Eksperimen Berani Maresca: Guehi Jadi Gelandang, Man City Comeback Dramatis
Baca dalam 60 detik
- Manajer anyar Manchester City, Enzo Maresca, mengejutkan publik dengan menempatkan bek Marc Guehi sebagai gelandang bertahan saat melawan Bournemouth, sebuah keputusan yang berbuah kemenangan comeback.
- Guehi mencetak gol penyeimbang di menit 84 dan tampil impresif dengan statistik duel serta akurasi umpan tinggi, membungkam kritik atas eksperimen taktis sang pelatih.
- Ke depan, City dikabarkan sepakat memboyong gelandang muda Ayyoub Bouaddi senilai 86 juta poundsterling, menandai perombakan besar lini tengah pasca-kepergian Rodri.

Keputusan berani Enzo Maresca di laga perdananya sebagai manajer Manchester City di Premier League berbuah manis. Pelatih asal Italia itu menempatkan bek tengah Marc Guehi sebagai gelandang bertahan, sebuah eksperimen yang sempat diragukan namun akhirnya menjadi kunci kemenangan comeback 2-1 atas Bournemouth di Etihad Stadium, Minggu (10/8).
Guehi, yang direkrut dari Crystal Palace pada Januari lalu, mencetak gol penyeimbang lewat sundulan keras di menit ke-84, disusul gol Josko Gvardiol untuk memastikan tiga poin. Kemenangan ini tak hanya mengakhiri rentetan negatif setelah kekalahan 0-3 dari Arsenal di Community Shield, tetapi juga menyelamatkan wajah Maresca yang baru duduk di kursi panas pengganti Pep Guardiola.
Keputusan Maresca memainkan enam pemain bertipe bek di starting line-up sempat memicu pertanyaan. Namun, yang lebih mengejutkan adalah peran Guehi yang berdiri di depan lini belakang. Pemain berusia 25 tahun itu mengaku ide tersebut datang dari sang manajer dan sudah dilatih selama sepekan terakhir. "Kami mencoba berbagai hal, mencari solusi untuk tim. Saya senang hari ini berbuah hasil," ujarnya kepada Sky Sports.
Statistik membuktikan Guehi tampil cemerlang: ia memenangi seluruh tiga tekel, akurasi umpan 94,9 persen dari 59 percobaan, dan memenangi delapan dari sebelas duel. Maresca pun memuji fleksibilitas pemain yang pernah menjadi kapten Crystal Palace itu. "Saya selalu tahu dia bisa bermain sebagai gelandang karena kualitasnya. Hari ini dia membuktikannya," kata Maresca kepada BBC Match of the Day.
Di balik kemenangan ini, ada sinyal besar bagi masa depan lini tengah City. Hanya 50 menit sebelum kick-off, BBC Sport melaporkan kesepakatan transfer Ayyoub Bouaddi dari Lille senilai 86 juta poundsterling. Kehadiran pemain muda Maroko itu diharapkan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Rodri. Maresca sendiri mengaku belum berbicara dengan manajemen soal transfer tersebut, tetapi ia tak menutup kemungkinan penambahan pemain sebelum bursa tutup 1 September.
Eksperimen Guehi di laga ini juga bisa menjadi solusi jangka pendek. Dengan jadwal padat dan pemain yang baru kembali dari Piala Dunia, Maresca tampak mencari formula terbaik. Elliot Anderson, rekrutan anyar yang menjadi rekor klub, juga tampil impresif di laga debutnya. Namun, mantan kiper City Joe Hart menilai duet Anderson-Guehi tidak akan bertahan lama, terutama setelah Bouaddi resmi bergabung.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Maresca ini menarik untuk disimak. Keputusan berani memainkan pemain di luar posisi naturalnya mengingatkan pada gaya pelatih asal Italia yang kerap melakukan eksperimen taktis. Jika berhasil, ini bisa menjadi tren baru di Premier League, di mana fleksibilitas pemain menjadi kunci. Namun, risiko tetap ada, terutama saat menghadapi tim-tim besar yang lebih agresif.
Pertanyaan besarnya: apakah eksperimen ini akan bertahan? Maresca sendiri belum memastikan posisi Guehi untuk laga berikutnya. "Siapa tahu, mungkin pekan depan saya main di depan," canda Guehi. Dengan datangnya Bouaddi, persaingan di lini tengah City akan semakin ketat. Mampukah Maresca meramu semua elemen ini menjadi tim yang kembali ditakuti? Atau justru eksperimen ini akan menjadi bumerang? Musim baru Premier League baru saja dimulai, dan semua mata kini tertuju pada bagaimana City membangun kembali identitas mereka.



