Krisis Manchester United: Mengapa Eddie Howe Layak Gantikan Carrick dan Selamatkan Rashford
Baca dalam 60 detik
- Manchester United hanya menang sekali dalam lima laga Premier League, menempatkan Michael Carrick di ujung tanduk.
- INEOS menjajaki Eddie Howe sebagai kandidat pengganti, mengingat rekam jejaknya mengangkat performa pemain seperti Anthony Gordon.
- Kedatangan Howe diyakini bisa memulihkan ketajaman Marcus Rashford yang belum mencetak gol atau assist musim ini.

Manchester United kembali berada di pusaran krisis setelah hanya mengoleksi satu kemenangan dari lima pertandingan pembuka Premier League 2026/27. Posisi di paruh bawah klasemen memaksa manajemen untuk serius mengevaluasi kinerja Michael Carrick, yang musim panas lalu diguyur belanja besar namun belum mampu meramu skuad menjadi tim yang solid.
Catatan statistik memperlihatkan masalah mendasar di lini tengah dan pertahanan. Rata-rata tekel yang dicatat United hanya 13 per pertandingan, terendah keempat di liga. Angka ini menegaskan bahwa rekrutan anyar di sektor gelandang belum mampu memutus alur serangan lawan, sehingga area tengah kerap menjadi jalan tol bagi tim tamu.
Di sisi lain, lini serang sebenarnya tidak kekurangan pasokan. United mencatat 182 sentuhan di kotak penalti lawan—tertinggi di Premier League—namun hanya menghasilkan delapan gol. Ketidakmampuan mengonversi peluang menjadi gol ini menjadi bukti tumpulnya penyelesaian akhir, sekaligus memperkuat argumen bahwa Carrick kehilangan sentuhan taktis di sepertiga akhir.
Keputusan Carrick untuk terus memasang Marcus Rashford dan Diogo Dalot menjadi sorotan tajam. Rashford, yang selalu menjadi andalan di empat dari lima laga liga, belum menyumbang satu pun gol atau assist. Sementara Dalot dipertahankan meski performanya dinilai menurun. Kritik dari basis penggemar pun semakin keras, menuntut perubahan arah di kursi pelatih.
Menghadapi tekanan tersebut, INEOS selaku pemilik klub dilaporkan tengah menyusun daftar calon pengganti. Nama Fabian Hurzeler dari Brighton muncul sebagai opsi, tetapi Eddie Howe—mantan arsitek Newcastle United—disebut sebagai kandidat yang paling serius dipertimbangkan. Menurut laporan Football Insider, pengalaman Howe di Premier League dan Liga Champions dianggap sebagai nilai tambah yang tidak dimiliki kandidat lain.
“Howe adalah sosok yang mampu mengubah pemain biasa menjadi bintang. Lihat bagaimana ia membentuk Anthony Gordon di Newcastle,” ujar seorang analis yang mengikuti perkembangan internal Old Trafford, merujuk pada transformasi Gordon menjadi salah satu penyerang terbaik divisi dengan 38 gol bersama The Magpies.
Rekam jejak Howe bersama Gordon menjadi sinyal positif bagi Rashford. Pemain internasional Inggris itu tengah berada di titik terendah kariernya, dan kehadiran Howe diyakini bisa mengembalikan ketajamannya seperti musim 2022/23. Howe, yang pernah dijuluki “manajer Inggris berikutnya” oleh Jamie Carragher, dikenal memiliki pendekatan personal yang kuat untuk memaksimalkan potensi pemain di lini serang.
Bagi Manchester United, pergantian pelatih bukan sekadar soal taktik, melainkan juga strategi jangka panjang. Klub telah mengeluarkan dana besar untuk memperkuat skuad, dan kegagalan Carrick memanfaatkannya bisa berdampak pada stabilitas finansial serta daya tarik di bursa transfer. Kehadiran Howe, yang berpengalaman membawa Newcastle bersaing di Eropa, diharapkan mampu mengembalikan identitas permainan agresif yang lama hilang.
Meski demikian, tidak semua pihak yakin Howe adalah jawaban. Sebagian penggemar menginginkan sosok dengan gaya lebih menyerang atau pelatih muda yang progresif. Namun, dengan situasi yang semakin mendesak, manajemen tampaknya lebih memilih figur berpengalaman yang bisa memberikan dampak instan.
Jika Carrick benar-benar didepak, keputusan merekrut Howe akan menjadi pertaruhan besar. Mampukah ia mengulang kesuksesan di Newcastle, atau justru tersandung besarnya ekspektasi di Old Trafford? Yang jelas, waktu tidak berpihak pada United—dan setiap laga berikutnya akan menjadi ujian bagi masa depan Carrick, Rashford, dan ambisi klub untuk kembali ke papan atas.



