Juventus Menang Dramatis di Frosinone: Bremer Pahlawan, Kiper Cedera di Menit Akhir
Baca dalam 60 detik
- Gol tunggal Gleison Bremer membawa Juventus menang 1-0 atas Frosinone di giornata pertama Serie A.
- Kiper anyar Juventus, Guglielmo Vicario, harus ditarik keluar karena kram di menit akhir, menambah drama laga.
- Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Juventus di bawah pelatih anyar, meski performa lini depan masih perlu ditingkatkan.

Juventus memulai musim Serie A 2025/2026 dengan kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah Frosinone, Minggu (24/8) malam WIB. Gol semata wayang Gleison Bremer pada babak pertama memastikan tiga poin pertama bagi Bianconeri, meski mereka harus menahan gempuran tuan rumah yang nyaris menyamakan kedudukan di menit akhir.
Laga di Stadio Benito Stirpe ini berjalan sengit sejak awal. Pelatih anyar Juventus, yang baru saja memegang kendali tim, langsung mempercayakan sejumlah rekrutan anyar seperti Randal Kolo Muani, Guglielmo Vicario, dan Zeki Celik. Namun, dua pemain bertahan, Federico Gatti dan Jeff Ekhator, harus absen akibat cedera. Gatti bahkan menjadi korban insiden aneh saat seorang suporter masuk lapangan dan secara tidak sengaja melukainya.
Frosinone, yang musim lalu finis kedua di Serie B dan promosi ke Serie A, tidak gentar menghadapi raksasa Italia. Mereka bahkan tampil percaya diri setelah menang telak 4-1 atas Juve Stabia di Coppa Italia. Namun, tanpa Fares Ghedjemi yang sedang dalam tekanan transfer ke Besiktas, daya gedor mereka sedikit berkurang.
Juventus sebenarnya membuang banyak peluang emas di babak pertama. Bremer gagal memanfaatkan sundulan bebas, Kolo Muani melepaskan tembakan melambung dari jarak dekat. Baru pada percobaan ketiga, sundulan Bremer dari enam yard memanfaatkan umpan Francisco Conceicao berhasil menjebol gawang Lorenzo Palmisani.
Frosinone bukannya tanpa peluang. Giacomo Calรฒ menguji Vicario, Giorgi Kvernadze membuang rebound, dan sundulan Gabriele Calvani di menit akhir nyaris menyamakan skor. Namun, tiang gawang menjadi penyelamat Juventus setelah Vicario ditarik keluar karena kram pada menit akhir dan digantikan Mattia Perin.
Kemenangan ini tentu menjadi modal berharga bagi Juventus yang tengah dalam masa transisi. Namun, performa lini depan yang boros peluang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Kolo Muani dan Conceicao beberapa kali gagal memanfaatkan peluang emas, yang bisa berakibat fatal jika menghadapi lawan yang lebih kuat.
Bagi Frosinone, kekalahan tipis ini menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di Serie A. Dengan dukungan publik sendiri, mereka bisa menjadi tim yang merepotkan bagi siapa pun. Namun, mereka perlu meningkatkan ketajaman di lini depan untuk bisa meraih poin penuh.
Di sisi lain, keputusan pelatih Juventus untuk menarik keluar Vicario di menit akhir patut dipertanyakan. Apakah ini murni karena cedera, atau ada pertimbangan taktis? Yang jelas, kehadiran Perin sebagai kiper pengganti nyaris menjadi blunder ketika ia hampir kebobolan sundulan Calvani. Ke depannya, Juventus harus lebih solid dalam mengelola keunggulan tipis seperti ini.
Dengan tiga poin di tangan, Juventus kini bersiap menghadapi lawan yang lebih berat. Pertanyaannya, mampukah mereka mempertahankan konsistensi dan memperbaiki penyelesaian akhir? Atau akankah pemborosan peluang menjadi bumerang di laga-laga berikutnya? Musim masih panjang, dan ujian sesungguhnya baru akan dimulai.



