Amorim Tegaskan Milan Wajib Menang, Bukan Sekadar Ingin: Debut Liga Melawan Torino
Baca dalam 60 detik
- Pelatih anyar AC Milan, Ruben Amorim, menegaskan timnya harus meraih kemenangan pada laga perdana Serie A melawan Torino, bukan sekadar ingin menang.
- Amorim menyoroti kelemahan musim lalu yang gagal mengalahkan tim kecil, dan menuntut perubahan mentalitas untuk bersaing memperebutkan Scudetto.
- Debut kompetitif Amorim akan diuji di Stadio Olimpico Grande Torino, dengan sejumlah pemain baru dan cedera Rafael Leao yang menjadi sorotan.

Ruben Amorim, pelatih anyar AC Milan, menegaskan bahwa timnya tidak punya pilihan selain meraih kemenangan saat bertandang ke markas Torino pada giornata perdana Serie A, Minggu (18/8) malam WIB. Bukan sekadar ingin menang, melainkan wajib menang. Tekanan itu ia sampaikan langsung dalam konferensi pers jelang laga yang juga menjadi debut kompetitifnya di liga Italia.
Pernyataan tegas Amorim muncul di tengah sorotan tajam terhadap konsistensi Milan musim lalu. Kegagalan lolos ke Liga Champions menjadi luka yang masih menganga, terutama karena catatan buruk melawan tim-tim papan bawah. Menariknya, Milan justru mampu mengalahkan Inter, yang akhirnya menjadi juara, dua kali. Fenomena ini menjadi pekerjaan rumah utama yang ingin dibenahi Amorim.
โMelawan Inter dan tim besar, kami tampil kuat dan siap. Tapi saat menghadapi tim kecil, fokus dan konsentrasi kami menurun drastis,โ ujar Amorim, menggarisbawahi mentalitas yang harus diubah. Ia bahkan menyebut Torino sebagai โtim terbaik di duniaโ untuk memastikan anak asuhnya tidak meremehkan lawan. Ini adalah sinyal jelas bahwa ia ingin membangun budaya kemenangan yang konsisten, bukan hanya saat melawan tim unggulan.
Laga ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Ignazio Abate, mantan bek Milan yang kini menukangi Torino. Abate, yang hampir membawa Juve Stabia promosi ke Serie A musim lalu, akan menghadapi ujian berat di laga perdananya sebagai pelatih di kasta tertinggi. Pertemuan dua kubu yang sama-sama haus kemenangan ini diprediksi berlangsung menarik, dengan gaya bermain menyerang yang diusung kedua pelatih.
Amorim, yang datang dari Manchester United, menyadari perbedaan besar antara Premier League dan Serie A. Ia menilai laga melawan tim Italia selalu berat, tetapi ia percaya diri dengan persiapan yang sudah dijalani. โKami akan siap. Saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang menarik untuk ditonton,โ katanya. Meski hasil pramusim kurang konsisten, ia merasa skuadnya sudah mulai padu dan siap tampil.
Soal strategi, Amorim menegaskan ingin membangun permainan yang berbeda dari era Allegri. Ia ingin timnya lebih dominan menguasai bola dan rajin mengirim umpan silang ke kotak penalti. Namun, ia juga tidak melupakan pentingnya pertahanan yang solid. โKami ingin bertahan dengan baik, seperti yang dilakukan Allegri musim lalu, tapi tentu dengan cara yang berbeda,โ jelasnya. Ia juga mengisyaratkan akan ada perubahan posisi pemain yang tidak bisa langsung terlihat di laga pertama.
Di tengah hiruk-pikuk bursa transfer yang masih berjalan, Amorim enggan berkomentar banyak soal Rafael Leao. Ia menegaskan fokusnya hanya pada pertandingan melawan Torino. โRafa tidak penting sekarang. Yang penting adalah pertandingan besok. Dia cedera, tapi dia pemain kami,โ ujarnya singkat. Ia juga belum bisa memastikan apakah akan ada pemain baru lagi yang datang, namun ia percaya dengan kualitas skuad yang ada.
โKadang orang berpikir jika Anda mengumpulkan pemain terbaik di dunia, mereka akan menang. Itu tidak benar. Tim terbaiklah yang menang.โ โ Ruben Amorim
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena menjadi barometer awal kekuatan Milan di bawah pelatih baru. Kegagalan Milan musim lalu menjadi pelajaran bahwa konsistensi adalah kunci, sebuah masalah yang juga kerap dihadapi tim-tim Indonesia di kompetisi domestik. Pertanyaan besarnya, akankah Amorim mampu membawa Milan kembali ke jalur juara, atau justru terpuruk di awal musim? Jawabannya akan mulai terlihat di Turin nanti malam.



