Nottingham Forest Beralih ke Daniel Muñoz: Solusi Taktis Lebih Tepat daripada Liam Delap?
Baca dalam 60 detik
- Kekalahan dari Leeds United memperjelas kebutuhan Nottingham Forest akan penguatan lini depan, dengan fokus pada kreativitas dan penyelesaian akhir.
- Daniel Muñoz, bek kanan Crystal Palace, muncul sebagai target utama karena pengalamannya di bawah Oliver Glasner dan statistik ofensifnya yang impresif.
- Dengan banderol £25 juta, Muñoz dinilai lebih siap memberikan dampak instan dibandingkan Liam Delap yang berstatus penyerang muda namun belum konsisten.

Kekalahan Nottingham Forest dari Leeds United pada laga pembuka pramusim menjadi alarm bagi manajer anyar, Oliver Glasner. Meski sempat menunjukkan kilatan kualitas, tim asal East Midlands itu gagal memanfaatkan peluang dan kebobolan di menit-menit akhir. Hasil ini menegaskan bahwa skuad masih membutuhkan tambahan amunisi, terutama di lini serang, sebelum jendela transfer ditutup.
Glasner, yang ditugaskan membawa Forest meraih trofi, dihadapkan pada kenyataan bahwa lini depannya belum tampil meyakinkan. Igor Jesus, yang dipercaya sebagai ujung tombak utama, kembali gagal menunjukkan performa impresif. Sepanjang laga, ia hanya melepaskan satu tembakan tepat sasaran dari tiga percobaan dan memenangkan 59% duel udara. Sementara itu, Chris Wood yang masuk sebagai pengganti juga kesulitan memberikan ancaman nyata, memunculkan keraguan akan ketahanan fisiknya di usia 34 tahun.
Kepergian Taiwo Awoniyi membuka ruang di lini depan, namun waktu untuk mendatangkan pengganti yang tepat semakin sempit. Forest sempat dikaitkan dengan Liam Delap, penyerang Chelsea yang kesulitan bersaing di Stamford Bridge. Namun, banderol £40 juta yang dipatok Chelsea menjadi batu sandungan. Alih-alih mengeluarkan dana besar untuk pemain yang belum terbukti di Premier League, Forest justru melirik Daniel Muñoz, bek kanan Crystal Palace.
Menurut laporan Football Insider, Glasner tengah menyiapkan tawaran untuk membawa Muñoz kembali ke skuadnya, setelah keduanya bekerja sama di Selhurst Park. Muñoz, yang berstatus pemain internasional Kolombia, juga diminati Everton dan Tottenham Hotspur. Crystal Palace membanderolnya dengan harga £25 juta, angka yang lebih masuk akal dibandingkan tuntutan Chelsea untuk Delap.
Keunggulan utama Muñoz terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan skema Glasner. Pada musim terakhirnya di bawah arahan pelatih asal Austria itu, ia mencatatkan 0,3 big chance per 90 menit, menempatkannya di 13% bek terbaik di liga top Eropa. Ia juga melepaskan 1,1 tembakan per laga dan melakukan 2,8 tekel per 90 menit, menunjukkan kontribusinya di kedua sisi lapangan. Angka-angka ini menjadi bukti bahwa Muñoz bukan sekadar bek biasa, melainkan aset ofensif yang bisa menjawab kebuntuan Forest di lini depan.
Bagi Forest, mendatangkan Muñoz bukan sekadar menambah pemain, tetapi juga investasi jangka panjang. Pengalamannya di Premier League dan pemahamannya terhadap filosofi Glasner membuatnya siap tampil sejak menit pertama. Dengan harga yang lebih terjangkau, Muñoz bisa menjadi pembeda yang lebih signifikan dibandingkan Delap yang masih perlu beradaptasi. Namun, persaingan dengan Everton dan Tottenham bisa memicu perang penawaran yang mengubah peta transfer.
Di tengah gencarnya perburuan pemain, keputusan Forest dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah musim mereka. Apakah mereka berani mengambil risiko dengan pemain muda seperti Delap, atau memilih kepastian yang ditawarkan Muñoz? Satu hal yang jelas: kebutuhan akan kreativitas dan ketajaman di lini depan tidak bisa ditunda lagi.



