Inter Milan Awali Musim dengan Kemenangan Telak 4-1 atas Monza, Napoli Menang Dramatis di Genoa
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan menundukkan Monza 4-1 di San Siro, dengan gol-gol dari Calhanoglu, Zielinski, Esposito, dan Bisseck.
- Napoli meraih kemenangan 2-0 atas Genoa berkat gol-gol dari pemain pengganti Kevin De Bruyne dan Antonio Vergara di menit-menit akhir.
- Kemenangan ini menegaskan ambisi kedua tim untuk bersaing di papan atas Serie A musim ini, dengan Inter sebagai juara bertahan dan Napoli yang berusaha bangkit.

Inter Milan memulai langkah pertahanan gelar Serie A dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Monza di San Siro, Sabtu (22/8). Meski sempat dibuat kesulitan pada babak pertama, juara bertahan akhirnya tampil dominan setelah jeda. Sementara itu, Napoli, yang musim lalu menjadi runner-up, juga mengamankan tiga poin perdana dengan kemenangan 2-0 atas Genoa, berkat gol-gol dari dua pemain pengganti di menit-menit akhir.
Inter sebenarnya unggul cepat lewat gol Hakan Calhanoglu pada menit keenam, yang menembak keras dari luar kotak penalti setelah menerima umpan Andy Diouf. Namun, Monza yang baru promosi tidak gentar. Gustavo Varela, pemain muda asal Portugal yang baru direkrut dari Benfica, menyamakan kedudukan pada menit ke-29 dengan tembakan rendah ke sudut gawang setelah memutar badan melewati bek Manuel Akanji. Gol ini menjadi debut yang manis bagi Varela di Serie A, setelah sebelumnya ia juga mencetak dua gol saat Monza menang 3-0 atas Avellino di Coppa Italia.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, mengakui timnya kesulitan pada babak pertama. "Kami berjuang di babak pertama karena lawan bermain bagus. Kami sempat kehilangan ritme dan Monza tidak memberi ruang. Namun, gol cepat di awal babak kedua membantu kami kembali tenang dan menguasai permainan," ujarnya. Tiga menit setelah turun minum, Piotr Zielinski memanfaatkan bola muntah hasil tepisan kiper Monza, Semuel Pizzignacco, untuk membawa Inter kembali unggul. Delapan menit kemudian, Pio Esposito mencetak gol dengan back-heel yang cerdik, lagi-lagi berkat assist Diouf. Inter menutup pesta dengan gol Yann Bisseck yang tembakannya berbelok arah, sementara Akanji sempat mengenai mistar gawang.
Di laga ini, bek asal Inggris John Stones melakukan debutnya bersama Inter setelah masuk menggantikan Akanji. Ia ditemani oleh rekan senegaranya, Djed Spence dan Curtis Jones, yang juga baru bergabung dan menonton dari tribun. Kehadiran pemain-pemain baru ini menunjukkan ambisi Inter untuk mempertahankan scudetto dan bersaing di kompetisi Eropa.
Di sisi lain, Napoli yang kini ditangani Massimiliano Allegri setelah kepergian Antonio Conte, sempat kesulitan melawan Genoa. Tuan rumah justru tampil lebih berani dan menciptakan beberapa peluang, termasuk tembakan Vitinha yang melebar tipis dan upaya Scott McTominay yang mudah ditangkap kiper Justin Bijlow. Napoli baru bisa memecah kebuntuan setelah Allegri melakukan tiga pergantian pemain sekaligus di pertengahan babak kedua, memasukkan Kevin De Bruyne, Antonio Vergara, dan Noa Lang. De Bruyne yang baru masuk langsung memberikan dampak, mencetak gol pada menit ke-82 setelah melakukan one-two dengan Vergara. Lima menit kemudian, kombinasi keduanya kembali membuahkan gol, meski tembakan Vergara sempat diblok, bola tetap masuk ke gawang.
Kemenangan ini memberikan sinyal positif bagi kedua tim. Inter menunjukkan kedalaman skuad yang luar biasa, dengan pemain pengganti yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Sementara itu, Napoli membuktikan bahwa mereka tetap kompetitif meski mengalami pergantian pelatih. Allegri, yang dikenal sebagai pelatih pragmatis, tampaknya mulai menemukan formula yang tepat dengan memanfaatkan pemain pengganti secara efektif.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena menunjukkan tren taktik modern, di mana rotasi pemain menjadi kunci. Selain itu, performa apik pemain muda seperti Varela dan Esposito bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan bakat muda di Indonesia. Dengan persaingan yang semakin ketat di Serie A, pertanyaan besarnya adalah: apakah Inter mampu mempertahankan konsistensi sepanjang musim, dan bisakah Napoli kembali menantang gelar? Jawabannya akan terungkap dalam laga-laga berikutnya.



