Inter Milan Menang Telak atas Monza: Rekrutan Baru Harus Bersabar di Bangku Cadangan
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan mengawali musim Serie A 2026-27 dengan kemenangan 4-1 atas Monza, menegaskan status juara bertahan.
- Penampilan impresif Diouf dan Zielinski membuat rekrutan anyar Curtis Jones dan Djed Spence kemungkinan besar harus menunggu kesempatan bermain.
- Pelatih Cristian Chivu dihadapkan pada 'sakit kepala' seleksi yang positif dengan kedalaman skuad yang luar biasa.

Inter Milan memulai langkah pertahanan gelar Serie A dengan gemilang setelah menundukkan Monza 4-1 pada laga pembuka musim 2026-27. Kemenangan ini tidak hanya menegaskan dominasi Nerazzurri di kancah domestik, tetapi juga memunculkan dilema menarik bagi pelatih Cristian Chivu: bagaimana mengakomodasi para pemain baru yang datang dengan reputasi mentereng di tengah performa apik para pemain lama.
Gol cepat Hakan Calhanoglu pada menit keenam menjadi pembuka pesta gol Inter. Tendangan roket dari luar kotak penalti yang menjadi ciri khas gelandang asal Turki itu langsung membungkam pendukung tuan rumah. Namun, Monza sempat menyamakan kedudukan melalui gol cantik Gustavo Varela pada menit ke-30. Babak kedua menjadi milik Inter sepenuhnya; tiga gol dalam rentang 20 menit dari Piotr Zielinski, Pio Esposito, dan Yann Bisseck memastikan kemenangan telak.
Perhatian media Italia, seperti dilansir La Gazzetta dello Sport, tertuju pada gol spektakuler Esposito yang dicetak dengan tumitnya. Namun, sorotan tajam juga mengarah pada penampilan Diouf yang luar biasa di posisi wing-back kanan. Pemain yang baru pertama kali menjadi starter di Serie A musim ini itu berhasil mencatatkan dua assist. Zielinski, gelandang asal Polandia, juga tampil impresif dengan satu gol dan permainan yang solid sepanjang laga.
Konsekuensinya, dua rekrutan anyar Inter yang didatangkan dari Premier League, Curtis Jones dan Djed Spence, diprediksi harus bersabar menunggu kesempatan. La Gazzetta dello Sport menilai tidak ada urgensi untuk langsung memainkan keduanya, mengingat performa apik Diouf dan Zielinski yang sudah konsisten sejak pramusim. Keduanya tetap dianggap sebagai calon starter di masa depan, tetapi untuk saat ini, Chivu memiliki banyak pilihan di lini tengah dan sayap.
Kedalaman skuad Inter memang menjadi 'masalah' yang menyenangkan bagi Chivu. Di lini tengah, ia memiliki nama-nama seperti Calhanoglu, Nicolo Barella, Petar Sucic, Aleksandar Stankovic, dan Henrikh Mkhitaryan. Dengan begitu banyak opsi, persaingan untuk memperebutkan tempat di starting XI akan sangat ketat. Jones dan Spence, yang didatangkan dengan ekspektasi tinggi, harus bekerja keras untuk menunjukkan kualitas mereka dan merebut kepercayaan pelatih.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini menarik untuk disimak. Persaingan ketat di klub-klub Eropa seperti Inter menjadi pelajaran berharga bagi pengembangan pemain muda Indonesia. Mentalitas untuk terus berjuang dan tidak mudah menyerah, seperti yang ditunjukkan Diouf yang berhasil memanfaatkan peluang, adalah kunci untuk bisa bersaing di level tertinggi.
โTidak ada kata buru-buru untuk memainkan rekrutan baru. Mereka tetap menjadi bagian penting dari rencana jangka panjang, tetapi performa pemain lain saat ini sedang sangat baik,โ demikian kira-kira penilaian media Italia.
Pertanyaannya, akankah Chivu berani merotasi tim pada laga-laga berikutnya untuk memberikan menit bermain bagi Jones dan Spence? Atau, ia akan tetap mempertahankan formasi yang sudah terbukti berhasil? Keputusan ini akan menjadi penentu konsistensi Inter dalam mempertahankan gelar. Dengan jadwal padat yang menanti, manajemen skuad yang cermat akan menjadi kunci sukses Nerazzurri musim ini.



