Oliver Boast: Penyerang 17 Tahun yang Kembali Hidupkan Harapan Tottenham
Baca dalam 60 detik
- Oliver Boast, remaja 17 tahun yang direkrut dari Leeds pada musim panas 2025, mencetak 12 gol dalam enam laga U18 Premier League untuk Tottenham.
- Rekor gol Boast mengingatkan pada produktivitas Harry Kane di level usia muda, memicu spekulasi debut tim utama di bawah Roberto De Zerbi.
- Kegagalan Tottenham mencari pengganti Kane sejak 2023 membuka peluang bagi pemain akademi seperti Boast untuk menembus skuad senior.

Tottenham Hotspur mungkin belum menemukan pengganti sepadan Harry Kane di bursa transfer, tetapi akademi mereka kembali melahirkan sosok yang layak diperhitungkan. Oliver Boast, penyerang berusia 17 tahun yang didatangkan dari Leeds United pada musim panas 2025, tengah mencuri perhatian setelah mencetak 12 gol hanya dalam enam pertandingan U18 Premier League.
Rekor tersebut bukan sekadar statistik biasa. Boast mencetak dua gol dalam empat laga beruntun, lalu menorehkan empat gol saat Tottenham menghancurkan West Bromwich Albion 7-1 pada akhir bulan lalu. Produktivitas itu menempatkannya sebagai salah satu penyerang paling tajam yang pernah dimiliki akademi Spurs dalam beberapa tahun terakhir, bahkan dibandingkan dengan Kane pada fase awal kariernya.
Kane sendiri bukan produk yang instan. Sebelum menjadi ikon global dan penyerang terbaik dunia, ia sempat dibuang Arsenal pada usia 11 tahun karena dianggap tidak cukup atletis. Mantan manajer akademi Arsenal, Roy Massey, pernah mengakui kesalahan itu kepada talkSPORT. "Dia pemain muda yang menyenangkan, pendiam, dan kami pikir tidak akan menjadi pesepak bola profesional. Kami sepenuhnya salah," ujarnya. Liam Brady, yang terlibat dalam keputusan tersebut, menambahkan bahwa Kane "sedikit gemuk dan tidak atletis, tapi kami membuat kesalahan."
Setelah gagal di Arsenal, Kane menempuh jalur berliku: dipinjamkan ke Norwich, Leicester, Millwall, dan Leyton Orient sebelum meledak bersama Tottenham pada 2014/15 dengan 31 gol. Ia mengakhiri kariernya di Spurs dengan 280 gol, lalu pindah ke Bayern Munich dan mencetak 152 gol dalam 154 pertandingan. Kesuksesan itu meninggalkan lubang besar yang hingga kini belum terisi.
Manajemen Tottenham sebenarnya sudah mencoba menambal kepergian Kane. Dominic Solanke didatangkan dengan harga 65 juta poundsterling, tetapi kontribusinya dinilai belum sepadan. Setelah mencetak 16 gol di musim pertama, ia hanya menorehkan enam gol di musim berikutnya karena masalah performa dan kebugaran. Omar Marmoush, yang juga didatangkan, belum mencetak gol sejak kedatangannya. Kondisi ini membuka ruang bagi pemain akademi untuk naik ke tim utama.
"Boast adalah penyelesai yang klinis, memiliki kecepatan dan pergerakan bagus untuk melepas diri dari bek dan menerima umpan," kata Ben Mattinson, pengamat bakat dari Como, saat Boast masih di Leeds.
Selain insting gol, Boast dikenal sebagai penyerang cerdas dengan sentuhan pertama yang bersih. Ia juga fleksibel, mampu bermain sebagai penyerang tengah maupun di sisi kanan. Meski belum mencatatkan penampilan di tim senior, pelatih Roberto De Zerbi diperkirakan akan segera meliriknya mengingat catatan golnya yang luar biasa.
Bagi Tottenham, munculnya Boast menjadi opsi internal yang menarik di tengah keterbatasan finansial dan persaingan ketat di lini depan. Jika terus berkembang, ia bisa menjadi solusi jangka panjang yang selama ini dicari. Pertanyaannya, apakah De Zerbi berani memberinya kesempatan di level senior musim ini, ataukah Boast akan tetap dipoles di akademi hingga benar-benar matang?



