Tim Senam Inggris Pertahankan Emas Beregu Eropa di Zagreb
Baca dalam 60 detik
- Inggris mengamankan medali emas beregu putra Kejuaraan Eropa setelah mengungguli WG2/Rusia dengan selisih tipis di rotasi terakhir.
- Kemenangan ini menegaskan dominasi Inggris di senam Eropa sekaligus mengamankan tiket ke Kejuaraan Dunia Oktober di Rotterdam.
- Keberhasilan tersebut menjadi modal berharga menuju kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028, sekaligus memberi sinyal persaingan ketat bagi negara-negara Asia termasuk Indonesia.

Tim senam putra Inggris Raya sukses mempertahankan gelar juara beregu Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah, setelah menaklukkan perlawanan sengit dari World Gymnastics Group 2 (WG2/Rusia) di Zagreb, Kroasia. Dengan skor akhir 246,728 poin, Inggris memastikan emas pada Kejuaraan Senam Eropa tahun ini, sekaligus menegaskan dominasi mereka di kancah senam benua biru.
Pertarungan berlangsung dramatis. Sempat tertinggal di babak kualifikasi karena sejumlah kesalahan, Inggris bangkit pada final dengan performa solid di atas kuda pelana, gelang-gelang, dan lompat. Namun, kesalahan di palang sejajar dan palang tunggal membuat keunggulan mereka menyusut hingga kurang dari satu poin menjelang rotasi terakhir. Semua bergantung pada Harry Hepworth, yang tampil gemilang di lantai setelah sebelumnya meraih perunggu individu pada Jumat.
Joe Fraser, salah satu pilar tim, mengungkapkan kebanggaannya atas konsistensi tim. "Ini segalanya, tentang konsistensi dalam kompetisi beregu, berjuang melalui rutinitas, mendorong sampai akhir, dan itulah yang kami lakukan," ujarnya. Fraser sendiri tampil impresif dengan meraih emas di palang tunggal dan perunggu di palang sejajar pada hari Sabtu. "Saya sangat bangga dengan setiap anggota tim ini," tambahnya.
Kemenangan ini bukan sekadar gelar. Dengan lolos ke final beregu, Inggris telah mengamankan tiket ke Kejuaraan Dunia Senam Oktober di Rotterdam, yang akan menjadi ajang kualifikasi pertama menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Ini menjadi langkah awal yang krusial bagi Inggris untuk memastikan tempat di panggung terbesar olahraga dunia.
Bagi Indonesia, pencapaian Inggris ini menjadi cermin betapa ketatnya persaingan senam tingkat dunia. Meski Indonesia belum berada di level tersebut, perkembangan senam di Asia Tenggara terus meningkat. Keberhasilan Inggris yang mampu bangkit setelah kualifikasi buruk menunjukkan pentingnya mental juara dan kedalaman skuatโpelajaran yang relevan bagi pembinaan senam Indonesia yang tengah mempersiapkan atlet muda menuju SEA Games dan Asian Games.
Inggris juga sukses mempertahankan emas beregu junior pekan ini, menunjukkan regenerasi yang solid. Secara keseluruhan, Inggris mengumpulkan sembilan medali, empat di antaranya emas, menjadikan mereka juara umum turnamen. Keberhasilan ini tak lepas dari strategi pelatih yang berani menurunkan atlet muda di ajang sebesar ini.
Ke depan, tantangan Inggris adalah mempertahankan performa di Kejuaraan Dunia, di mana persaingan akan semakin ketat dengan kehadiran kekuatan tradisional seperti Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat. Pertanyaan besarnya: akankah Inggris mampu mengulang sukses ini di Rotterdam, atau justru menjadi momentum kebangkitan negara-negara Asia dalam senam dunia?



