Starc Gila-gilaan, Australia Hancurkan Bangladesh dan Seimbangkan Seri
Baca dalam 60 detik
- Mitchell Starc memborong 10 wicket dan membawa Australia menang telak atas Bangladesh di Test kedua.
- Kemenangan ini membalas kekalahan mengejutkan Australia di Darwin pekan lalu dan menyamakan kedudukan seri 1-1.
- Dengan performa impresif ini, Australia mengirim sinyal kuat menjelang tur ke Afrika Selatan pada Oktober mendatang.

Mitchell Starc menjadi mimpi buruk bagi para batsman Bangladesh. Penampilan gemilangnya dengan 10 wicket dalam satu pertandingan membawa Australia menang telak dengan selisih satu innings dan 51 run pada Test kedua di Mackay, Selasa (30/7/2024). Kemenangan ini sekaligus mengunci hasil imbang 1-1 dalam seri dua pertandingan, setelah sebelumnya Australia dipermalukan Bangladesh di Darwin.
Pertandingan yang berlangsung di Great Barrier Reef Arena ini berakhir cepat, hanya dalam dua hari. Australia yang sempat tertinggal setelah kekalahan mengejutkan pekan lalu, tampil garang dan tidak memberi ruang bagi Bangladesh untuk bernapas. Starc, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan dan seri, mencatatkan angka fantastis 6-12 di innings pertama dan 4-39 di innings kedua, dengan total 10-51.
Kapten Australia, Pat Cummins, mengakui bahwa timnya tampil jauh lebih baik pekan ini. "Banyak hal berjalan benar dalam beberapa hari ini, dan banyak hal yang salah minggu lalu," ujarnya. "Kami perlu bangkit, dan ini adalah beberapa hari yang hebat dari para pemain. Semua tampil tajam, awal yang bagus dan kami tidak pernah mengendur setelah itu."
Bangladesh, yang sebelumnya mencatat kemenangan bersejarah di Darwin, kali ini tidak berdaya. Mereka hanya mampu mengumpulkan 64 run di innings pertama dan 95 run di innings kedua. Skor 95 tersebut dicapai setelah mereka kehilangan kedua opener dalam delapan over pertama dan kemudian runtuh di sesi tengah. Nathan Lyon dan Cummins masing-masing mengambil tiga wicket di innings kedua, melengkapi kehancuran Bangladesh.
Di sisi lain, performa Australia di lini batting juga patut diapresiasi. Cameron Green menjadi top skor dengan 67 run, sementara Lyon menyumbang 32 run tidak terkalahkan. Total 210 run di innings pertama memberi Australia keunggulan 146 run, yang terbukti cukup untuk menekan Bangladesh. Shoriful Islam menjadi bowler terbaik Bangladesh dengan 7-48, tetapi usahanya sia-sia.
Kemenangan ini menjadi jawaban telak atas kritik yang dialamatkan kepada Australia setelah kekalahan di Darwin, yang dianggap sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Test cricket. Starc, yang kini berusia 36 tahun, menegaskan bahwa timnya telah menunjukkan kualitas sebenarnya. "Minggu yang jauh lebih baik. Kami tahu kami tidak tampil maksimal di Darwin," katanya. "Apa yang kami harapkan dari diri kami minggu ini adalah apa yang kami dapatkan, terutama dengan bola dan wicket yang mendukung."
Bagi Indonesia, meskipun kriket bukan olahraga utama, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Australia sebagai salah satu raksasa kriket dunia menunjukkan bahwa konsistensi dan kedalaman skuad adalah kunci. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi pengembangan olahraga di Indonesia, di mana mentalitas juara dan evaluasi setelah kekalahan sangat penting untuk membangun tim yang tangguh.
Dengan hasil ini, Australia kini bersiap menghadapi tur tiga pertandingan ke Afrika Selatan, juara dunia Test, pada bulan Oktober. Pertanyaan besarnya adalah: dapatkah Starc dan kawan-kawan mempertahankan performa ini melawan lawan yang lebih kuat? Atau justru Bangladesh akan semakin percaya diri setelah menunjukkan mereka mampu bersaing dengan tim terbaik dunia?



