengganggu aktivitas penerbangan, serta memicu penyakit pernapasan di masyarakat. Dengan melibatkan TNI dan peralatan canggih, pemerintah berharap respons yang lebih cepat dapat meminimalkan dampak yang lebih luas, terutama menjelang musim kemarau puncak.
Ke depan, efektivitas Tim Alfa dan dukungan logistik ini akan menjadi ujian bagi koordinasi antarlembaga dalam penanganan bencana. Pertanyaannya, apakah langkah-langkah ini cukup untuk mencegah meluasnya kebakaran di wilayah lain yang juga rawan, seperti Kalimantan dan Riau? Publik menunggu realisasi dari instruksi presiden tersebut.



