TNI Perkuat Satgas Karhutla Kalbar dengan 420 Personel Tambahan
Baca dalam 60 detik
- Kodam XII/Tanjungpura mengerahkan 420 prajurit Yonif TP 538/PTA untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Barat.
- Langkah ini menyusul janji Presiden Prabowo untuk menghentikan perluasan titik api dan operasi pemadaman yang melibatkan pesawat A400M.
- Penambahan personel diharapkan meningkatkan respons cepat dan menekan risiko kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura mengerahkan 420 personel tambahan untuk memperkuat satuan tugas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, menyusul meningkatnya titik api dan dampak kabut asap yang mulai mengganggu aktivitas warga. Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, memberikan pengarahan langsung kepada 250 personel di Sungai Raya pada Minggu, menegaskan kesiapan TNI dalam menghadapi potensi karhutla yang kerap melanda wilayah tersebut.
Personel yang diterjunkan berasal dari Batalyon Infanteri TP 538/PTA, yang tiba dalam empat gelombang: 70 orang pada kloter pertama, 110 pada kloter kedua dan ketiga, serta 130 pada kloter keempat. Mereka akan bergabung dalam satuan tugas dan ditempatkan di sejumlah wilayah yang telah ditentukan untuk mendukung pemadaman, pencegahan, serta penanganan dampak karhutla. Pangdam menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi dengan seluruh unsur terkait, mengingat kondisi lapangan yang penuh tantangan.
โPersonel harus memahami berbagai kondisi dan permasalahan yang dihadapi, termasuk kendala di lapangan, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan secara bersama-sama,โ ujar Novi dalam keterangannya. Ia juga meminta seluruh prajurit melaksanakan tugas dengan ikhlas, disiplin, dan bertanggung jawab, serta mengutamakan keselamatan selama bertugas.
Penguatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI membantu pemerintah daerah dan unsur terkait dalam menangani karhutla secara cepat dan terkoordinasi. Sebelumnya, TNI juga telah mengerahkan pesawat A400M untuk operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan, sementara Kementerian Kehutanan menerjunkan 1.000 polisi hutan ke wilayah tersebut. Langkah ini sejalan dengan janji Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan perluasan dan penambahan titik api di Kalimantan.
Dampak karhutla di Kalimantan Barat tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kesehatan dan pendidikan. Kabut asap yang ditimbulkan telah memaksa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang memberlakukan pembelajaran daring bagi siswa. Kondisi ini menunjukkan urgensi penanganan yang lebih masif, tidak hanya dari sisi pemadaman, tetapi juga mitigasi dampak sosial.
Penambahan personel ini diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan respons cepat, sehingga potensi perluasan kebakaran dapat ditekan. Namun, pertanyaan yang muncul adalah apakah langkah militer ini cukup untuk mengatasi akar masalah karhutla yang kerap dipicu oleh praktik pembukaan lahan. Ke depan, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah terulangnya bencana asap tahunan yang merugikan banyak pihak.



