Stephen Chow Kembali ke Layar Lebar: 'Kung Fu Soccer' Raup Rp20 Triliun, Reuni dengan Carina Lau
Baca dalam 60 detik
- Film terbaru Stephen Chow, 'Kung Fu Soccer', telah mengumpulkan pendapatan kotor sekitar US$326 juta di Tiongkok, menjadikannya salah satu film terlaris tahun ini.
- Chow, yang dikenal lewat 'Shaolin Soccer', kembali dengan sekuel spiritual yang menggabungkan sepak bola wanita dengan seni bela diri Emei, serta menghadirkan wajah-wajah baru di industri film.
- Kehadiran Carina Lau dan Dilraba Dilmurat menambah daya tarik film ini, sekaligus menandai reuni Chow dan Lau setelah hampir tiga dekade.

Setelah absen lama di depan kamera, sutradara dan aktor kawakan Hong Kong, Stephen Chow, kembali mencuri perhatian lewat film terbarunya, Kung Fu Soccer. Dalam tur promosi di Hong Kong pada 8 Agustus lalu, pria 64 tahun itu tampak kewalahan menghadapi sambutan luar biasa para penggemar yang memadati bioskop Emperor Cinemas Plus+ di The Wai. Bukan tanpa alasan, film yang digarapnya ini telah meraup pendapatan kotor menakjubkan, menembus angka US$326 juta (sekitar Rp5,1 triliun) di pasar Tiongkok sejak penayangan perdananya pada 11 Juli.
Kesuksesan komersial ini seakan menjawab keraguan kritikus yang menilai Kung Fu Soccer sebagai pengulangan formula lama Shaolin Soccer (2001) yang sukses besar. Meski menuai beragam ulasan, film dengan anggaran produksi US$52 juta ini berhasil memuncaki tangga box office selama beberapa pekan berturut-turut. Bagi Chow, film ini adalah kelanjutan spiritual dari karya legendarisnya, kali ini mengangkat kisah tim sepak bola wanita yang memadukan teknik bela diri Emei untuk meraih kemenangan.
Yang menarik, Chow kembali melakukan apa yang menjadi ciri khasnya: memperkenalkan wajah-wajah baru di samping bintang-bintang mapan. Dalam film ini, ia menggandeng aktris kenamaan Hong Kong, Carina Lau, yang berperan sebagai grandmaster Emei, serta bintang muda Tiongkok, Dilraba Dilmurat, sebagai striker andalan. Keduanya hadir dalam tur promosi, berbagi cerita hangat tentang pengalaman mereka bekerja dengan sutradara yang dikenal eksentrik ini.
Dilraba, yang namanya melejit lewat serial Eternal Love (2017), mengaku gugup saat pertama kali dihubungi Chow. Namun, kekhawatirannya segera sirna. โDia bukan sutradara konvensional yang hanya duduk di belakang monitor memberi instruksi. Dia justru ikut berbaur dengan para aktor, memerankan adegan bersama kami, dan membangun suasana di lokasi syuting,โ ujarnya. Pengakuan serupa datang dari dua pendatang baru lainnya, Xue Ye (19) dan Angel Woo (28), yang dipilih langsung oleh Chow melalui proses audisi yang tidak biasa.
Xue Ye, yang nama aslinya Li Xueminghui, bercerita bahwa ia sempat mengira tawaran audisi dari tim Chow adalah penipuan. โSaya pikir itu penipu. Saya tidak percaya hal sebaik itu bisa terjadi pada saya,โ kenangnya. Sementara itu, Angel Woo, seorang atlet wakesurfing profesional, justru direkrut saat menjadi pelatih Chow dalam olahraga tersebut. โSuatu hari dia bertanya apakah saya suka berlari. Saya bilang tidak terlalu, tapi saya bisa mencoba. Lalu dia mengajak saya ikut casting untuk proyek barunya,โ tuturnya.
Carina Lau, yang terakhir kali beradu peran dengan Chow sebagai pasangan suami istri dalam Forbidden City Cop (1996), memberikan pujian tinggi. โDia seperti pertapa yang hidup jauh dari hiruk-pikuk dunia. Anda tidak bisa menilai atau mengharapkan sesuatu darinya dengan standar normal,โ kata Lau. Ia bahkan menyamakan Chow dengan suaminya, Tony Leung Chiu Wai, yang juga dikenal sebagai sosok yang sangat fokus pada karya. โMereka menemukan cara hidup yang nyaman, tidak mengganggu orang lain, dan mengabdikan diri sepenuhnya pada apa yang mereka cintai,โ tambahnya.
Bagi penonton Indonesia, kehadiran Kung Fu Soccer menjadi pengingat akan pengaruh besar sinema Hong Kong di Asia Tenggara. Film-film Chow, dari Shaolin Soccer hingga Kung Fu Hustle, telah menjadi bagian dari memori kolektif banyak generasi. Dengan gaya humornya yang khas dan perpaduan aksi bela diri yang spektakuler, film ini berpotensi menarik minat penonton Tanah Air yang merindukan tontonan ringan namun menghibur. Pertanyaannya, akankah Kung Fu Soccer mampu mengulang kesuksesan pendahulunya dan kembali mengukuhkan nama Chow sebagai maestro komedi laga Asia?



