Amatir Inggris Cetak 8 Birdie dalam 9 Lubang: Peluang 1 Banding 322 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Allan Harrison, pegolf amatir 64 tahun, membukukan delapan birdie dalam sembilan lubang di Fairhaven Golf Club, Inggris.
- England Golf menghitung peluang kejadian ini pada pegolf amatir adalah 1 banding 322 miliar, menjadikannya momen yang sangat langka.
- Prestasi ini menegaskan bahwa keajaiban golf bisa terjadi di level mana pun, menginspirasi pegolf Indonesia untuk terus berlatih.

Seorang pegolf amatir asal Inggris, Allan Harrison, mencatatkan performa luar biasa dengan membukukan delapan birdie dalam sembilan lubang di Fairhaven Golf Club. Rentetan birdie beruntun ini tidak hanya mengejutkan rekan-rekannya, tetapi juga menjadi sorotan karena peluang statistiknya yang nyaris mustahil: satu banding 322 miliar menurut perhitungan England Golf.
Harrison, yang berusia 64 tahun dan memiliki handicap 0,4, memulai putaran dengan buruk. Empat lubang pertama di front nine ia selesaikan dengan bogey, membuatnya berada di posisi empat over par. Namun, setelah beristirahat sejenak di halfway house—dengan bekal pasty dan minuman—ia kembali ke lapangan dengan semangat baru. Di back nine, ia langsung tancap gas: tujuh birdie beruntun dan total delapan birdie dalam sembilan lubang.
Pencapaian ini semakin istimewa karena Harrison bukan sembarang pegolf amatir. Ia pernah menjadi partner foursomes Tommy Fleetwood, salah satu pegolf profesional top dunia, di Southport and Ainsdale Golf Club. Meski begitu, performa seperti ini tetap langka, bahkan di level profesional sekalipun. Sebagai gambaran, pemimpin rata-rata birdie di PGA Tour biasanya mencatat sekitar 4,8 hingga 5,0 birdie per 18 lubang, atau sekitar 2,5 per sembilan lubang. Harrison hampir tiga kali lipat dari angka tersebut.
“Saya empat over setelah front nine. Saya masuk ke halfway house, makan pasty dan minum, lalu rekan-rekan tertawa ketika saya bilang akan memulai back nine dengan segar,” ujar Harrison, seperti dikutip BBC. Ia nyaris mencetak rekor sembilan birdie beruntun, tetapi gagal di lubang 17 yang hanya par 3 sepanjang 157 yard setelah salah membaca putt. Padahal, jika berhasil, ia akan menyamai rekor PGA Tour yang dipegang Mark Calcavecchia (Canadian Open 2009) dan Kevin Chappell (Greenbrier 2019).
Di turnamen Silver Pheasant, Harrison memimpin klasemen dengan 40 poin setelah putaran pertama, namun performa gemilangnya tidak berlanjut di hari kedua. Ia harus puas finis di posisi kedua secara keseluruhan. Meski demikian, momen delapan birdie dalam sembilan lubang itu tetap menjadi pembicaraan hangat di kalangan pegolf.
Menariknya, Harrison bukan satu-satunya yang mencapai delapan birdie dalam sembilan lubang pada tahun 2026. Sebulan sebelumnya, Amelia Harris, pegolf amatir Australia berusia 18 tahun, juga mencatatkan delapan birdie di back nine pada putaran pertama US Girls' Junior di Durham, Carolina Utara. Fenomena ini menunjukkan bahwa momen ajaib seperti itu bisa terjadi di level mana pun, baik pria maupun wanita, tua maupun muda.
Bagi pegolf Indonesia, kisah Harrison menjadi pengingat bahwa golf adalah olahraga yang penuh kejutan. Meski peluang statistiknya sangat kecil, konsistensi dan mentalitas yang kuat—seperti yang ditunjukkan Harrison setelah melewati sembilan lubang yang buruk—bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Di tengah perkembangan golf tanah air yang semakin pesat, dengan lahirnya pegolf-pelatih muda berbakat, prestasi seperti ini bisa menjadi inspirasi untuk terus mengasah kemampuan dan tidak mudah menyerah pada kondisi yang kurang menguntungkan.
Ke depan, pertanyaannya bukan hanya apakah Harrison bisa mengulang performa tersebut, tetapi apakah ada pegolf Indonesia yang mampu menembus rekor serupa? Dengan semakin banyaknya turnamen amatir dan profesional di dalam negeri, bukan tidak mungkin keajaiban seperti ini akan segera terjadi di lapangan-lapangan golf Nusantara.



