Saham SpaceX Cetak Rekor, Musk Kembali Menjadi Triliuner Pertama Dunia
Baca dalam 60 detik
- Saham SpaceX melonjak hampir 8% pada perdagangan Senin, mengangkat kembali kekayaan Elon Musk ke level triliuner.
- Peluncuran kru NASA dan pengiriman chip AI Google ke orbit menjadi katalis utama kenaikan saham.
- Morgan Stanley menargetkan harga saham SpaceX mencapai $300, optimistis pada uji terbang Starship dan laporan keuangan kuartal ketiga.

Saham SpaceX ditutup menguat hampir 8% pada perdagangan Senin (5/10/2026), level tertinggi sejak Juni, setelah serangkaian peluncuran sukses akhir pekan lalu mendorong kembali kekayaan CEO Elon Musk ke status triliuner. Berdasarkan daftar orang terkaya real-time Forbes, Musk kini memiliki kekayaan bersih $1,03 triliun, terutama dari kepemilikan saham di Tesla dan SpaceX.
Lonjakan ini dipicu oleh dua misi bersejarah yang dilakukan SpaceX dalam satu hari: peluncuran misi berawak NASA menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dan pengiriman chip kecerdasan buatan (AI) milik Google ke orbit. Keberhasilan ini memperkuat posisi SpaceX sebagai kontraktor utama pemerintah Amerika Serikat sekaligus pemain kunci dalam ekonomi orbit yang tengah tumbuh pesat.
Analis Morgan Stanley dalam catatan risetnya menyebut saham SpaceX masih "murah" pada harga saat ini dan merekomendasikan beli dengan target harga $300, sekitar 75% di atas harga penutupan Senin di $171,09. Mereka menyoroti potensi peluncuran produk AI baru, kemajuan roket Starship, serta kontrak neocloud tambahan sebagai katalis positif.
Selain bisnis antariksa, SpaceX juga meraup pendapatan signifikan dari divisi AI yang diperoleh melalui akuisisi xAI tahun lalu dan diperluas dengan pembelian Cursor. Meski model Grok milik perusahaan kalah bersaing dengan model dari OpenAI dan Anthropic, SpaceX menghasilkan pendapatan besar dengan menyewakan kapasitas komputasi ke Google dan Anthropic.
Musk juga diuntungkan oleh kedekatannya dengan pemerintahan Trump. Pekan lalu, Pentagon menunjuknya sebagai co-lead Project Meridian, sebuah inisiatif untuk mengidentifikasi senjata, teknologi, dan kemampuan militer yang dibutuhkan AS di masa depan. SpaceX sendiri semakin bergantung pada kontrak pertahanan, dengan pendapatan dari Departemen Pertahanan AS mencapai lebih dari $12,7 miliar menurut FedScout.
"AI telah mengambil alih ekonomi kita, menggelembungkan valuasi, mencuri tanah publik untuk pusat data, dan meningkatkan kekayaan CEO AI seperti Elon Musk, yang menjadi triliuner pertama kita," ujar Councilmember Shekar Krishnan dalam sidang Dewan Kota New York, di mana Musk tidak hadir.
Kendati demikian, kehadiran Musk dalam sidang regulasi AI di New York City pada hari yang sama menuai kritik. Ia absen saat para pemimpin AI dari OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta dimintai keterangan mengenai regulasi teknologi. Pemerintah kota tengah mendorong aturan lebih ketat terkait pusat data dan dampaknya terhadap lahan publik.
SpaceX resmi melantai di bursa pada 12 Juni 2026 dan sempat mencetak rekor penutupan $201,80 pada 16 Juni. Sahamnya kemudian tertekan hingga dasar pada awal Agustus, sebelum akhirnya bangkit sekitar 58% dalam beberapa pekan terakhir. Pasar kini menantikan uji terbang berikutnya untuk roket Starship, yang diharapkan menjadi katalis terbesar sejak IPO.
Jika SpaceX berhasil menangkap tahap atas Starship dalam uji terbang mendatang, analis Morgan Stanley menyebutnya sebagai "katalis positif terbesar sejak IPO." Selama ini, tahap atas Starship hanya melakukan pendaratan di laut dan belum terbukti dapat digunakan kembali. Keberhasilan ini akan mempercepat ambisi SpaceX membawa satelit Starlink, kargo, dan awak dari berbagai perusahaan dan lembaga ke orbit.
Dengan valuasi yang terus meroket dan dukungan politik yang kuat, SpaceX berada di persimpangan antara ekspansi bisnis antariksa dan tekanan regulasi AI. Pertanyaannya, apakah lonjakan saham ini berkelanjutan atau hanya euforia jangka pendek menjelang laporan keuangan kuartal ketiga yang dijadwalkan akhir Oktober?



