Mike Conway Umumkan Pensiun di Akhir WEC 2026, Tinggalkan Toyota dengan Warisan Dua Gelar Le Mans
Baca dalam 60 detik
- Pembalap Inggris Mike Conway memastikan gantung helm setelah musim WEC 2026 berakhir, menutup karier 20 tahun yang mencakup dua kemenangan Le Mans 24 Jam dan dua gelar dunia ketahanan.
- Keputusan pensiun muncul tak lama setelah kemenangan Le Mans keduanya tahun ini, meski ada indikasi Toyota telah memutuskan tidak memperpanjang kontraknya sebelum balapan di Prancis tersebut.
- Toyota belum mengonfirmasi pengganti, tetapi Kevin Estre disebut akan mengisi kursi Conway musim depan melalui skema pinjaman dari Porsche, sementara tim masih bersaing ketat memperebutkan gelar juara musim ini.

Pembalap Inggris Mike Conway mengumumkan akan mengakhiri karier balap profesionalnya pada akhir musim World Endurance Championship (WEC) 2026. Keputusan itu disampaikan menjelang putaran kedua terakhir di Barcelona, 18 Oktober, saat ia dan rekan setimnya di Toyota, Nyck de Vries serta Kamui Kobayashi, masih bersaing ketat dalam perburuan gelar juara.
Conway, 43 tahun, meninggalkan arena balap dengan catatan yang sulit ditandingi: dua kemenangan di Le Mans 24 Jam, dua gelar dunia LMP1/Hypercar, empat kemenangan balapan IndyCar, dan sejumlah prestasi lain termasuk di Macau Grand Prix. Ia juga tercatat sebagai pembalap Inggris tersukses dalam sejarah kejuaraan ketahanan tersebut.
Menariknya, keputusan pensiun itu diambil setelah ia meraih kemenangan kedua di Le Mans tahun ini. Namun, sejumlah sumber menyebut Toyota sebenarnya telah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya sebelum balapan klasik di Prancis itu berlangsung. Situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang dinamika di balik layar tim asal Cologne tersebut, meski Conway menegaskan alasannya murni ingin lebih dekat dengan keluarga.
"Ini perjalanan yang luar biasa, dan saya tidak akan menukarnya dengan apa pun. Saya sangat bangga dengan karier yang saya jalani, dan sangat berterima kasih kepada semua yang mendukung saya," ujar Conway dalam pernyataan resminya.
Conway memulai karier balapnya di usia delapan tahun di sirkuit gokart lokal, lalu menapaki jenjang single-seater di Eropa dengan gelar Formula Renault UK dan British F3. Setelah dua musim di GP2, ia menyeberang ke Amerika Serikat pada 2009 dan mencetak kemenangan di IndyCar hingga 2014. Transisi penuh ke balap ketahanan terjadi pada 2015 ketika ia bergabung dengan Toyota di era puncak LMP1.
Sejak itu, ia menjadi tulang punggung program prototipe Toyota. Ia meraih gelar LMP1 terakhir pada 2019-20, lalu menjadi juara Hypercar pertama pada 2021. Di era Hypercar yang persaingannya semakin ketat, Conway selalu mencetak setidaknya satu kemenangan setiap musim. Konsistensi itu menjadikannya aset berharga bagi tim pabrikan Jepang tersebut.
Meski belum ada pengumuman resmi soal penggantinya, paddock WEC ramai membicarakan bahwa Kevin Estre akan mengisi kursi yang ditinggalkan Conway mulai tahun depan. Estre, yang saat ini membalap untuk Porsche, disebut akan dipinjamkan ke Toyota. Jika terealisasi, langkah ini menandai pergeseran strategi Toyota dalam menghadapi dominasi tim-tim Hypercar lain seperti Ferrari dan Porsche.
Bagi penggemar balap ketahanan di Indonesia, pensiunnya Conway menandai berakhirnya satu era di mana pembalap dengan latar belakang single-seater mampu beradaptasi total ke balap ketahanan dan meraih sukses di dua benua. WEC sendiri semakin diminati di Asia Tenggara, terutama setelah hadirnya putaran di Sirkuit Internasional Sepang pada musim 2025. Kehadiran pembalap-pembalap top dunia seperti Conway telah membantu meningkatkan profil ajang ini di kawasan.
Dengan dua balapan tersisa, fokus Conway dan timnya adalah menutup musim dengan gelar juara. Mereka saat ini tertinggal 10 poin dari trio Brendon Hartley, Ryo Hirakawa, dan Sebastien Buemi di mobil #8. Jika berhasil menyalip, Conway akan pensiun sebagai juara bertahan—sebuah penutup yang manis untuk karier gemilangnya. Namun, jika gagal, tetap saja warisannya sebagai salah satu pembalap ketahanan terbaik generasinya tidak akan pudar.
Pertanyaannya kini: siapa yang akan mengisi kekosongan besar di Toyota, dan mampukah Estre—jika benar datang—mengulang kesuksesan Conway? Yang jelas, WEC kehilangan satu sosok yang tidak hanya cepat, tetapi juga dikenal rendah hati dan profesional.



