HSV vs FC Copenhagen: 54 Ribu Suporter Rayakan Persahabatan 20 Tahun di Volksparkstadion
Baca dalam 60 detik
- Laga uji coba Hamburg kontra FC Copenhagen dihadiri 54.000 penonton, menjadi panggung perayaan hubungan istimewa kedua klub yang terjalin sejak 2005.
- Kisah persahabatan bermula dari insiden kehabisan lakban saat pertemuan di Piala UEFA, yang berujung pada aksi saling membantu antar suporter dan berlanjut hingga kini.
- Kemenangan 2-0 Hamburg lewat gol menit akhir menjadi pelengkap, tetapi atmosfer kekeluargaan di tribun tetap menjadi sorotan utama pertandingan.

Volksparkstadion menjadi saksi momen langka dalam sepak bola Eropa: 54.000 penonton memadati stadion Hamburg untuk menyaksikan laga persahabatan melawan FC Copenhagen, Minggu (20/7/2025). Pertandingan ini bukan sekadar uji coba pramusim, melainkan perayaan dua dekade hubungan erat antara kedua klub dan basis penggemarnya.
Ikatan itu bermula pada musim 2005/2006, ketika Hamburg dan Copenhagen bertemu di putaran pertama Piala UEFA. Suporter Copenhagen saat itu berencana menampilkan koreografi di leg pertama di Hamburg, namun kehabisan lakban. Melihat kesulitan tersebut, pendukung tuan rumah tergerak membantu. Kebaikan itu dibalas di leg kedua, ketika fans Copenhagen membantu rombongan besar suporter Jerman yang melakukan perjalanan jauh. Di lapangan, drama terjadi lewat penalti injury time Rafael van der Vaart yang memastikan Hamburg menang agregat 2-1. Sejak malam itulah persahabatan terjalin dan bertahan hingga sekarang.
Sejak pertemuan pertama, hubungan kedua klub terus berkembang. Suporter rutin menyeberangi perbatasan Jerman-Denmark untuk menonton laga. Hamburg, yang memiliki sejarah panjang dengan pemain Denmark, bahkan menggelar pemusatan latihan pramusim di Helsingรธr, utara Kopenhagen, pada awal Juli. Kedekatan geografis dan historis ini menjadikan laga persahabatan sebagai agenda rutin yang dinanti kedua kubu.
Pada laga Minggu, ketegangan justru muncul di menit-menit akhir. Kofi Amoako dan Nicolai Remberg mencetak gol dalam tujuh menit terakhir, memastikan kemenangan 2-0 bagi tuan rumah. Namun, bagi sebagian besar penonton, skor bukanlah hal utama. Koreografi spektakuler yang ditampilkan suporter tuan rumah menegaskan bahwa pertandingan ini lebih dari sekadar hasil akhir.
"Ini bukan tentang menang atau kalah, tapi tentang merayakan persahabatan yang sudah terbangun sejak lama," ujar seorang perwakilan suporter Hamburg, seperti dikutip dari laman resmi Bundesliga.
Pertemuan kali ini merupakan yang kedua dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, pada 2025, 8.000 pendukung HSV melakukan perjalanan ke Parken Stadium, Kopenhagen, untuk menyaksikan laga yang sudah lama dinanti. Meski Hamburg kalah 0-1 saat itu, pemandangan kehangatan di tribun tetap meninggalkan kesan mendalam, sama seperti yang terjadi di Volksparkstadion akhir pekan ini.
Bagi sepak bola modern yang kerap diwarnai rivalitas tajam dan tensi komersial, kisah Hamburg dan Copenhagen menjadi oase. Hubungan yang dibangun dari solidaritas suporter ini menunjukkan bahwa sepak bola masih menyimpan ruang bagi nilai-nilai kemanusiaan. Kedua klub pun tampaknya berkomitmen untuk menjaga tradisi ini, dengan kemungkinan laga persahabatan lanjutan di masa depan.
Pertanyaannya, akankah model persahabatan lintas negara seperti ini menginspirasi klub-klub lain di Eropa? Di tengah jadwal kompetisi yang padat dan tekanan finansial, momen seperti di Hamburg memberi alasan bahwa sepak bola tetap bisa menjadi perekat sosial, bukan sekadar industri.



