Gasperini Buka Suara: Roma Masih Butuh Dua Pemain, FFP Paksa Klub Kreatif di Bursa Transfer
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, mengungkapkan skuadnya masih kurang dua pemain menjelang laga perdana Serie A melawan Fiorentina.
- Keterbatasan Financial Fair Play UEFA memaksa Roma mengubah strategi bursa transfer, beralih ke pemain muda dan negosiasi kontrak dengan pemotongan gaji.
- Dengan jendela transfer yang masih terbuka sepuluh hari, Roma berharap bisa mendatangkan pemain yang mampu meningkatkan kualitas tim, bukan sekadar memenuhi kuota.

Menjelang laga pembuka Serie A melawan Fiorentina di Stadio Olimpico, Senin (19/8) malam WIB, pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, melontarkan peringatan tegas: skuad Giallorossi masih belum lengkap. Dalam konferensi pers jelang pertandingan, ia menyatakan timnya masih membutuhkan setidaknya dua pemain baru, terutama untuk menghadapi kompetisi Liga Champions yang telah lama dinanti setelah tujuh tahun absen.
Musim panas ini menjadi periode yang penuh ketegangan bagi Roma. Setelah memastikan tiket ke Liga Champions, harapan untuk belanja besar kandas oleh batasan keuangan yang ketat. Beberapa target utama seperti Mason Greenwood dan Crysencio Summerville gagal direkrut setelah negosiasi berlarut-larut. Alih-alih mendatangkan nama-nama besar, Roma hanya mampu mengamankan Rodrigo Mora, Santiago Castro, Nahuel Molina, dan Konstantinos Koulierakis.
Gasperini tidak menutup-nutupi kendala yang dihadapi. Ia mengakui bahwa aturan Financial Fair Play (FFP) UEFA menjadi penghalang besar. "Kami memulai dengan profil-profil besar, tetapi harus berhadapan dengan tuntutan untuk menjaga gaji di bawah batas tertentu. Aturan FFP UEFA sangat membatasi, bahkan mungkin hanya Roma yang benar-benar harus membayar situasi ini," ujarnya. UEFA telah memberikan dua kali penundaan kepada Roma, dan tidak ada kelonggaran lagi. Akibatnya, klub harus berpikir kreatif di bursa transfer.
Strategi yang diambil Roma adalah memaksimalkan potensi pemain muda dan menekan biaya operasional. Gasperini menyoroti Rodrigo Mora, pemain muda asal Porto, sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan. "Ia masih sangat muda, tetapi sudah menunjukkan kemampuan bagus di Porto. Ini investasi penting untuk masa depan," kata Gasperini. Selain itu, sejumlah pemain kunci seperti Paulo Dybala, Lorenzo Pellegrini, dan Bryan Cristante sepakat memotong gaji mereka demi membantu keuangan klub. Sikap ini diapresiasi oleh Gasperini, yang menilai hal tersebut sebagai bukti loyalitas dan komitmen para pemain.
Kondisi ini kontras dengan Fiorentina, lawan pertama Roma, yang justru tampil agresif di bursa transfer. La Viola berbelanja besar untuk memperbaiki performa musim lalu yang mengecewakan. Gasperini mewaspadai kekuatan anyar Fiorentina di bawah asuhan Fabio Grosso, yang sukses bersama Sassuolo. "Pertandingan pertama selalu penuh ketidakpastian, apalagi setelah Piala Dunia, dengan beberapa pemain yang baru bergabung," ujarnya.
Salah satu pemain yang menjadi sorotan adalah Manu Konรฉ, yang dikaitkan dengan Manchester United dan Manchester City. Namun, Gasperini menegaskan bahwa tidak ada negosiasi nyata untuk pemain asal Prancis tersebut. "Terlepas dari pemberitaan, sebenarnya tidak pernah ada negosiasi untuk Konรฉ. Yang penting bagi saya adalah dia bermain untuk Roma, dan saya pikir dia senang berada di sini," tegasnya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi Roma ini menarik untuk dicermati. Kebijakan FFP yang ketat menjadi pelajaran bahwa klub sebesar Roma pun harus beradaptasi dengan regulasi keuangan. Di sisi lain, pendekatan Roma yang mengandalkan pemain muda dan loyalitas pemain senior bisa menjadi inspirasi bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, yang kerap menghadapi kendala finansial dalam membangun skuad kompetitif.
Dengan sisa waktu sepuluh hari bursa transfer, pertanyaannya adalah: akankah Roma mampu mendatangkan dua pemain yang benar-benar meningkatkan kualitas tim, atau akankah mereka bertahan dengan skuad yang ada? Gasperini menegaskan tidak akan membeli pemain asal-asalan. "Kami tidak ingin merekrut pemain hanya untuk memenuhi kuota. Kami butuh pemain yang bisa meningkatkan level skuad," ujarnya. Keputusan di hari-hari terakhir bursa akan menentukan sejauh mana Roma bisa bersaing di Serie A dan Liga Champions musim ini.



