Lens dan Lyon Menang di Pekan Pembuka Ligue 1: Modal Berharga Menuju Liga Champions
Baca dalam 60 detik
- Lens dan Lyon mengawali musim Ligue 1 dengan kemenangan, masing-masing mengalahkan Auxerre dan Toulouse, menegaskan ambisi mereka di kompetisi Eropa.
- Lens menang telak 5-2 atas Auxerre yang bermain dengan 10 pemain, sementara Lyon menang 2-0 di kandang Toulouse lewat gol di menit akhir.
- Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Lens yang akan tampil di fase grup Liga Champions, dan Lyon yang masih berjuang di babak playoff melawan Fenerbahce.

Racing Lens dan Olympique Lyonnais memulai musim Ligue 1 2024/2025 dengan kemenangan meyakinkan pada Sabtu (22/8). Hasil ini tidak hanya mengamankan tiga poin perdana, tetapi juga menjadi sinyal kuat bagi kedua tim yang musim lalu finis di posisi kedua dan keempat, serta tengah bersiap menghadapi ujian berat di pentas Eropa.
Lens, yang musim ini akan tampil di fase grup Liga Champions, tampil trengginas di kandang sendiri dengan membungkam Auxerre 5-2. Kemenangan ini terasa istimewa karena Auxerre harus bermain dengan sepuluh pemain sejak Christ Makosso menerima kartu merah akibat pelanggaran terhadap pemain lawan yang tinggal berhadapan dengan kiper. Florian Thauvin menjadi bintang dengan dua golnya dari titik penalti, sementara Franjo Ivanovic, Saud Abdulhamid, dan Ismaelo Ganiou turut menyumbang gol. Auxerre sempat memberikan perlawanan lewat gol Danny Namaso dan Lamine Sy, namun keunggulan jumlah pemain membuat Lens mendominasi jalannya pertandingan.
Sementara itu, Lyon meraih kemenangan 2-0 atas Toulouse melalui gol-gol yang dicetak di penghujung laga oleh Noah Nartey dan Malick Fofana. Kemenangan ini menjadi suntikan moral penting bagi Lyon yang tengah bersiap menghadapi leg kedua babak playoff Liga Champions melawan Fenerbahce, Rabu mendatang. Kedudukan imbang 1-1 pada leg pertama membuat laga di kandang sendiri menjadi penentu. Pelatih Lyon tentu berharap performa apik di liga bisa berlanjut untuk memastikan tiket ke fase grup.
Di sisi lain, laga-laga lain pada akhir pekan pembuka cenderung berakhir imbang. Nice, yang musim lalu nyaris terdegradasi, ditahan imbang 0-0 oleh Lorient di kandang. Paris FC, yang baru promosi, juga bermain imbang tanpa gol melawan Troyes. Le Mans, yang juga promosi dari Ligue 2, harus puas berbagi angka 2-2 dengan Stade Brestois setelah sempat unggul 2-1 sebelum akhirnya disamakan Kamory Doumbia.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, hasil ini menarik karena menunjukkan persaingan ketat di Ligue 1 di luar dominasi Paris Saint-Germain. PSG baru akan memulai musim mereka pada Minggu (23/8) melawan Stade Rennais. Dengan performa Lens dan Lyon yang impresif, persaingan papan atas musim ini diprediksi semakin sengit. Selain itu, kehadiran pemain-pemain seperti Saud Abdulhamid, bek asal Arab Saudi yang kini membela Lens, menambah warna internasional liga ini. Bagi pecinta sepak bola di Indonesia, Ligue 1 selalu menarik diikuti karena banyak pemain Afrika dan Eropa yang tampil menghibur.
Ke depannya, pertanyaan besarnya adalah apakah Lens mampu mempertahankan performa ini di Liga Champions, dan apakah Lyon bisa melewati hadangan Fenerbahce. Jika keduanya berhasil, maka persaingan di papan atas Ligue 1 akan semakin menarik, sekaligus menegaskan bahwa Ligue 1 bukan hanya milik PSG. Akankah musim ini menjadi musim di mana dominasi PSG mulai terusik? Kita tunggu saja.



