Gimenez di Ambang Pintu Keluar Milan: Porto Negoisasi, Ayah Striker Buka Suara
Baca dalam 60 detik
- AC Milan mengeluarkan Santiago Gimenez dari daftar skuad Serie A, menandakan kepergiannya semakin dekat.
- FC Porto mengajukan tawaran awal pinjaman dengan opsi beli โฌ15 juta, namun ditolak karena Milan ingin memulihkan investasi โฌ30,2 juta.
- Ayah Gimenez mengonfirmasi negosiasi berlanjut dan menilai kepindahan ke Porto sebagai peluang besar bagi karier sang anak.

AC Milan secara resmi tidak menyertakan Santiago Gimenez dalam daftar skuad Serie A musim ini, sebuah sinyal kuat bahwa masa depan striker asal Meksiko itu berada di tempat lain. Ayah sang pemain, Chaco Gimenez, membenarkan bahwa negosiasi dengan FC Porto masih berlangsung, menyebut kedua klub "sedang dalam pembicaraan".
Langkah Milan ini bukan sekadar isyarat. Dalam pengumuman skuad yang dirilis melalui situs resmi Lega Serie A, nama Gimenez bersama Christopher Nkunku, Youssouf Fofana, dan Fikayo Tomori tidak tercantum. Keputusan ini mengindikasikan bahwa Gimenez, yang dibeli dari Feyenoord pada Februari 2025 dengan nilai transfer mencapai โฌ30,2 juta plus bonus, telah dianggap di luar rencana tim untuk musim ini.
Porto, yang dikenal gemar memanfaatkan pemain Meksiko, telah mengajukan tawaran awal berupa pinjaman dengan opsi pembelian senilai โฌ15 juta, yang dapat berubah menjadi kewajiban jika sejumlah syarat terpenuhi. Namun, Milan menolak tawaran tersebut. Klub Italia itu menilai, meskipun catatan cedera Gimenez buruk dalam beberapa bulan terakhir, mereka masih bisa mendapatkan nilai yang lebih baik dari investasi yang telah dikeluarkan.
Laporan dari berbagai media, termasuk Milan News dan A Bola, mengonfirmasi bahwa negosiasi terus berlanjut dan kedua belah pihak optimistis dapat mencapai kesepakatan dalam waktu dekat. Chaco Gimenez, dalam wawancara dengan Fox Sports Mexico, mengungkapkan bahwa putranya dalam kondisi baik dan siap menghadapi babak baru. "Santi baik-baik saja. Mereka sedang bernegosiasi. FC Porto membuat tawaran awal, yang semua orang tahu tidak diterima Milan, tapi negosiasi berlanjut," ujarnya.
Bagi Gimenez, kepindahan ke Porto bisa menjadi titik balik. Klub Portugal itu memiliki sejarah panjang dalam mengorbitkan talenta Meksiko, seperti Raul Jimenez dan Hector Herrera. Chaco Gimenez menilai peluang ini sangat positif, terutama setelah masa sulit yang dialami putranya di Italia. "Banyak yang membicarakan rekor Santi di Milan, tapi mereka tidak menyebut dia cedera selama tujuh bulan. Porto datang pada saat seperti ini sangat bagus, dan itu berarti dia melakukan sesuatu yang hebat di masa lalu. Yang terpenting adalah dia sekarang fit secara fisik, dia tidak kehilangan rasa lapar, dia ingin lebih dan lebih lagi," tambahnya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa mengelola aset pemain di tengah tekanan finansial. Milan, yang harus mematuhi regulasi Financial Fair Play, tampaknya ingin memaksimalkan nilai jual Gimenez meski performanya menurun. Sementara itu, Porto melihat peluang untuk mendapatkan striker berpotensi dengan harga miring, sebuah strategi yang sering mereka gunakan untuk kemudian menjualnya dengan harga lebih tinggi.
Ke depannya, pertanyaan besarnya adalah apakah Milan akan menurunkan tuntutan harga mereka atau Porto akan meningkatkan tawaran. Jika kesepakatan tercapai, Gimenez akan bergabung dengan deretan pemain Meksiko yang sukses di Portugal, dan ini bisa menjadi langkah cerdas untuk menghidupkan kembali kariernya. Namun, jika negosiasi gagal, Gimenez berisiko menghabiskan musim tanpa nomor punggung dan minim menit bermain, sebuah skenario yang tidak menguntungkan bagi semua pihak.



