Kapten Siya Kolisi Siap Kembali Perkuat Springboks, Tapi Masih Tergantung Uji Kebugaran
Baca dalam 60 detik
- Kapten Siya Kolisi masuk skuad awal Afrika Selatan untuk uji kedua melawan Selandia Baru, namun statusnya masih bergantung pada hasil tes kebugaran akhir pekan ini.
- Perombakan besar dilakukan di lini belakang, dengan Handre Pollard dan Cobus Reinach menggantikan Sacha Feinberg-Mngomezulu yang tampil buruk di laga pertama.
- Laga ini juga menjadi tonggak sejarah bagi Pieter-Steph du Toit yang akan mencatatkan caps ke-100, sekaligus menjadi ujian mental bagi skuad setelah kekalahan mengejutkan di Johannesburg.

Kapten Siya Kolisi masuk dalam daftar skuad Afrika Selatan untuk menghadapi Selandia Baru pada uji kedua di Cape Town, Sabtu mendatang. Namun, keikutsertaan pemain kunci tersebut masih menggantung, karena ia harus melewati uji kebugaran yang dijadwalkan pada pertengahan pekan ini. Keputusan ini diumumkan langsung oleh pelatih Rassie Erasmus pada Senin (24/8), menyusul kekalahan telak 33-16 dari All Blacks di Johannesburg.
Kolisi, yang absen pada pertandingan pertama karena cedera, akan menggantikan Paul de Villiers jika dinyatakan fit. Jika tidak, De Villiers tetap dipertahankan di posisi flanker. Erasmus menegaskan bahwa keputusan akhir akan diambil setelah melihat perkembangan latihan sepanjang minggu. Situasi ini menambah ketegangan jelang laga krusial yang akan menentukan arah kompetisi Rugby Championship bagi kedua tim.
Selain kabar Kolisi, Erasmus juga melakukan perombakan signifikan di lini belakang. Handre Pollard dan Cobus Reinach akan menjadi duet setengah lapangan, menggantikan Sacha Feinberg-Mngomezulu yang tampil mengecewakan dengan beberapa kesalahan handling, serta Grant Williams yang cedera. Langkah ini menunjukkan upaya pelatih untuk memperbaiki performa tim yang dianggap kurang solid pada laga sebelumnya.
Di sisi lain, winger Cheslin Kolbe juga dipastikan absen karena masalah cedera ringan. Posisinya akan diisi oleh Ethan Hooker, yang sekaligus memaksa Kurt-Lee Arendse berpindah dari sayap kiri ke kanan. Perubahan ini diharapkan mampu memberikan variasi serangan baru bagi Springboks, yang harus bangkit setelah kekalahan mengejutkan di kandang sendiri.
Laga ini juga menjadi momen bersejarah bagi Pieter-Steph du Toit, yang akan mencatatkan penampilan ke-100 bersama tim nasional. Du Toit, yang sempat menjadi kapten pengganti pada laga pertama, diharapkan menjadi pilar kekuatan tim di lini depan. Sementara itu, bangku cadangan juga diisi sejumlah nama berpengalaman seperti Deon Fourie (39 tahun) sebagai pengganti barisan depan, serta Thomas du Toit, Lood de Jager, dan Cameron Hanekom yang siap memberikan kontribusi.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, pertandingan ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana tim-tim top dunia beradaptasi setelah kekalahan. Afrika Selatan, yang dikenal dengan kekuatan fisik dan strategi matang, kini diuji kemampuannya untuk bangkit. Sementara itu, Selandia Baru datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah kemenangan meyakinkan di Johannesburg.
Menurut analis rugby, keputusan Erasmus untuk memasukkan kembali Pollard dan Reinach adalah sinyal bahwa ia menginginkan pengalaman dan ketenangan di lini tengah. Feinberg-Mngomezulu, yang masih muda, dianggap belum siap menghadapi tekanan sebesar itu. Langkah ini juga bisa menjadi pesan bahwa tidak ada tempat yang aman di tim utama, terlepas dari reputasi.
Dengan persiapan yang intensif, pertandingan di Cape Town diprediksi berlangsung sengit. Pertanyaannya, apakah kehadiran Kolisi akan cukup untuk mengubah momentum? Atau justru All Blacks akan kembali mendominasi? Jawabannya akan terjawab pada akhir pekan nanti.



