Inter Siapkan Peran Kunci untuk Curtis Jones di Tengah Persaingan Ketat Lini Tengah
Baca dalam 60 detik
- Gelandang asal Inggris itu akan segera bergabung dengan Inter Milan setelah kesepakatan senilai โฌ35 juta dengan Liverpool.
- Kedatangannya menambah daftar panjang pemain tengah Nerazzurri, memunculkan pertanyaan tentang rotasi skuad asuhan Chivu.
- Jones diproyeksikan menjadi starter di sisi kiri, namun fleksibilitasnya membuka peluang untuk dimainkan di berbagai posisi.

Curtis Jones dijadwalkan tiba di Milan pada akhir pekan ini untuk menyelesaikan kepindahannya dari Liverpool ke Inter Milan. Kesepakatan senilai โฌ35 juta termasuk bonus telah ditandatangani pada Rabu, menjadikannya rekrutan kelima Nerazzurri di bursa transfer musim panas ini. Kehadirannya langsung memicu perbincangan: di mana tepatnya ia akan ditempatkan di lini tengah yang sudah padat penghuni?
Inter memang sedang gencar membangun skuad impian untuk musim 2025-26. Sebelum Jones, mereka telah mengaktifkan klausul pembelian kembali Aleksandar Stankovic, serta mendatangkan Djed Spence, John Stones, dan Ivan Provedel secara permanen. Langkah ini menunjukkan ambisi klub untuk bersaing di level tertinggi, baik domestik maupun Eropa.
Namun, dengan bergabungnya Jones, pelatih Cristian Chivu kini memiliki delapan opsi starter di lini tengah untuk formasi 3-5-2. Nama-nama seperti Nicolo Barella, Hakan Calhanoglu, Henrikh Mkhitaryan, Petar Sucic, Piotr Zielinski, Andy Diouf, dan Stankovic sudah lebih dulu bersaing. Situasi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Chivu untuk menjaga keseimbangan tim dan memastikan semua pemain merasa terlibat.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Jones tetap diharapkan menjadi bagian dari trio lini tengah utama Inter. Ia kemungkinan besar akan ditempatkan di sisi kiri, dengan Barella di kanan dan Calhanoglu sebagai playmaker bertahan. Penempatan ini memanfaatkan kemampuan Jones dalam membawa bola dan visi bermainnya, yang selama ini menjadi andalan di Liverpool.
Fleksibilitas Jones menjadi nilai tambah yang tidak bisa diabaikan. Selain mampu bermain di sisi kiri, ia juga bisa mengisi posisi Barella di kanan jika diperlukan. Bahkan, pengalamannya bermain sebagai bek kanan di Liverpool membuka peluang untuk ditempatkan sebagai wing-back kanan dalam situasi darurat. Ini memberikan Chivu opsi taktis yang lebih luas, terutama saat menghadapi lawan dengan pressing ketat.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kepindahan Jones ke Inter menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa berlomba memperkuat skuad demi meraih gelar. Persaingan di lini tengah Inter juga menjadi cermin bagi klub-klub Indonesia yang kerap kesulitan mengelola kedalaman skuad. Rotasi yang tepat bisa menjadi kunci kesuksesan, sebagaimana yang coba dilakukan Chivu.
Dengan banyaknya pilihan, Chivu harus pandai mengatur menit bermain agar semua pemain tetap termotivasi. Kegagalan mengelola ekspektasi bisa memicu ketidakpuasan di ruang ganti, seperti yang sering terjadi di klub besar. Pertanyaannya, akankah Chivu mampu menjaga harmoni tim dengan delapan gelandang berkualitas? Atau justru akan ada pemain yang hengkang di bursa berikutnya?



