Atalanta Gagal Bujuk Bologna: Tawaran €30 Juta untuk Jonathan Rowe Ditolak
Baca dalam 60 detik
- Atalanta mengajukan paket transfer senilai €30 juta untuk Jonathan Rowe, namun ditolak mentah-mentah oleh Bologna yang ngotot mempertahankan pemain sayapnya.
- Penolakan ini terjadi di tengah minat Aston Villa dan kebutuhan Atalanta untuk memperkuat skuad di bawah pelatih baru Maurizio Sarri.
- Bologna menilai Rowe sebagai aset jangka panjang, terutama setelah kehilangan Santiago Castro ke Roma, sehingga mereka menolak negosiasi di musim panas ini.

Atalanta harus gigit jari setelah tawaran perdana mereka untuk mengamankan jasa Jonathan Rowe ditolak mentah-mentah oleh Bologna. Klub asal Bergamo itu dilaporkan mengajukan paket transfer senilai minimal €30 juta, tetapi proposal tersebut bahkan tidak cukup untuk membuka ruang negosiasi dengan manajemen Rossoblu.
Kebutuhan Atalanta akan amunisi baru di lini serang memang mendesak. Hasil imbang 0-0 pada leg pertama play-off Conference League melawan Hapoel Tel-Aviv menjadi alarm bagi pelatih anyar Maurizio Sarri. Ia menilai skuadnya masih kurang tajam dan membutuhkan tambahan daya gedor untuk bersaing di kompetisi domestik maupun Eropa. Situasi ini mendorong direksi klub untuk bergerak cepat di bursa transfer musim panas.
Sebelumnya, Atalanta telah mengumumkan satu rekrutan anyar, yakni Eljif Elmas yang datang dengan status pinjaman dari RB Leipzig plus opsi pembelian. Namun, langkah itu dinilai belum cukup. Menurut pakar transfer Sky Sport Italia, Gianluca Di Marzio, Atalanta kemudian mengalihkan fokus ke Rowe, pemain sayap yang baru satu musim membela Bologna setelah pindah dari Olympique Marseille.
Bologna sendiri bersikukuh tidak akan melepas Rowe pada bursa musim panas ini. Sikap keras tersebut tidak terlepas dari kepergian Santiago Castro ke Roma yang membuat kedalaman skuad mereka menipis. Manajemen Bologna menilai Rowe sebagai investasi jangka panjang yang masih bisa berkembang, sehingga mereka menolak untuk duduk berunding meski angka yang ditawarkan terbilang besar.
Rowe sendiri sebenarnya menunjukkan performa impresif sejak tiba di Italia. Dalam 43 penampilan kompetitif, ia mencatatkan delapan gol dan lima assist. Angka tersebut menjadi bukti bahwa pemain berusia 22 tahun ini memiliki potensi besar untuk menjadi bintang di Serie A. Bologna pun membayar sekitar €17 juta plus bonus dan klausul penjualan kembali sebesar 10 persen kepada Marseille untuk mendapatkannya.
Bagi pengamat sepak bola Italia, penolakan Bologna ini menunjukkan perubahan strategi klub-klub menengah Serie A yang kini lebih berani mempertahankan aset muda mereka. Alih-alih menjual pemain bintang demi keuntungan finansial jangka pendek, mereka memilih membangun tim yang kompetitif dalam beberapa musim ke depan. Ini sejalan dengan tren di liga Italia yang semakin menekankan keberlanjutan dan pengembangan pemain.
Di sisi lain, kegagalan Atalanta mendapatkan Rowe memaksa mereka untuk mencari alternatif lain. Beberapa nama seperti pemain sayap dari klub Brasil atau Eropa Timur mulai dikaitkan, meski belum ada konfirmasi resmi. Sarri, yang dikenal dengan filosofi sepak bola menyerang, tentu menginginkan pemain yang bisa langsung beradaptasi dengan skema permainannya.
Bagi pembaca di Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan dinamika bursa transfer Eropa yang semakin kompetitif. Klub-klub Italia kini tidak segan mengeluarkan dana besar untuk pemain muda berbakat, sekaligus menolak tawaran yang dianggap tidak sepadan. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tentang pentingnya manajemen aset pemain dan negosiasi yang cerdas.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Atalanta akan meningkatkan tawaran atau beralih ke target lain. Bologna, di sisi lain, harus siap menghadapi tekanan dari pemain yang mungkin kecewa karena batal pindah ke klub yang lebih besar. Situasi ini tentu akan menarik untuk diikuti, terutama jika Aston Villa benar-benar serius mengajukan tawaran yang lebih menggoda.



