Duel Fury vs Joshua Kian Panas: Hearn Tegaskan Kontrak Tak Bisa Dibatalkan
Baca dalam 60 detik
- Promotor Eddie Hearn memastikan laga Tyson Fury melawan Anthony Joshua tetap berjalan karena kontrak telah ditandatangani.
- Pernyataan Fury yang meragukan pertarungan disebut Hearn hanya gimmick; ia menegaskan tidak ada pihak yang bisa mundur tanpa melanggar kontrak.
- Perebutan tuan rumah antara Inggris dan Amerika Serikat (Madison Square Garden) menjadi titik krusial, dengan Netflix sebagai penyiar resmi.

Promotor tinju kelas berat, Eddie Hearn, menegaskan bahwa duel antara Tyson Fury dan Anthony Joshua tidak akan batal. Ia menyebut kontrak telah ditandatangani dan tidak ada satu pun pihak yang bisa menarik diri. Pernyataan ini sekaligus mendinginkan spekulasi yang sempat dilontarkan Fury bahwa pertarungan besar itu mungkin tidak terjadi.
Hearn, yang mewakili Joshua, mengaku sudah menandatangani kontrak dan tinggal menunggu tanggal pasti. "Kami sudah tanda tangan, kami menunggu tanggal. Anda melihat Tyson Fury berteriak-teriak... tidak ada yang perlu diteriakkan, pertarungan sudah selesai," ujarnya kepada DAZN. Ia menambahkan, "Tidak ada yang bisa menghentikan pertarungan ini kecuali mereka benar-benar melanggar kontrak."
Pertarungan yang digadang-gadang sebagai salah satu laga terbesar dalam sejarah tinju Inggris ini awalnya dijadwalkan pada November. Namun, kini muncul tarik-ulur mengenai lokasi. Joshua dan Hearn telah menandatangani kontrak untuk menggelar laga di Inggris, sementara penyelenggara asal Arab Saudi, Sela, mendorong agar pertarungan dipindahkan ke Amerika Serikat. Sela disebut-sebut menginginkan Madison Square Garden di New York sebagai arena, dengan pertimbangan menjangkau penonton Amerika yang lebih luas, apalagi laga ini akan disiarkan langsung oleh Netflix.
Hearn mengakui bahwa hampir semua pihak yang terlibat menginginkan laga digelar di Amerika, tetapi ia justru menolak. "Kami tahu semua orang yang terlibat dalam pertarungan ini ingin melakukannya di Amerika. Kami tidak," tegasnya. "Kami sudah memberi tahu Sela dan tim, jika ingin di Amerika, ini syaratnya. Tapi kami lebih memilih tidak."
Bagi penggemar tinju di Indonesia, pertarungan ini tentu menjadi tontonan yang dinanti. Meski tidak ada petinju Indonesia yang terlibat, laga kelas berat selalu punya daya tarik tersendiri. Apalagi dengan siaran langsung di Netflix, akses menonton menjadi lebih mudah dibandingkan harus berlangganan kanal olahraga khusus. Ini bisa menjadi momentum bagi industri olahraga Indonesia untuk belajar bagaimana sebuah event besar dikelola, termasuk negosiasi kontrak dan pemilihan lokasi yang strategis.
Pernyataan Hearn ini sekaligus menunjukkan bahwa di balik hiruk-pikuk media sosial, ada mekanisme bisnis yang ketat. Kontrak adalah hukum tertinggi, dan setiap pihak harus mematuhinya. Jika ada yang mencoba mundur, konsekuensi hukumnya bisa sangat berat. Ini menjadi pelajaran berharga bagi para atlet dan promotor di Indonesia bahwa profesionalisme dan komitmen adalah kunci dalam setiap kesepakatan.
Ke depannya, pertanyaan besarnya adalah apakah Sela akan memaksa pertarungan ini pindah ke Amerika atau akhirnya mengalah pada keinginan Hearn. Jika Amerika yang menang, maka laga ini akan menjadi pesta besar bagi penonton di sana, tetapi jika Inggris yang menjadi tuan rumah, atmosfer stadion akan terasa lebih Eropa. Apa pun keputusannya, satu hal yang pasti: dunia tinju akan menyaksikan dua raksasa saling menghantam, dan Indonesia pun akan ikut merasakan euforianya.



