Inter Melesat di Awal Musim, Genoa Protes Keras: Panggung Serie A Langsung Panas
Baca dalam 60 detik
- Inter membuka musim dengan kemenangan telak 4-1 atas Monza, menunjukkan tajinya sebagai juara bertahan.
- Kemenangan Juventus atas Genoa diwarnai kontroversi, memicu kemarahan kubu Genoa yang merasa dirugikan keputusan wasit.
- Pasar transfer Serie A masih bergolak; Inter menegaskan Lautaro Martinez tak akan dijual, sementara Juventus mengunci Yildiz dari incaran klub kaya.

Inter Milan langsung tancap gas di pekan perdana Serie A 2024/2025. Bermain di hadapan publik sendiri, Nerazzurri melumat Monza dengan skor telak 4-1. Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, melainkan pernyataan sikap bahwa mahkota juara bertahan belum akan berpindah tangan.
Gol-gol Inter lahir dari aksi Calhanoglu yang melepaskan tembakan roket pada menit keenam, kemudian disusul gol bunuh diri bek Monza, dan ditutup oleh aksi gemilang Zielinski serta Bisseck. Pelatih Inter, Chivu, mengakui anak asuhnya sempat tampil kaku di awal laga, namun seiring berjalannya waktu permainan mereka semakin cair. Kemenangan ini sekaligus menjawab keraguan publik setelah pramusim yang kurang meyakinkan.
Di sisi lain, kemenangan Juventus atas Genoa dengan skor 2-0 di Marassi tidak berjalan mulus tanpa kontroversi. Dua gol kemenangan Bianconeri lahir dari aksi pemain pengganti, De Bruyne dan Vergara. Namun, kubu Genoa geram. Mereka menilai gol pertama Juventus seharusnya dianulir karena adanya dorongan kepada pemain Genoa sebelum bola masuk. Direktur olahraga Genoa, Lopez, meluapkan kekesalannya: "Kami bingung dengan keputusan itu, seluruh Italia melihatnya." Protes ini menambah bumbu panas rivalitas kedua tim yang memang sudah intens.
Pasar transfer Serie A juga menjadi sorotan. CEO Inter, Marotta, dengan tegas membantah rumor kepergian Lautaro Martinez. "Tidak ada kondisi sama sekali untuk penjualannya," ujarnya. Sementara itu, Juventus bergerak cepat mengamankan aset muda berharga, Kenan Yildiz. Direktur Juventus, Lucio, menepis tawaran yang disebut-sebut mencapai 100 juta euro untuk pemain asal Turki tersebut. "Mereka bisa menawar berapa pun, dia adalah masa depan Juventus," tegasnya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika Serie A ini menarik untuk dicermati. Persaingan ketat di papan atas Italia tidak hanya soal gengsi, tetapi juga berdampak pada pasar transfer global. Ketika klub-klub besar Eropa berebut pemain bintang, para pemain muda berbakat dari Asia, termasuk Indonesia, memiliki peluang lebih besar untuk dilirik. Selain itu, gaya bermain taktis ala Serie A sering menjadi referensi bagi pengembangan sepak bola nasional.
Pelatih tim nasional Italia, Spalletti, mengomentari aktivitas bursa transfer musim panas ini. "Jendela transfer yang bagus, tapi kami belum selesai," katanya, mengisyaratkan masih akan ada pergerakan hingga penutupan bursa. Pernyataan ini menambah spekulasi tentang kemungkinan kejutan di hari-hari terakhir.
Dengan hasil ini, peta persaingan Serie A musim ini mulai terlihat. Inter tampil perkasa, Juventus menunjukkan kedalaman skuad, dan tim-tim lain seperti AC Milan dan Napoli juga diprediksi akan bersaing ketat. Pertanyaannya, akankah Inter mampu mempertahankan konsistensi sepanjang musim, atau justru Juventus yang akan merebut kembali tahta yang sempat lepas? Musim masih panjang, dan jawabannya akan terungkap di lapangan hijau.



