Debutan 21 Tahun Matt Brennan Mencuri Panggung di Vuelta, Pogacar Tetap Kokoh di Puncak
Baca dalam 60 detik
- Matt Brennan, pembalap muda Inggris, memenangkan etape kedua Vuelta a Espana di debut Grand Tour-nya, mengalahkan favorit Pogacar dan rekan setimnya Van Aert.
- Kemenangan ini mengangkat Brennan ke posisi ketiga klasemen umum, hanya 10 detik di belakang Pogacar, sekaligus menegaskan kedalaman skuad Visma-Lease a Bike.
- Dengan etape pegunungan di Pyrenees menanti, persaingan menuju red jersey diprediksi semakin sengit, menguji kemampuan Brennan untuk bertahan di panggung terbesar.

Matt Brennan, pebalap muda asal Inggris, sukses mencuri perhatian pada etape kedua Vuelta a Espana, Minggu (24/8). Di usianya yang baru 21 tahun dan menjalani Grand Tour pertamanya, Brennan tampil sebagai pemenang setelah memenangkan sprint akhir di Manosque, mengungguli nama-nama besar seperti Tadej Pogacar dan rekan setimnya sendiri, Wout van Aert.
Etape sepanjang 214 kilometer dari Monaco ini sempat diprediksi bakal menjadi duel antara Van Aert, yang mengincar red jersey, dan Pogacar, yang baru saja memenangkan etape pembuka. Namun, skenario berubah di kilometer akhir. Van Aert yang sempat memimpin justru terkejar oleh peleton, sementara Pogacar memilih menghemat tenaga. Celah itulah yang dimanfaatkan Brennan untuk melesat dan mengunci kemenangan perdana di ajang sebesar Vuelta.
"Kami memulai dengan ambisi agar Wout bisa mengenakan red jersey hari ini," ujar Brennan, yang bergabung dengan skuad World Tour Visma-Lease a Bike pada 2025. "Rencana itu ada, dan saya selalu bersiap di belakang untuk sprint jika rencana itu gagal. Dan itulah yang terjadi. Semoga ini bukan yang terakhir, tapi ini menyenangkan."
Di belakang Brennan, pebalap Spanyol Pau Miquel Delgado dari Bahrain Victorious finis kedua, sementara Pogacar melintasi garis finis di posisi ketiga. Hasil ini tidak mengubah posisi Pogacar di puncak klasemen umum. Pebalap Slovenia itu tetap memegang red jersey dengan keunggulan sembilan detik atas Van Aert yang berada di posisi kedua. Brennan sendiri naik ke peringkat ketiga dengan selisih sepuluh detik dari pemimpin klasemen.
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bagi skuad Visma-Lease a Bike yang musim ini tampil dominan. Selain Brennan, tim asal Belanda itu juga memiliki Van Aert yang konsisten di papan atas. Namun, di balik euforia kemenangan, ada cerita pilu yang mewarnai etape ini. Pebalap Inggris Josh Tarling, yang finis ketiga di etape pembuka, harus menjalani balapan dengan duka mendalam setelah kakaknya, Finlay, meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan balapan delapan hari sebelumnya. Tarling finis di posisi 125 pada etape kedua.
Sementara itu, rekan senegara Brennan, Ethan Hayter, sempat memimpin setelah memenangkan sprint intermediate dan mengumpulkan bonus enam detik. Namun, Hayter kehilangan momentum di akhir etape dan finis 31 detik di belakang pemimpin, membuatnya terlempar ke peringkat 13 klasemen umum.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, Vuelta a Espana selalu menjadi tontonan menarik karena menyajikan strategi tim dan ketahanan fisik yang luar biasa. Meski belum ada pebalap Indonesia yang berlaga di ajang sebesar ini, perkembangan pesat Brennan bisa menjadi inspirasi bagi para pebalap muda Tanah Air yang bermimpi menembus level tertinggi. Dengan dukungan pembinaan yang tepat, bukan tidak mungkin suatu saat akan lahir pebalap Indonesia di Grand Tour.
Etape ketiga yang akan digelar Senin (25/8) akan menjadi ujian sesungguhnya bagi para pesaing. Rute menuju Font Romeu di Pyrenees Prancis menawarkan tanjakan berat yang bisa mengubah peta persaingan. Pertanyaannya, akankah Pogacar semakin kokoh di puncak, atau mampukah Brennan dan Van Aert memberikan kejutan? Saksikan terus aksi mereka di Vuelta a Espana.



