Paman Bobby Nasution Dilantik Jadi Sekretaris PMD Sumut, Sorotan Publik Menguat
Baca dalam 60 detik
- Benny Sinomba Siregar, kerabat Gubernur Sumut Bobby Nasution, resmi menjabat Sekretaris Dinas PMD Kependudukan dan Catatan Sipil Sumut.
- Pelantikan berlangsung bersama 187 pejabat lain, memicu diskusi tentang profesionalisme birokrasi di tengah kedekatan keluarga.
- Wagub Surya menekankan kolaborasi dan integritas, namun publik menanti bukti kinerja nyata di lapangan.

Benny Sinomba Siregar, yang merupakan paman dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, dilantik sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan, dan Catatan Sipil Provinsi Sumatera Utara. Pelantikan ini dilakukan bersamaan dengan 187 pejabat lainnya di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, pada Senin (5/10).
Mutasi Benny ke Pemprov Sumut terbilang cepat. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Medan sejak 16 April 2026, namun hanya bertahan sekitar tiga setengah bulan sebelum berpindah ke provinsi pada 1 Agustus 2026. Sebelumnya lagi, ia pernah memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan serta dipercaya sebagai Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Medan pada 2024. Jejak karier yang panjang di lingkungan Pemkot Medan ini membuat publik mempertanyakan apakah penempatan barunya murni didasarkan pada kompetensi atau ada faktor kedekatan dengan kepala daerah.
Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi di antara para pejabat yang baru dilantik. Ia berharap para pejabat mampu memikul tanggung jawab dalam memimpin, menggerakkan organisasi, membangun kerja sama, membina jajaran, menyelesaikan persoalan, hingga memastikan pelayanan pemerintahan berjalan dengan baik. "Kerjasama yang kuat antarpimpinan dan perangkat daerah menjadi kunci untuk menghadirkan kinerja pemerintahan yang efektif serta pelayanan publik yang semakin baik," ujar Surya.
Lebih lanjut, Surya menegaskan bahwa setiap jabatan harus diisi oleh orang yang kompeten, potensial, dan berpengalaman. Menurutnya, jabatan bukan sekadar menjalankan kewenangan, melainkan ruang untuk menghasilkan kinerja. "Saya ingin para pejabat yang dilantik ini mampu membuktikan kepercayaan yang diberikan memang tepat. Tentunya dengan kerja nyata serta hasil yang dapat dirasakan," katanya. Ia juga mengingatkan bahwa posisi administrator dan pengawas sangat strategis karena berhadapan langsung dengan pelaksanaan pekerjaan, koordinasi antarpegawai, pengendalian kegiatan, dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Wagub Surya juga mengajak para pejabat untuk menjadi penggerak perubahan di unit kerja masing-masing. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik dan penyelesaian masalah secara cepat. "Bangun komunikasi yang baik, jangan biarkan persoalan kecil menjadi besar. Jika ada hambatan, segera koordinasikan dan cari jalan keluarnya. Dan yang terpenting, jangan bekerja sendiri-sendiri," pesannya. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat tidak melihat satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara terpisah, melainkan melihat wajah Pemprov Sumut secara keseluruhan.
Pengangkatan Benny Sinomba menjadi sorotan karena hubungan kekerabatan dengan Gubernur Bobby Nasution. Meskipun tidak ada aturan yang melarang keluarga kepala daerah menduduki jabatan publik, praktik seperti ini rentan menimbulkan persepsi nepotisme. Publik akan mencermati apakah penempatan tersebut diikuti dengan kinerja yang memuaskan, terutama dalam mempercepat pembangunan desa dan peningkatan kualitas layanan kependudukan di Sumatera Utara.
Dengan latar belakang sebagai mantan kepala dinas pendidikan dan perpustakaan, Benny diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam penanganan masalah sosial dan administrasi kependudukan. Namun, tantangan terbesarnya adalah membuktikan bahwa promosi ini bukan semata karena faktor kedekatan, melainkan karena kapasitas yang mumpuni. Ke depan, publik akan menantikan terobosan nyata di Dinas PMD Kependudukan dan Catatan Sipil, seperti percepatan digitalisasi layanan administrasi dan pemberdayaan masyarakat desa. Jika gagal, sorotan negatif terhadap praktik dinasti politik di Sumut bisa semakin menguat.



