Debut Maresca di Manchester City: Comeback Dramatis di Menit Akhir Hapus Keraguan Era Pasca-Guardiola
Baca dalam 60 detik
- Manchester City membalikkan keadaan menjadi 2-1 atas Bournemouth di Etihad, dengan gol penentu Gvardiol di menit ke-91 setelah VAR menganulir keputusan offside.
- Pelatih anyar Enzo Maresca menyebut kemenangan ini sebagai hari yang sempurna, meski mengakui timnya masih dalam proses adaptasi pasca-kepergian sejumlah pilar dan Piala Dunia.
- Penampilan impresif pemain pengganti Rayan Cherki menjadi sorotan, membuka peluangnya untuk tampil sebagai starter dalam laga-laga berikutnya.

Enzo Maresca memulai era barunya sebagai manajer Manchester City dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Bournemouth di Etihad Stadium, Minggu (23/8). Sempat tertinggal hingga menit ke-84, City bangkit lewat gol Marc Guehi dan Josko Gvardiol di masa injury time, membungkam kritik yang meragukan masa depan klub tanpa Pep Guardiola.
Laga ini menjadi ujian pertama bagi Maresca, yang mewarisi skuad yang kehilangan beberapa pemain kunci seperti Rodri, Bernardo Silva, dan John Stones. Ketidakpastian juga menyelimuti performa tim setelah sejumlah pemain baru kembali dari Piala Dunia. Namun, kemenangan ini memberikan sinyal bahwa transisi kepelatihan mungkin tidak seburuk yang dikhawatirkan.
Bournemouth tampil mengejutkan dengan unggul lebih dulu dan bertahan hingga 10 menit terakhir. Namun, kegigihan City akhirnya membuahkan hasil. Gol penyeimbang Guehi dari sundulan memanfaatkan sepak pojok, disusul gol kemenangan Gvardiol yang sempat dianulir karena offside sebelum VAR memutuskan sebaliknya. Stadion pun bergemuruh merayakan kemenangan yang terasa seperti warisan era Guardiola.
Maresca, yang sebelumnya menjadi asisten Guardiola, mengaku emosional dengan sambutan hangat para pendukung. Spanduk bertuliskan "Welcome Back Enzo" menghiasi tribun, dan sang pelatih menyebut hari itu sebagai "hari yang sempurna". Ia juga menyoroti kontribusi pemain pengganti Rayan Cherki yang mengubah jalannya pertandingan. "Dampaknya luar biasa. Dia tipe pemain seperti itu," ujarnya.
Di sisi lain, performa Erling Haaland masih belum meyakinkan. Striker Norwegia itu, yang baru kembali dari Piala Dunia dengan penampilan rambut baru, gagal memanfaatkan peluang emas di babak pertama. Meski demikian, Maresca menilai timnya masih dalam proses adaptasi. "Beberapa pemain baru kembali sekitar 10 hari lalu. Secara fisik, perbedaannya sangat besar. Tapi kami akan semakin baik," jelasnya.
Keputusan Maresca memainkan Guehi di posisi gelandang menjadi sorotan. Pelatih asal Italia itu mengaku sudah lama mempertimbangkan peran tersebut. "Saya mengenalnya sejak di Crystal Palace. Saya selalu berpikir dia bisa menjadi gelandang yang baik," katanya. Langkah ini menunjukkan fleksibilitas taktis yang mungkin menjadi ciri khas Maresca di musim ini.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena menunjukkan bagaimana sebuah tim besar bertransisi tanpa pelatih legendaris. Manchester City, yang selama satu dekade mendominasi Premier League, kini harus membuktikan diri di bawah kepemimpinan baru. Keberhasilan Maresca dalam mengelola skuad yang sedang berubah akan menjadi ujian sepanjang musim.
Pertanyaan besarnya, akankah City mampu mempertahankan konsistensi seperti era Guardiola? Dengan jadwal padat dan persaingan ketat, Maresca perlu segera menemukan formula terbaik. Satu hal yang pasti, kemenangan dramatis ini memberi modal berharga bagi City untuk menghadapi laga-laga berikutnya.



