Leeds Incar Demirovic: Jawaban atas Krisis Ketajaman Calvert-Lewin?
Baca dalam 60 detik
- Leeds United dikabarkan serius memburu striker Stuttgart, Ermedin Demirovic, sebelum bursa transfer ditutup.
- Rekor gol Demirovic yang impresif di Bundesliga kontras dengan ketajaman Calvert-Lewin yang menurun.
- Potensi transfer ini menjadi sinyal ambisi Leeds untuk bersaing di papan atas Premier League musim ini.

Leeds United membuka musim Premier League dengan kemenangan tipis 1-0 atas Nottingham Forest, namun di balik tiga poin tersebut, ada kekhawatiran yang menganga di lini depan. Penampilan Dominic Calvert-Lewin yang mandul menjadi sorotan, memicu spekulasi bahwa klub tengah mencari penyerang baru sebelum jendela transfer ditutup. Nama Ermedin Demirovic dari Stuttgart pun muncul sebagai kandidat kuat, dengan klaim bahwa ia bisa menjadi peningkatan signifikan dari Calvert-Lewin.
Pada laga pembuka di City Ground, Leeds tampil solid di lini belakang, dengan kiper anyar James Trafford dan bek Tarik Muharemovic menjaga cleansheet. Namun, di sisi lain, tim asuhan Daniel Farke gagal menciptakan peluang emas. Calvert-Lewin, yang musim lalu mencetak 14 gol, tampil tanpa tembakan tepat sasaran dan kalah duel dengan bek lawan. Performa ini mempertegas kebutuhan mendesak akan kompetisi di posisi striker.
Menurut laporan Football Insider, Leeds telah menjadikan rekrutan striker sebagai prioritas utama. Demirovic, pemain internasional Bosnia berusia 28 tahun, menjadi target utama. Namun, Stuttgart enggan melepas pemain yang mereka tebus sebesar 20 juta poundsterling dari Augsburg pada 2024 itu. Jurnalis Pete O'Rourke menyebut kesepakatan ini akan sulit, dan Leeds mungkin harus merogoh kocek lebih dalam untuk meyakinkan klub Bundesliga tersebut.
Perbandingan statistik antara Demirovic dan Calvert-Lewin dalam dua musim terakhir cukup mencolok. Demirovic mencetak 27 gol di liga, jauh melampaui 17 gol Calvert-Lewin. Lebih penting lagi, Demirovic mampu melampaui ekspektasi gol (xG) di kedua musim, dengan 12 gol dari xG 7,55 pada musim lalu. Sementara Calvert-Lewin justru gagal memanfaatkan peluang, dengan 14 gol dari xG 15,81 dan 20 peluang emas yang terbuang di Premier League musim lalu. Data ini menunjukkan bahwa Demirovic adalah finisher yang lebih klinis dan efisien.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, minat Leeds pada Demirovic menunjukkan tren klub-klub Premier League yang semakin cerdas dalam berburu striker. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan nama besar, tetapi juga data dan efisiensi. Ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia untuk lebih memanfaatkan analitik dalam rekrutmen pemain, terutama dalam mengasah ketajaman penyerang lokal.
โDemirovic adalah finisher klinis yang bisa menjadi pembeda. Ia memiliki naluri gol yang tajam dan mampu tampil konsisten di liga top Eropa,โ ujar seorang analis sepak bola Eropa.
Jika transfer ini terwujud, Leeds akan mendapatkan penyerang yang tidak hanya lebih subur, tetapi juga lebih efisien dalam memanfaatkan peluang. Kehadiran Demirovic akan memberikan persaingan ketat bagi Calvert-Lewin, yang diharapkan dapat memacu performanya. Namun, pertanyaannya, apakah Leeds bersedia mengeluarkan dana besar untuk mengamankan tanda tangan pemain yang dihargai di atas ยฃ20 juta? Atau akankah mereka mencari alternatif lain yang lebih terjangkau?



